Connect with us

Moto GP

Klasemen MotoGP 2026 Usai Silverstone: Jorge Martin Kokoh di Puncak, Bezzecchi Geser Ogura

Published

on

Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah balapan di Sirkuit Silverstone. Jorge Martin masih kokoh di puncak klasemen setelah finis kedua pada Grand Prix Inggris, sekaligus mengantongi tambahan poin yang membuat keunggulannya melebar menjadi 31 poin atas Marco Bezzecchi.

Martin kini mengoleksi 240 poin, sementara Bezzecchi naik ke posisi kedua dengan 209 poin. Pembalap Aprilia tersebut memanfaatkan kegagalan rekan satu pabrikan sekaligus rivalnya, Ai Ogura, yang terjatuh dan gagal menyelesaikan balapan. Ogura pun turun ke posisi ketiga dengan 203 poin.

Di sisi lain, Marc Marquez masih menghadapi tekanan. Juara dunia bertahan tersebut hanya finis ketujuh di Silverstone dan kini mengoleksi 200 poin. Marquez tertinggal 40 poin dari Martin dan hanya unggul satu poin atas Fabio Di Giannantonio yang berada di posisi kelima dengan 199 poin.

Raul Fernandez Ikut Masuk Perburuan

Kemenangan di Silverstone membuat Raul Fernandez semakin dekat dengan papan atas. Pembalap Trackhouse Aprilia tersebut mengemas kemenangan Grand Prix pertamanya musim ini dan kini berada di posisi keenam klasemen dengan 184 poin.

Fernandez hanya tertinggal 56 poin dari Martin. Dengan masih banyak balapan tersisa, peluangnya untuk ikut meramaikan persaingan papan atas masih terbuka.

Hasil di Silverstone juga semakin memperlihatkan kekuatan Aprilia di MotoGP 2026. Tiga pembalap Aprilia menempati posisi teratas klasemen, dengan Martin memimpin, Bezzecchi di posisi kedua, dan Ogura di posisi ketiga. Fernandez pun menjadi ancaman berikutnya dari kubu Aprilia.

Marc Marquez Mulai Tertekan

Bagi Marc Marquez, hasil Silverstone menjadi momentum yang kurang ideal. Setelah hanya mampu finis ketujuh, jaraknya dengan Martin semakin melebar. Bahkan, posisi Marquez di empat besar kini mulai mendapat tekanan serius dari Di Giannantonio.

Dengan selisih hanya satu poin, perebutan posisi keempat klasemen bisa berubah pada seri berikutnya. Sementara itu, Bezzecchi dan Ogura juga masih berada dalam jarak yang memungkinkan mereka mengejar Martin.

Persaingan MotoGP 2026 pun semakin menarik. Martin memang masih menjadi pemimpin klasemen, tetapi Bezzecchi, Ogura, Marquez, Di Giannantonio, hingga Raul Fernandez masih memiliki peluang untuk mengubah peta persaingan menuju gelar juara dunia.

Moto GP

Mandalika Mulai Panaskan Mesin Jelang MotoGP 2026, Marshal dan Tim Medis Jadi Garda Terdepan

Published

on

By

LOMBOK – Persiapan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika mulai memasuki tahap serius. Selain memastikan kesiapan fasilitas sirkuit, aspek keselamatan dan respons darurat juga menjadi perhatian utama menjelang rangkaian balap internasional.

MGPA memanfaatkan gelaran LFN FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 putaran keempat pada 7–9 Agustus sebagai salah satu simulasi operasional menuju MotoGP Indonesia yang dijadwalkan berlangsung 9–11 Oktober 2026. Salah satu agenda yang dilakukan adalah penyegaran kompetensi marshal dengan mengacu pada regulasi serta prosedur keselamatan Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).

Langkah ini penting karena MotoGP memiliki tingkat kompleksitas operasional yang lebih tinggi. Setiap sektor lintasan membutuhkan personel yang memahami prosedur evakuasi, komunikasi, penanganan insiden, hingga koordinasi dengan Race Control.

200 Marshal Disiapkan di Berbagai Titik Lintasan

Salah satu komponen penting dalam sistem keselamatan balap adalah marshal. Mereka menjadi personel yang berada paling dekat dengan lintasan ketika terjadi insiden.

Dalam persiapan ARRC di Mandalika, sebanyak 200 marshal ditempatkan di berbagai titik pengawasan. Sementara itu, 35 Chief Marshal lebih dahulu mengikuti sesi penyegaran kompetensi.

Pelatihan menggunakan pendekatan Training the Trainers. Chief Marshal mendapatkan pembekalan terlebih dahulu sebelum meneruskan materi kepada para marshal yang bertugas di masing-masing pos.

Sistem berjenjang ini bertujuan memastikan seluruh personel memahami prosedur kerja secara seragam. Chief Marshal juga berperan sebagai koordinator lapangan sekaligus penghubung antara Race Control dengan marshal di setiap sektor.

Dengan begitu, ketika terjadi insiden, informasi dan tindakan di lintasan dapat dikoordinasikan secara cepat dan sesuai prosedur.

