Connect with us

Event

Andrea Iannone Dedikasikan Kemenangan untuk Indonesia Usai Tampil Dominan di Aragon

Published

on

Mantan pembalap MotoGP, Andrea Iannone, menunjukkan bahwa kemenangan di lintasan bukan hanya soal podium. Setelah tampil kompetitif di ajang Harley-Davidson Bagger World Cup, pembalap asal Italia tersebut memberikan pesan solidaritas kepada masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi dampak gempa bumi.

Iannone secara khusus mendedikasikan dua kemenangan yang diraihnya untuk masyarakat Indonesia. Melalui akun Instagram resminya, ia menyampaikan dukungan kepada para korban, keluarga, serta masyarakat yang terdampak bencana.

Iannone menyebut kemenangan tersebut sebagai bentuk dukungan simbolis sekaligus “pelukan kecil” untuk Indonesia di tengah situasi sulit.

“Saya ingin dua kemenangan ini, secara simbolis, sampai ke Indonesia sebagai sebuah pelukan kecil.”

Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap kekuatan dan persatuan masyarakat Indonesia dalam menghadapi masa-masa sulit.

Iannone Tampil Dominan di Harley-Davidson Bagger World Cup Aragon

Dedikasi tersebut disampaikan Iannone setelah menjalani balapan yang impresif di Sirkuit Aragon, Spanyol.

Pada seri kedua Harley-Davidson Bagger World Cup, pembalap Niti Racing Team tersebut mampu mengamankan kemenangan setelah menyelesaikan delapan lap balapan.

Jalannya lomba sempat mengalami penundaan sebelum start akibat kondisi lintasan. Pemeriksaan kemudian dilakukan menggunakan safety car yang dikendarai oleh mantan pembalap MotoGP, Loris Capirossi, sebelum balapan akhirnya dinyatakan siap untuk dimulai.

Iannone yang memulai balapan dari barisan depan langsung terlibat persaingan ketat dengan Oscar Gutierrez.

Gutierrez sempat mengambil posisi terdepan selepas start. Namun, Iannone tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan respons.

Saat keluar dari tikungan pertama, Iannone berhasil merebut kembali posisi terdepan dan mulai membangun ritme balapnya.

Duel Ketat Berakhir dengan Crash

Persaingan antara Iannone dan Gutierrez berlangsung cukup ketat pada lap-lap awal.

Namun, duel tersebut berakhir ketika Gutierrez mengalami kecelakaan di lap kedua setelah melewati batas di Tikungan 12.

Situasi tersebut membuat tekanan terhadap Iannone berkurang.

Pembalap Italia itu kemudian semakin nyaman memimpin balapan. Ritmenya terus meningkat dan beberapa kali Iannone mampu mencatatkan lap tercepat.

Hingga bendera finis dikibarkan, posisi terdepan berhasil dipertahankan Iannone.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi panggung bagi Iannone untuk menyampaikan pesan solidaritas kepada masyarakat Indonesia.

Dari MotoGP, Kini Kompetitif di Bagger World Cup

Nama Andrea Iannone tentu sudah tidak asing bagi penggemar MotoGP.

Pembalap Italia tersebut pernah menjadi bagian dari persaingan kelas premier dan memperkuat sejumlah tim besar, termasuk Ducati dan Suzuki.

Setelah perjalanan panjang di MotoGP, Iannone kemudian melanjutkan kariernya di berbagai ajang balap lainnya.

Kini, ia kembali menunjukkan kemampuan balapnya melalui Harley-Davidson Bagger World Cup.

Karakter motor yang digunakan tentu berbeda jauh dari prototipe MotoGP. Harley-Davidson Bagger memiliki dimensi besar dan bobot yang jauh berbeda dibandingkan motor MotoGP.

Namun, kemampuan Iannone dalam mengendalikan motor dengan karakter tersebut kembali terlihat di Aragon.

Bukan hanya soal kecepatan, kemenangan kali ini juga memiliki arti khusus karena Iannone memilih menggunakan momen tersebut untuk menyampaikan dukungan kepada Indonesia.

Kemenangan yang Punya Makna Lebih Besar

Dua kemenangan yang dipersembahkan Iannone bukan sekadar catatan statistik di klasemen balap.

Di balik performanya di lintasan, terdapat pesan kemanusiaan yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi dampak bencana.

Bagi dunia balap, podium adalah hasil dari kerja keras pembalap dan tim. Namun bagi Iannone, kemenangan di Aragon kali ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan solidaritas.

Dari lintasan Aragon, Andrea Iannone mengirim pesan dukungan untuk Indonesia. Sebuah kemenangan yang tidak hanya berbicara tentang kecepatan, tetapi juga tentang kepedulian.

