Mobil
Modifikasi Otomotif Resmi Jadi Industri Kreatif Nasional, Bukan Sekadar Hobi
JAKARTA – Dunia modifikasi otomotif Indonesia memasuki babak baru. Pemerintah kini menetapkan modifikasi otomotif sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif nasional, sehingga aktivitas yang selama ini identik dengan hobi dan komunitas mulai mendapatkan pengakuan sebagai bagian dari sektor ekonomi.
Penetapan tersebut masuk dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045. Kementerian Ekonomi Kreatif menilai perkembangan ekosistem modifikasi di Indonesia telah menunjukkan potensi ekonomi yang semakin besar.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, pengakuan tersebut membuat modifikasi otomotif tidak lagi hanya dilihat sebagai aktivitas hobi. Sektor ini dapat memiliki kontribusi yang lebih terukur melalui investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja hingga kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Modifikasi Otomotif Dinilai Mampu Ciptakan Nilai Tambah
Menurut Riefky, berkembangnya industri modifikasi otomotif Indonesia tidak terlepas dari kreativitas serta kemampuan talenta lokal dalam menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah.
Pengembangan kendaraan melalui modifikasi melibatkan berbagai aspek, mulai dari desain, kreativitas, inovasi, rekayasa teknik hingga personalisasi kendaraan.
“Pengakuan modifikasi otomotif sebagai bagian dari industri kreatif nasional tidak lepas dari perkembangan positif talenta dan ekosistem modifikasi otomotif yang mampu menciptakan nilai tambah melalui kreativitas, inovasi, rekayasa, dan personalisasi kendaraan,” ujar Riefky dalam keterangan resminya.
Dengan masuknya modifikasi otomotif ke dalam ekosistem ekonomi kreatif, pemerintah juga melihat perlunya penguatan industri dari berbagai sisi.
Mulai dari pengembangan talenta, inovasi, perlindungan kekayaan intelektual, akses pembiayaan hingga perluasan pasar menjadi bagian penting untuk membangun ekosistem modifikasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Bukan Cuma Builder, Banyak Sektor Ikut Bergerak
Industri modifikasi otomotif memiliki rantai ekosistem yang cukup luas.
Di dalamnya terdapat builder, desainer, teknisi, produsen komponen aftermarket, brand lokal, komunitas, media hingga content creator.

Artinya, satu proyek modifikasi tidak hanya menghasilkan sebuah kendaraan dengan tampilan berbeda. Di baliknya terdapat banyak profesi dan sektor usaha yang ikut bergerak.
Riefky menilai para pelaku industri tersebut tidak hanya menciptakan karya secara estetika, tetapi juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan memperkuat rantai industri otomotif dari hulu hingga hilir.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa modifikasi otomotif dinilai memiliki karakter yang sesuai dengan industri kreatif.