Tim Medis Ikut Diperkuat

Tidak hanya marshal, aspek medis juga mendapatkan perhatian khusus melalui program Motorsport Emergency Academy.

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kondisi darurat yang terjadi di arena balap. Karakter penanganannya berbeda dengan situasi medis di rumah sakit karena kecelakaan di lintasan membutuhkan respons cepat, pengambilan keputusan tepat, serta koordinasi langsung dengan marshal dan Race Control.

Pada 2026, Motorsport Emergency Academy memasuki penyelenggaraan keempat dan diikuti 67 tenaga medis. Menariknya, 22 peserta berasal dari luar Nusa Tenggara Barat, menunjukkan bahwa program ini mulai berkembang menjadi bagian dari peningkatan kompetensi medis motorsport secara lebih luas.

Pelatihan tersebut juga menjadi salah satu kualifikasi bagi tenaga medis yang ingin bertugas pada berbagai ajang balap nasional maupun internasional di Sirkuit Mandalika, termasuk MotoGP Indonesia.

ARRC Jadi Simulasi Menuju MotoGP

Gelaran ARRC pekan ini bukan sekadar perebutan poin dan kemenangan. Dari sisi penyelenggara, event tersebut menjadi kesempatan untuk menguji kesiapan operasional sebelum Mandalika kembali menghadapi atmosfer MotoGP.

Mulai dari koordinasi marshal, komunikasi Race Control, kesiapan tenaga medis hingga respons terhadap insiden di lintasan dapat dievaluasi dalam kondisi balapan sebenarnya.

Dengan penguatan personel dan sistem keselamatan tersebut, Mandalika terus mematangkan diri menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Karena di balik aksi overtaking, pengereman keras, dan kecepatan tinggi para pembalap, ada ratusan personel yang bekerja di belakang layar untuk memastikan balapan berlangsung aman, cepat, dan terkendali.

Continue Reading

Moto GP

Hasil MotoGP Inggris 2026: Raul Fernandez Menang, Aprilia Kuasai Podium

Published

on

By

SILVERSTONE – Raul Fernandez tampil dominan pada balapan utama MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone. Pembalap Trackhouse Aprilia tersebut berhasil memimpin sejak lap pertama hingga bendera finis untuk mengamankan kemenangan Grand Prix.

Kemenangan ini menjadi pembuktian bagi Fernandez setelah sebelumnya gagal meraih hasil maksimal pada Sprint. Ia langsung mengambil alih posisi terdepan setelah Jorge Martin dan Ai Ogura melebar di Tikungan 1 akibat perangkat ride-height belakang pada motor mereka mengalami masalah. Situasi tersebut dimanfaatkan Fernandez untuk membuka jarak dari rombongan utama.

Memasuki pertengahan balapan, keunggulan Fernandez bahkan sudah mencapai lebih dari empat detik. Jorge Martin kemudian finis di posisi kedua dengan selisih 2,538 detik, sedangkan Marco Bezzecchi mengamankan posisi ketiga dengan gap 3,393 detik.

Hasil tersebut membuat Aprilia menyapu bersih podium MotoGP Inggris 2026. Fernandez dari Trackhouse Aprilia menjadi pemenang, disusul dua pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi.

Strategi Ban Jadi Kunci di Silverstone

Kondisi ban menjadi salah satu faktor penting dalam balapan kali ini. Setelah sejumlah pembalap mengalami penurunan performa ban belakang pada Sprint, mayoritas memilih kombinasi ban belakang medium dan ban depan hard untuk Grand Prix.

Fernandez mampu menjaga ritme hingga lap terakhir tanpa mengalami penurunan performa signifikan. Kecepatan yang konsisten menjadi salah satu kunci keberhasilannya mempertahankan jarak dari Jorge Martin.

Di belakang tiga besar, Alex Marquez finis keempat, diikuti Pedro Acosta di posisi kelima. Fabio Di Giannantonio menempati posisi keenam, sementara Marc Marquez harus puas finis ketujuh setelah memilih pendekatan balap yang lebih konservatif untuk menjaga kondisi ban.

Banyak Insiden Warnai Balapan

MotoGP Inggris 2026 juga berlangsung dengan sejumlah insiden. Joan Mir dan Alex Rins terlibat kecelakaan pada lap pembuka dan tidak mampu melanjutkan balapan.

Ai Ogura yang sempat berada di posisi ketujuh juga harus mengakhiri balapan lebih awal setelah mengalami crash. Insiden tersebut menjadi salah satu kesalahan balapnya pada musim ini.

Selain itu, Enea Bastianini, Iker Lecuona, Cal Crutchlow, dan Francesco Bagnaia juga gagal menyelesaikan balapan setelah mengalami insiden masing-masing.

Sementara itu, Luca Marini tampil solid dengan finis kesembilan dan menjadi pembalap Honda terbaik. Diogo Moreira mengamankan posisi ke-10.

Kemenangan di Silverstone menjadi hasil penting bagi Raul Fernandez sekaligus mempertegas performa kompetitif Aprilia pada MotoGP 2026. Dengan tiga motor Aprilia berada di podium, persaingan menuju seri berikutnya semakin menarik untuk diikuti.