Event

4 Motor Jadi Favorit Pengunjung GIIAS Surabaya 2026, Triumph Borong Penghargaan

Published

on

By

GIIAS Surabaya 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi mobil-mobil terbaru. Deretan kendaraan roda dua juga berhasil mencuri perhatian pengunjung selama pameran yang berlangsung di Grand City Convex, Surabaya, pada 26–30 Agustus 2026.

Sebanyak empat penghargaan untuk kategori sepeda motor diberikan berdasarkan survei langsung kepada pengunjung. Kategori tersebut meliputi Favorite Daily Bike, Favorite Big Bike, Favorite Electric Motorcycle, dan Most Ridden Motorcycle.

Menariknya, Triumph menjadi merek yang paling banyak membawa pulang penghargaan. Dua produknya, Speed 400 dan Bobber 1200, masing-masing berhasil menjadi favorit pengunjung di kelas yang berbeda.

Triumph Speed 400 Jadi Favorite Daily Bike

Untuk kategori Favorite Daily Bike, gelar diberikan kepada Triumph Speed 400.

Motor ini menawarkan perpaduan karakter klasik khas Triumph dengan konsep yang tetap praktis untuk penggunaan sehari-hari. Kehadirannya di GIIAS Surabaya 2026 berhasil menarik perhatian pengunjung dan membuatnya terpilih sebagai motor harian favorit.

Di sisi lain, Triumph juga berhasil mengamankan penghargaan di kategori big bike.

Bobber 1200 Menang di Kategori Big Bike

Triumph Bobber 1200 dinobatkan sebagai Favorite Big Bike.

Berbeda dengan Speed 400 yang mengedepankan fleksibilitas sebagai motor harian, Bobber 1200 membawa karakter cruiser modern dengan sentuhan desain klasik yang menjadi salah satu identitas Triumph.

Kemenangan keduanya sekaligus membuat Triumph menjadi merek dengan jumlah penghargaan terbanyak dalam kategori sepeda motor pada GIIAS Surabaya 2026.

Kuprum Nomad Jadi Motor Listrik Favorit

Perkembangan kendaraan listrik juga terlihat dari penghargaan yang diberikan pada kategori Favorite Electric Motorcycle.

Gelar tersebut diraih Kuprum Nomad.

Motor listrik ini menjadi salah satu produk roda dua yang mampu menarik perhatian pengunjung selama lima hari pameran. Kehadirannya juga menunjukkan bahwa kendaraan listrik semakin mendapatkan ruang dalam pameran otomotif regional.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa minat pengunjung terhadap kendaraan listrik tidak hanya datang dari segmen mobil, tetapi juga roda dua.

Polytron FOX 350 Paling Banyak Dicoba

Sementara itu, kategori Most Ridden Motorcycle diberikan kepada Polytron FOX 350.

Berbeda dengan penghargaan favorit yang lebih menitikberatkan pada pilihan pengunjung, kategori ini menjadi menarik karena berkaitan dengan seberapa banyak pengunjung yang mencoba langsung motor tersebut selama pameran.

Tingginya jumlah pengunjung yang menjajal FOX 350 menunjukkan ketertarikan terhadap motor listrik tersebut secara langsung, bukan sekadar melihat display di area pameran.

Empat Motor, Empat Karakter Berbeda

Jika dilihat dari para pemenangnya, keempat motor tersebut mewakili karakter yang cukup beragam.

Triumph Speed 400 merepresentasikan motor harian dengan nuansa klasik, sementara Triumph Bobber 1200 menawarkan karakter big bike yang lebih premium.

Di sisi kendaraan listrik, Kuprum Nomad menjadi favorit pengunjung, sedangkan Polytron FOX 350 mencatat daya tarik tinggi dari sisi pengalaman test ride.

Project Director GIIAS The Series, Abiyoso Wietono, menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta yang ikut menghadirkan kendaraan, inovasi, dan pengalaman menarik selama pameran.

Dengan demikian, GIIAS Surabaya 2026 bukan hanya menjadi ajang melihat teknologi dan kendaraan terbaru, tetapi juga menjadi tempat bagi pengunjung untuk menentukan sendiri produk roda dua mana yang paling menarik perhatian mereka.


Daftar Motor Peraih Penghargaan GIIAS Surabaya 2026

KategoriPemenang
Favorite Daily BikeTriumph Speed 400
Favorite Big BikeTriumph Bobber 1200
Favorite Electric MotorcycleKuprum Nomad
Most Ridden MotorcyclePolytron FOX 350
Continue Reading

Event

MGPA Buka 2.200 Posisi Volunteer MotoGP Mandalika 2026, Yuk Ikutan!

Published

on

By

LOMBOK – Ingin merasakan langsung atmosfer penyelenggaraan balap motor kelas dunia dari balik layar? Kesempatan tersebut kini terbuka melalui program Volunteer MotoGP Mandalika 2026 yang digelar Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

MGPA membuka rekrutmen volunteer untuk mendukung penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 2.200 volunteer akan direkrut untuk membantu berbagai kebutuhan operasional selama rangkaian MotoGP Mandalika berlangsung.