Kreativitas menjadi bahan bakar, teknologi menjadi alat, sementara kendaraan menjadi medium untuk menghasilkan sebuah karya.
Karya Modifikasi Indonesia Mulai Mendunia
Potensi industri modifikasi Indonesia juga terlihat dari semakin banyaknya karya builder lokal yang mendapat perhatian di panggung internasional.
Karya modifikasi Indonesia telah mulai tampil dalam berbagai ajang otomotif global. Salah satunya melalui proyek BMW Passato yang dipersiapkan untuk tampil di SEMA Show di Las Vegas, Amerika Serikat.
Kehadiran karya Indonesia di pameran aftermarket dan modifikasi berskala global menjadi salah satu gambaran bahwa kemampuan builder dan pelaku industri lokal memiliki potensi untuk bersaing di pasar internasional.
Menurut Riefky, ketika karya modifikasi Indonesia tampil di panggung global, yang dibawa bukan hanya kendaraan.
Ada cerita mengenai kreativitas, kemampuan teknis, desain, serta kualitas ekosistem modifikasi Indonesia.
Momentum Modifikasi Indonesia Naik Kelas
Pengakuan pemerintah terhadap modifikasi otomotif sebagai bagian dari industri kreatif nasional dapat menjadi momentum bagi pelaku aftermarket dan modifikasi untuk berkembang lebih jauh.
Ke depan, tantangannya bukan hanya menghasilkan kendaraan yang menarik secara visual, tetapi juga membangun industri yang memiliki standar kualitas, inovasi, kekayaan intelektual, daya saing serta akses pasar yang lebih luas.
Dengan ekosistem yang semakin berkembang, industri modifikasi Indonesia berpeluang tidak hanya menjadi pusat kreativitas otomotif di dalam negeri, tetapi juga membawa karya lokal ke pasar internasional.
Dari garasi, workshop dan komunitas, modifikasi otomotif kini punya peluang untuk naik kelas menjadi industri yang memiliki nilai ekonomi nyata bagi Indonesia.
Electric Vehicle
MPV Listrik Li Mega Terbaru Punya Kabin Bak Ruang Tamu, Ada Meja Lipat!
Li Auto bersiap memperkenalkan versi penyegaran Li Mega di pasar Tiongkok pada 2 September 2026. Bukan sekadar mendapatkan perubahan kosmetik, MPV listrik premium ini membawa sejumlah pembaruan yang berfokus pada kenyamanan dan fleksibilitas kabin.
Mengusung konsep “rumah kedua”, Li Mega terbaru mencoba menghadirkan pengalaman seperti berada di ruang keluarga selama perjalanan. Area kabinnya dibuat lebih terang, lapang, dan fleksibel agar penumpang bisa menikmati perjalanan dengan suasana yang lebih santai.
Salah satu ubahan paling mencolok berada di bagian atap. Li Auto menyematkan lampu plafon berukuran besar yang ditempatkan di antara baris kedua dan ketiga. Kehadiran lampu tersebut bukan hanya memperkuat nuansa premium, tetapi juga membuat interior terasa lebih terbuka dan nyaman.

Kabin Fleksibel Bak Ruang Tamu
Konsep ruang tamu semakin terasa berkat pembaruan pada kursi baris kedua. Li Auto menggunakan sistem rel yang lebih panjang sehingga kursi dapat digeser dengan rentang lebih luas.
Menariknya, kursi tersebut juga bisa diputar sesuai kebutuhan penumpang. Fleksibilitas ini kemudian dipadukan dengan meja lipat di area tengah kabin.
Kombinasi tersebut membuat interior Li Mega terasa lebih dari sekadar kabin mobil. Penumpang bisa mendapatkan ruang untuk bersantai, bekerja, menikmati makanan, maupun beraktivitas selama perjalanan.
Li Auto juga memberikan sejumlah detail tambahan seperti kaca spion rias terintegrasi di bagian atap, panel kontrol AC berbasis layar sentuh, serta desain jok baru dengan motif diamond atau belah ketupat.
Dengan pendekatan tersebut, Li Mega semakin jelas diposisikan sebagai MPV listrik premium yang mengutamakan pengalaman penumpang, bukan hanya performa kendaraan.
Tenaga 553 HP dari Dua Motor Listrik
Meski fokus pada kenyamanan, sektor performa Li Mega juga tidak bisa dianggap remeh.
MPV listrik ini memiliki panjang 5.355 mm dengan wheelbase mencapai 3.300 mm. Ukuran tersebut memberikan ruang yang cukup besar untuk mengakomodasi kabin dengan konfigurasi yang fleksibel.
Di balik bodinya terdapat sistem penggerak dual motor listrik dengan output gabungan mencapai 413 kW atau sekitar 553 hp.