Hasil Lengkap MotoGP Inggris 2026

PosPembalapTimGap
1Raul FernandezTrackhouse Aprilia20 lap
2Jorge MartinAprilia Racing+2,538 detik
3Marco BezzecchiAprilia Racing+3,393 detik
4Alex MarquezGresini Ducati+4,702 detik
5Pedro AcostaRed Bull KTM+6,256 detik
6Fabio Di GiannantonioVR46 Ducati+6,382 detik
7Marc MarquezDucati Lenovo+9,550 detik
8Brad BinderRed Bull KTM+22,288 detik
9Luca MariniHonda HRC Castrol+23,845 detik
10Diogo MoreiraLCR Honda+25,411 detik
11Franco MorbidelliVR46 Ducati+26,301 detik
12Fabio QuartararoMonster Yamaha+26,883 detik
13Jack MillerPramac Yamaha+29,458 detik
14Pol EspargaroTech3 KTM+41,310 detik
15Toprak RazgatliogluPramac Yamaha+41,492 detik
16Augusto FernandezYamaha Factory Racing+42,379 detik

Tidak finis: Francesco Bagnaia, Cal Crutchlow, Iker Lecuona, Enea Bastianini, Alex Rins, Joan Mir, dan Ai Ogura.

Continue Reading

Moto GP

Veda Ega Pratama Dapat Tandem Baru, Kiattisak Singhapong Debut di Moto3 Silverstone 2026

Published

on

By

Kejuaraan Dunia Moto3 2026 kembali bergulir setelah jeda musim panas selama tiga pekan. Memasuki seri ke-12 di Sirkuit Silverstone, Inggris, Honda Team Asia menghadirkan perubahan pada susunan pembalap. Kiattisak Singhapong dipercaya menggantikan Zen Mitani yang masih menjalani pemulihan cedera tangan akibat insiden di MotoGP Belanda, Assen.

Pembalap muda asal Thailand tersebut akan menjalani debutnya di Moto3 World Championship sekaligus menjadi tandem baru bagi Veda Ega Pratama. Sebelumnya, Kiattisak berkompetisi di FIM JuniorGP World Championship dan Red Bull MotoGP Rookies Cup. Pengalamannya di ajang balap pembinaan menjadi modal untuk menghadapi tantangan baru di kelas Grand Prix bersama Honda Team Asia.

Sementara itu, Veda datang ke Silverstone dengan momentum positif. Rookie asal Indonesia tersebut berhasil finis kedelapan di Sachsenring pada seri terakhir sebelum jeda musim panas. Hasil tersebut menjadi tambahan kepercayaan diri bagi pembalap bernomor #9 untuk melanjutkan perkembangan performanya di paruh kedua musim.

Silverstone Jadi Tantangan Besar bagi Debutan

Silverstone menjadi salah satu lintasan paling menantang dalam kalender Moto3. Sirkuit sepanjang hampir 6 km ini memiliki kombinasi tikungan berkecepatan tinggi, area pengereman keras, lintasan lebar, serta sejumlah peluang overtaking.

Karakter tersebut membuat Silverstone membutuhkan presisi tinggi dalam menentukan racing line dan menjaga momentum. Bagi Kiattisak, tantangannya semakin besar karena ia harus beradaptasi dengan motor Honda NSF250RW, lingkungan tim baru, sekaligus atmosfer Kejuaraan Dunia Moto3 dalam waktu singkat.

Kiattisak mengaku tidak ingin memasang target berlebihan pada debutnya. Fokus utamanya adalah memahami karakter motor dan bekerja secara bertahap di setiap sesi.

“Ekspektasi saya adalah berkembang selangkah demi selangkah di setiap sesi, belajar sebanyak mungkin, dan memberikan usaha maksimal.”

Pendekatan tersebut menjadi strategi realistis bagi pembalap muda Thailand tersebut untuk membangun pengalaman sebelum menentukan target yang lebih tinggi.

Veda Bidik Performa Lebih Konsisten

Di sisi lain, Veda memiliki target yang berbeda. Setelah mengakhiri paruh pertama musim dengan finis kedelapan di Jerman, pembalap #9 ingin mempertahankan tren positif sekaligus semakin mendekati kelompok terdepan.

Veda menilai Silverstone merupakan sirkuit yang spesial karena karakter lintasannya yang panjang dan cepat. Ia bersama Honda Team Asia akan berusaha menemukan set-up motor terbaik sejak sesi pertama agar dapat tampil kompetitif hingga race day.

“Target saya adalah terus berkembang, tampil kompetitif sepanjang akhir pekan, dan bertarung lebih dekat di barisan depan.”

Team Manager Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, juga berharap Veda mampu melanjutkan progresnya. Sementara bagi Kiattisak, seri Silverstone menjadi kesempatan penting untuk mengumpulkan pengalaman di panggung balap dunia.

Dengan absennya Zen Mitani dan hadirnya Kiattisak Singhapong, perhatian publik Indonesia tentu akan tertuju pada garasi Honda Team Asia. Akankah Veda kembali mencetak hasil positif, sementara Kiattisak mampu memberikan kejutan dalam debutnya di Moto3?

Continue Reading

Trending