Program ini terbuka bagi masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Nusa Tenggara Barat yang ingin mendapatkan pengalaman terlibat langsung dalam penyelenggaraan event olahraga internasional.

Rekrutmen Volunteer Dilakukan Secara Walk-in

Bagi calon peserta yang tertarik, MGPA menyediakan proses seleksi melalui walk-in interview.

Pendaftaran dan wawancara berlangsung pada 24–31 Agustus 2026, mulai pukul 08.00–15.00 WITA. Lokasi seleksi berada di Dining Hall Pertamina Mandalika International Circuit.

Yang menarik, proses rekrutmen ini tidak dipungut biaya.

MGPA juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di 23 desa sekitar kawasan sirkuit. Langkah tersebut dilakukan agar kesempatan terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika dapat diakses lebih luas oleh masyarakat lokal.

Artinya, pengalaman MotoGP tidak hanya bisa dirasakan dari tribun penonton. Peserta terpilih juga berkesempatan menjadi bagian dari tim yang memastikan event berjalan lancar dari balik layar.

9 Bidang Volunteer yang Dibutuhkan

MGPA membuka kebutuhan volunteer untuk sejumlah bidang dengan tugas dan tanggung jawab berbeda.

Setidaknya terdapat sembilan bidang yang dapat dipilih, yaitu:

  • Marshal
  • Crowd Control
  • Security/Steward
  • Waste Management
  • Cleaning Service
  • Media Center
  • Ticketing
  • Hospitality
  • Administration

Marshal akan berkaitan dengan dukungan keselamatan dan kelancaran aktivitas di area sirkuit. Sementara Crowd Control bertugas membantu mengatur pergerakan serta kenyamanan penonton.

Security/Steward berfokus pada keamanan dan ketertiban area event. Di sisi lain, Media Center mendukung kebutuhan operasional media yang meliput MotoGP Mandalika.

Bidang Ticketing dan Hospitality akan banyak berhubungan dengan penonton maupun tamu, sedangkan Administration mendukung kebutuhan administratif dan operasional penyelenggara.

Penempatan volunteer dapat berada di area sirkuit, penonton, hospitality, media center, ticketing hingga area operasional lainnya.

Tidak Wajib Punya Pengalaman MotoGP

Kabar baiknya, calon volunteer tidak diwajibkan memiliki pengalaman sebelumnya dalam penyelenggaraan MotoGP maupun event internasional.

Pengalaman memang dapat menjadi nilai tambah, tetapi peserta yang baru pertama kali terlibat dalam event berskala internasional tetap memiliki kesempatan untuk mengikuti proses seleksi.

Secara umum, calon volunteer harus berusia 18–40 tahun, berpenampilan rapi dan bersih, menggunakan pakaian sesuai ketentuan, serta mengenakan sepatu tertutup.

Kemampuan berbahasa Inggris aktif juga menjadi nilai tambah, terutama untuk posisi yang berinteraksi dengan penonton atau tamu internasional.

Untuk bidang tertentu terdapat persyaratan tambahan. Misalnya, posisi Administration membutuhkan laptop pribadi serta kemampuan menggunakan Microsoft Office, Microsoft Excel, dan Google Spreadsheet.

Setelah dinyatakan lolos, volunteer akan mendapatkan pembekalan sesuai bidang masing-masing. Materi pembekalan mencakup pelayanan, komunikasi, keselamatan, keamanan, prosedur operasional hingga penanganan situasi selama event.

Bukan Sekadar Pengalaman, Ada Honor dan Sertifikat

Menjadi volunteer MotoGP Mandalika 2026 bukan hanya tentang mendapatkan pengalaman berada di tengah event balap kelas dunia.

Volunteer terpilih juga akan mendapatkan sejumlah fasilitas dari MGPA, termasuk honor perbantuan harian, konsumsi makanan dan minuman, serta sertifikat setelah menyelesaikan tugas.

Selain itu, volunteer mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama masa penugasan.

Pengalaman tersebut tentunya dapat menjadi tambahan portofolio, khususnya bagi mereka yang tertarik dengan dunia event management, hospitality, pelayanan pengunjung, pengelolaan venue, media maupun pariwisata.

Jadi, buat yang selama ini hanya menikmati MotoGP dari layar atau tribun, ini bisa menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana sebuah balapan kelas dunia dijalankan dari balik layar.

MotoGP Mandalika 2026 bukan cuma soal siapa yang tercepat di lintasan. Di balik gemuruh mesin dan aksi para pembalap, ada ribuan orang yang bekerja memastikan seluruh event berjalan aman, tertib, dan profesional.