Sumber energinya berasal dari baterai NMC Qilin 108 kWh yang dipasok oleh CATL. Dalam kondisi tertentu, Li Mega diklaim mampu mencapai jarak tempuh hingga 710 km dalam sekali pengisian.
Charging 5C, Tambah 500 Km dalam 10 Menit
Salah satu teknologi yang menjadi daya tarik Li Mega adalah sistem kelistrikan 800 volt yang dikombinasikan dengan teknologi fast charging 5C.
Li Auto mengklaim sistem tersebut mampu memberikan tambahan jarak tempuh hingga 500 km hanya dalam waktu sekitar 10 menit pengisian.
Namun, angka tersebut tentunya bergantung pada kondisi baterai, infrastruktur charger, suhu, serta kondisi pengisian. Meski begitu, kemampuan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi pengisian cepat menjadi salah satu fokus penting dalam perkembangan mobil listrik premium.
Untuk menunjang kenyamanan, Li Mega menggunakan suspensi double-wishbone di depan dan multi-link di belakang.
Tidak berhenti di situ, MPV ini juga mendapatkan suspensi udara dual-chamber yang dirancang untuk meningkatkan kualitas redaman sekaligus memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.
Li Mega Jadi Andalan Baru Li Auto
Penyegaran Li Mega menjadi langkah penting bagi Li Auto untuk kembali memperkuat posisi di segmen MPV listrik premium.
Model sebelumnya menghadapi sejumlah tantangan di pasar, mulai dari kontroversi desain hingga isu recall. Karena itu, versi terbaru membawa sejumlah pembaruan untuk meningkatkan daya tarik, terutama melalui sektor kenyamanan kabin dan teknologi pengisian daya.
Li Mega generasi sebelumnya tersedia dalam dua trim, yakni Ultra dan Home, dengan harga masing-masing sekitar 529.800 yuan dan 559.800 yuan.
Sementara untuk model penyegaran, harga diperkirakan berada di kisaran US$80.000 atau sekitar Rp1,24 miliar. Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan dan harga resmi akan diumumkan saat peluncuran di China pada 2 September 2026.
Dengan kabin ala ruang tamu, dua motor listrik bertenaga 553 hp, baterai 108 kWh, arsitektur 800 volt, hingga teknologi fast charging 5C, Li Mega terbaru menunjukkan bahwa masa depan MPV listrik premium bukan hanya soal jarak tempuh, tetapi juga bagaimana kabin menjadi ruang hidup selama perjalanan.
Mobil
Yuki Tsunoda Tampil Impresif di GP Belanda, Berharap Kembali Dilirik Tim F1
Yuki Tsunoda kembali mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di Formula 1 setelah secara mendadak dipanggil Racing Bulls untuk menggantikan Liam Lawson pada Grand Prix Belanda di Zandvoort.
Kesempatan tersebut datang ketika Tsunoda sedang menikmati liburan di Yunani. Dalam waktu singkat, pembalap Jepang itu harus kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi akhir pekan balap F1 setelah cukup lama tidak tampil di kompetisi utama.
Tsunoda terakhir kali membalap penuh di F1 pada musim sebelumnya sebelum kehilangan kursinya di Red Bull. Meski demikian, ia tetap menjaga kemampuan balap melalui simulator dan program yang dijalankan bersama Red Bull.
Menariknya, minimnya persiapan tidak membuat Tsunoda tampil buruk. Ia mampu mencatat posisi ke-12 pada sesi kualifikasi dan kemudian mengakhiri balapan GP Belanda di posisi ke-11.
Hasil tersebut memang belum cukup untuk membawa pulang poin, tetapi performanya menjadi perhatian karena Tsunoda mampu bertahan dekat dengan persaingan zona poin hingga lap-lap akhir.
Kembali Balapan Setelah Lama Absen
Bagi Tsunoda, tampil di Zandvoort bukan pekerjaan mudah. Ia harus kembali beradaptasi dengan mobil F1, prosedur tim, pengaturan tombol di setir, hingga karakteristik ban hanya dalam waktu singkat.
Selain itu, karakter degradasi ban di Zandvoort juga menjadi tantangan tersendiri. Tsunoda mengakui bahwa dirinya membutuhkan proses adaptasi untuk memahami bagaimana mobil dan ban bekerja sepanjang balapan.
Meski menghadapi berbagai kendala, pembalap Jepang tersebut merasa performanya justru berkembang lebih cepat dari perkiraannya.
Dalam rentang sekitar delapan bulan sejak balapan terakhirnya di Abu Dhabi, Tsunoda mengaku hanya menjalani beberapa balapan. Namun, program simulator Red Bull membantunya tetap menjaga feeling dan ketajaman mengemudi.
Hasilnya terlihat di Zandvoort. Tsunoda mampu bertarung dengan pembalap yang berada di sekitar posisi delapan dan sembilan hingga beberapa lap terakhir.
Finis ke-11 Jadi Modal Penting
Walaupun gagal mencetak poin, finis ke-11 memiliki arti penting bagi Tsunoda.
Pasalnya, ia mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan langsung di hadapan para pengambil keputusan di paddock F1. Terlebih, performa tersebut diraih dalam kondisi persiapan yang sangat terbatas.
Tsunoda pun berharap penampilannya di GP Belanda dapat membuka kembali peluang untuk mendapatkan kursi reguler di Formula 1.

Pembalap asal Jepang itu merasa masih memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi dan percaya dirinya telah memberikan gambaran mengenai potensi yang dimilikinya.
“Saya tahu apa yang mampu saya lakukan,” ujar Tsunoda.
Ia juga menilai kesempatan tampil di Zandvoort jauh lebih berharga dibandingkan tidak mendapatkan kesempatan sama sekali untuk membuktikan kemampuannya dengan regulasi dan mobil F1 generasi saat ini.
Menunggu Panggilan Tim F1
Masa depan Tsunoda di F1 kini kembali menjadi perhatian. Dengan beberapa tim yang masih dapat melakukan perubahan susunan pembalap untuk musim mendatang, penampilan di Zandvoort bisa menjadi salah satu modal dalam negosiasi.

Tsunoda sendiri menyerahkan keputusan tersebut kepada manajernya dan tim-tim yang masih mencari pembalap.
Namun, ketika ditanya apakah peluangnya kembali mendapatkan kursi reguler F1 menjadi lebih besar setelah GP Belanda, Tsunoda memberikan jawaban yang cukup santai.
“Tolong hubungi saya!”
Jawaban tersebut memang disampaikan dengan nada bercanda, tetapi pesan di baliknya cukup jelas: Tsunoda masih ingin berada di grid Formula 1.
Kini tinggal menunggu apakah penampilannya di Zandvoort mampu mengubah pandangan tim-tim F1 terhadap masa depannya.

Electric Vehicle
Suzuki e-Sky Resmi Meluncur, Mobil Listrik Mungil dengan Fitur Tak Terduga
Suzuki mulai memperluas langkahnya di segmen kendaraan listrik melalui Suzuki e-Sky, mobil listrik mungil yang diperkenalkan untuk pasar global, termasuk Inggris Raya.
Mengusung konsep kei car khas Jepang, e-Sky hadir dengan dimensi kompak dan desain bodi yang cenderung mengotak. Karakter tersebut mengingatkan pada Suzuki WagonR sekaligus menjadi strategi untuk memaksimalkan ruang kabin meski memiliki ukuran eksterior yang ringkas.
Di Inggris, Suzuki e-Sky dipasarkan dengan harga mulai di bawah £20.000 atau sekitar Rp400 jutaan. Dengan banderol tersebut, mobil listrik mungil ini berada di kelas harga yang berdekatan dengan Suzuki Swift.

Desain Kompak untuk Mobilitas Perkotaan
Secara visual, Suzuki e-Sky versi produksi masih mempertahankan garis besar desain dari mobil konsep yang sebelumnya diperkenalkan di Tokyo Motor Show.
Namun, terdapat beberapa penyesuaian untuk kebutuhan produksi massal. Salah satunya terlihat pada sistem pencahayaan yang kini menggunakan lampu LED dengan desain lebih sederhana dibandingkan versi konsep.
Ukurannya juga menjadi salah satu daya tarik utama.
Suzuki e-Sky memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, serta jarak sumbu roda 2.460 mm.
Dengan bobot sekitar 1.030 kg dan radius putar hanya 4,4 meter, e-Sky dirancang untuk bermanuver dengan mudah di lingkungan perkotaan.
Karakter tersebut membuatnya cocok untuk menghadapi lalu lintas padat, jalan sempit, hingga kebutuhan parkir di area perkotaan.
Motor Listrik 63 BHP, Jarak Tempuh 310 Km