Dan mungkin, salah satunya adalah kamu.

Continue Reading

Event

Jack Miller Tinggalkan Yamaha MotoGP Akhir 2026, WorldSBK Jadi Peluang Berikutnya

Published

on

By

Kebersamaan Jack Miller dengan Yamaha MotoGP dipastikan berakhir setelah musim 2026. Pembalap asal Australia tersebut akan meninggalkan proyek Prima Pramac Yamaha setelah menyelesaikan tugasnya di Kejuaraan Dunia MotoGP musim ini.

Perpisahan tersebut menutup perjalanan Miller bersama Yamaha yang tidak hanya berkaitan dengan aktivitas balap MotoGP. Pengalamannya sebagai pembalap dari berbagai pabrikan membuat Miller juga memiliki peran dalam memberikan masukan teknis selama Yamaha mengembangkan YZR-M1.

Kehadiran Miller menjadi bagian dari upaya Yamaha mempercepat proses pengembangan motor MotoGP. Terlebih, pabrikan asal Jepang tersebut sedang berusaha mengejar ketertinggalan performa dari para rivalnya di kelas premier.

Bukan Sekadar Pembalap MotoGP

Sejak bergabung dengan proyek Prima Pramac Yamaha, Miller menjalankan peran lebih luas dibanding sekadar mengejar hasil balapan.

Pengalaman panjangnya di MotoGP bersama beberapa pabrikan menjadi modal penting dalam memberikan feedback kepada teknisi Yamaha. Pengetahuannya mengenai karakter motor dari berbagai proyek juga membantu tim mendapatkan perspektif berbeda dalam proses pengembangan YZR-M1.

Miller juga memperkuat keterlibatannya bersama Yamaha melalui program Suzuka 8 Hours pada 2025 dan 2026.

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa kontribusi Miller terhadap Yamaha tidak hanya terbatas pada kompetisi MotoGP, tetapi juga merambah program balap ketahanan yang menjadi salah satu agenda penting pabrikan Jepang tersebut.

Yamaha pun memberikan apresiasi terhadap profesionalisme dan dedikasi Miller selama berada dalam proyek mereka.

Miller Masih Punya Satu Musim Bersama Yamaha

Meski keputusan untuk berpisah sudah ditentukan, Miller masih memiliki kesempatan menjalani satu musim penuh bersama Yamaha pada 2026.

Artinya, pembalap berusia 31 tahun tersebut masih memiliki pekerjaan untuk menyelesaikan musim terakhirnya bersama Yamaha dengan hasil terbaik.

Bagi Miller, musim ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa pengalaman panjangnya di kelas premier masih memiliki nilai penting di tengah persaingan pembalap MotoGP yang semakin kompetitif.

Sementara bagi Yamaha, berakhirnya kerja sama tersebut membuat pabrikan harus menyiapkan komposisi pembalap sekaligus struktur pengembangan baru untuk menghadapi musim berikutnya.

WorldSBK Mulai Jadi Opsi

Setelah tidak lagi bersama Yamaha di MotoGP, masa depan Miller mulai menjadi perhatian.

Salah satu opsi yang muncul adalah WorldSBK untuk musim 2027. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai tim maupun kontrak yang akan dijalani Miller.

Jika benar berpindah ke WorldSBK, Miller masih memiliki kemungkinan untuk tetap terhubung dengan Yamaha.

Pengalamannya dalam program Suzuka 8 Hours bersama Yamaha bisa menjadi salah satu modal apabila pabrikan tersebut ingin melibatkan Miller dalam proyek balap superbike atau program balap ketahanan di masa depan.

Namun, semua kemungkinan tersebut masih menunggu perkembangan bursa pembalap dan keputusan resmi dari pihak terkait.

Dari MotoGP ke WorldSBK?

Perpindahan pembalap MotoGP menuju WorldSBK bukan sesuatu yang baru. Karakter kompetisi memang berbeda, tetapi pengalaman Miller di kelas premier selama bertahun-tahun dapat menjadi bekal berharga jika dirinya benar-benar mengambil langkah tersebut.

WorldSBK juga akan memberikan tantangan baru bagi Miller. Ia harus beradaptasi dengan karakter motor produksi massal berbasis superbike, format balapan yang berbeda, serta persaingan yang memiliki karakter tersendiri.

Untuk saat ini, Miller masih harus fokus menutup musim 2026 bersama Yamaha.

Setelah itu, arah kariernya pada 2027 akan menjadi salah satu hal menarik yang patut ditunggu.

Apakah Jack Miller akan tetap berada di ekosistem Yamaha melalui WorldSBK, atau justru memilih tantangan baru bersama pabrikan lain?

Jawabannya masih menunggu kepastian dari bursa transfer musim depan.

Continue Reading

Trending