Masuk ke sektor performa, Suzuki e-Sky menggunakan motor listrik penggerak roda depan.
Motor tersebut menghasilkan tenaga hingga 63 bhp.
Untuk urusan daya jelajah, Suzuki mengklaim e-Sky mampu menempuh jarak hingga 310 km dalam kondisi baterai penuh.
Angka tersebut membuat e-Sky cukup menarik untuk kebutuhan mobilitas harian. Dengan karakter sebagai kendaraan perkotaan, jarak tempuh tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk melakukan aktivitas tanpa harus terlalu sering melakukan pengisian daya.
Namun, daya tarik e-Sky tidak berhenti pada efisiensi energi.
Suzuki justru menyematkan sejumlah teknologi yang cukup menarik untuk sebuah mobil listrik berukuran mungil.
Punya V2L untuk Menyalurkan Listrik
Salah satu fitur yang cukup mencuri perhatian adalah Vehicle-to-Load atau V2L.
Teknologi ini memungkinkan energi yang tersimpan di baterai kendaraan digunakan untuk mengoperasikan perangkat listrik dari luar mobil.
Artinya, baterai e-Sky tidak hanya berfungsi sebagai sumber tenaga untuk menggerakkan kendaraan, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber listrik portabel untuk kebutuhan tertentu.
Fitur seperti ini membuat e-Sky memiliki fleksibilitas lebih ketika digunakan untuk aktivitas luar ruangan maupun kebutuhan sehari-hari.
Ada Heat Pump dan Easy Drive Pedal
Suzuki juga membekali e-Sky dengan Direct Heat Pump System.
Teknologi tersebut dirancang untuk membantu mengoptimalkan penggunaan energi baterai ketika sistem pemanas maupun pendingin kabin digunakan.
Hal ini penting pada kendaraan listrik karena penggunaan sistem HVAC dapat berpengaruh terhadap konsumsi energi dan jarak tempuh.
Selain itu, tersedia Easy Drive Pedal yang dirancang untuk memudahkan pengemudi ketika menghadapi kondisi lalu lintas stop-and-go.
Fitur tersebut membuat karakter berkendara e-Sky semakin sesuai dengan kebutuhan mobilitas perkotaan yang sering diwarnai akselerasi dan deselerasi berulang.
Kabin Mungil, Fitur Tetap Modern
Meski memiliki bodi kompak, Suzuki tidak membuat interior e-Sky terasa minim teknologi.
Di bagian dashboard terdapat layar infotainment touchscreen berukuran 10,1 inci yang menjadi pusat berbagai fungsi hiburan dan informasi.
Panel instrumen digital juga tersedia untuk menampilkan berbagai informasi berkendara.
Salah satu fitur menarik lainnya adalah sistem navigasi pintar yang dapat membantu pengemudi merencanakan perjalanan berdasarkan sisa daya baterai.
Sistem tersebut juga dapat mempertimbangkan lokasi stasiun pengisian kendaraan listrik atau SPKLU dalam menentukan rute.
Dengan demikian, pengemudi bisa mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan pengisian daya sebelum maupun selama perjalanan.
Kei Car Listrik untuk Era Baru
Kehadiran Suzuki e-Sky menunjukkan bagaimana konsep kei car mulai beradaptasi dengan era elektrifikasi.
Dimensinya tetap kecil dan praktis, tetapi teknologi yang dibawanya sudah jauh lebih modern.
Motor listrik 63 bhp, jarak tempuh hingga 310 km, V2L, heat pump, Easy Drive Pedal, hingga sistem navigasi berbasis kondisi baterai membuat e-Sky tidak sekadar menawarkan efisiensi.
Di Inggris, harga mulai di bawah £20.000 atau sekitar Rp400 jutaan juga membuatnya menjadi salah satu pilihan menarik di segmen kendaraan listrik perkotaan.
Dengan kombinasi ukuran kompak, efisiensi, serta fitur yang cukup lengkap, Suzuki e-Sky menjadi salah satu langkah penting Suzuki dalam memasuki era mobilitas listrik.
Pertanyaannya sekarang, apakah mobil listrik mungil seperti e-Sky juga punya peluang menarik perhatian konsumen Indonesia?
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
