Connect with us

Motor

Melibas Jakarta-Semarang dengan Motor Yamaha Ini, Cukup Sekali Isi Bensin untuk Perjalanan Gaspol!

Published

on

Motor adventure memiliki banyak keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan utama untuk perjalanan panjang, salah satunya terletak pada efisiensi bahan bakar dan kapasitas tangkinya yang besar. Yamaha Tenere 700 World Raid, sebuah moge adventure kelas medium asal Jepang, menonjolkan keunggulan ini dengan spesifikasi yang sangat cocok untuk perjalanan jarak jauh.

Sebelum kita melihat detail spesifikasinya, para pencinta motor adventure pasti langsung terkesima melihat desain tangki bahan bakarnya yang dilengkapi dengan dua buah tutup. Selain menunjukkan kapasitas yang luas, desain tangki seperti ini membuatnya terlihat mirip dengan motor-motor yang ikut dalam ajang Rally Dakar.

Dengan kapasitas tangki bahan bakar mencapai 23 liter, Yamaha Tenere 700 World Raid ini menunjukkan keunggulan yang signifikan. Sebagai perbandingan, kapasitas tangki bahan bakar ini tiga kali lipat lebih besar daripada tangki Yamaha NMAX yang hanya memiliki kapasitas 7,1 liter.

Yamaha mengklaim bahwa Tenere 700 World Raid mampu menempuh jarak dengan efisiensi yang luar biasa, yakni mencapai 23,2 km per liter. Dengan kata lain, setelah diisi penuh, motor ini dapat melaju hingga jarak 533,6 km.

Dengan performa yang sangat handal ini, Yamaha Tenere 700 World Raid mampu dengan mudah menaklukkan perjalanan Jakarta-Semarang, yang kurang dari 500 km melalui Jalan Raya Pantura.

Motor ini dilengkapi dengan mesin 689 cc 2-silinder segaris yang memiliki konfigurasi Crossplane. Yamaha mengklaim bahwa mesin ini memiliki daya sebesar 72,4 HP pada 9.000 RPM dan torsi sebesar 68 Nm pada 6.500 RPM.

Sebagai tambahan, Tenere 700 World Raid hadir dengan pelek berukuran 21 inci di bagian depan dan 18 inci di bagian belakang, ciri khas motor adventure atau rally.

Meskipun sayangnya Yamaha Indonesia tidak secara resmi memasarkan motor ini, para penggemar motor di Indonesia masih bisa memperolehnya melalui importir umum. Salah satu importir umum yang menjual Yamaha Tenere 700 World Raid menetapkan harga sekitar Rp 485 juta.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Motor

Harley-Davidson X440T Resmi Debut: Siluet Lebih Kekar, Aura Street Cruiser Makin Menggigit

Published

on

By

Harley-Davidson kembali menggetarkan pasar motor menengah dengan memperkenalkan X440T, model baru yang lahir dari kolaborasi berkelanjutan bersama Hero MotoCorp India. Setelah sukses dengan X440, generasi “T” ini datang membawa karakter lebih berani—sebuah evolusi yang terasa tepat bagi pasar Asia yang kian haus akan motor bergaya urban-cruiser modern.

Meskipun masih berbagi platform dengan Hero Hunk 440, termasuk mesin satu silinder 440 cc dan basis rangka yang sama, X440T hadir dengan sentuhan eksklusif khas Harley-Davidson yang membuatnya berdiri di kelas tersendiri. Sentuhan premium itu bukan sekadar tempelan logo, tetapi transformasi detail yang menciptakan rasa motor besar dalam tubuh yang lebih ringkas.

Perubahan paling menonjol terasa pada desain belakang. Unit tail yang lebih berotot, jok baru yang tampak padat, serta jarak subframe–roda belakang yang dipersingkat menghadirkan siluet agresif dengan nuansa Street Rod yang dulu pernah digemari banyak pengendara. Detail kecil seperti spion bar-end dan heat guard mungil pada knalpot menambah kesan siap tempur di jalanan perkotaan.

Secara teknis, X440T tetap mempertahankan konfigurasi performa X440: tenaga 26 hp dari mesin satu silinder dan panel instrumen TFT yang sudah mendukung konektivitas Bluetooth. Tidak ada revisi pada performa, namun karakter visual yang jauh lebih maskulin membuatnya terasa seperti motor baru yang sepenuhnya berbeda.

Harley-Davidson menawarkan X440T dalam empat warna anyar—merah, hitam, putih, dan biru tua—memberikan opsi yang lebih ekspresif untuk pengendara muda yang ingin tampil menonjol. Harga resmi untuk pasar India masih dirahasiakan, tetapi satu hal jelas: model ini menandai keseriusan Harley-Davidson dalam memperluas kaki di segmen motor terjangkau, tanpa meninggalkan identitasnya sebagai ikon kebebasan di jalan raya.

X440T bukan sekadar penyegaran—ia adalah pesan bahwa Harley-Davidson siap bermain lebih dalam di kelas menengah, menghadirkan gaya premium yang kini bisa dijangkau lebih banyak orang.

Continue Reading

Motor

Honda Vario 125 Terbaru Hadir Lebih Ringan, Lebih Sejuk, dan Lebih Efisien

Published

on

By

Astra Honda Motor kembali mengguncang panggung skutik 125 cc dengan menghadirkan Vario 125 dan Vario 125 Street generasi terbaru pada Senin (1/12/2025). Meski secara kasat mata tetap membawa DNA desain yang familiar sejak lebih dari satu dekade, Honda melakukan sentuhan teknis yang membuatnya terasa seperti nafas baru—lebih ringan, lebih efisien, dan lebih cerdas dalam urusan pendinginan.

Keunikan penyegaran kali ini bukan pada revisi rangka atau mesin, melainkan pada perampingan komponen strategis, terutama sektor radiator yang kini didesain lebih ringkas. Efeknya langsung terasa: pemakaian coolant turun hingga 14 persen, tanpa mengorbankan performa pendinginan.

Tak berhenti di situ, Honda juga mengoptimalkan bobot pada swingarm dan cover CVT yang kini lebih enteng sekitar 15 persen, menghasilkan total pengurangan bobot ±300 gram. Angka kecil, tetapi dampaknya terasa pada kelincahan dan efisiensi.

Yokomura memastikan bahwa meski radiator diperkecil, kualitas dinginnya tetap jempolan. “Performa pendinginan tetap setara dengan model sebelumnya. Bodi yang kini lebih aerodinamis memungkinkan penggunaan radiator yang lebih ramping,” jelasnya.

Dengan pendekatan yang lebih presisi pada efisiensi dan stabilitas suhu mesin, Vario 125 terbaru seolah ingin berkata:
lebih ringan bukan berarti kompromi—melainkan penyempurnaan.

Continue Reading

Motor

Bagnaia–Augusto Fernández Rebut Tahta 100 km dei Campioni, Rossi Harus Angkat Bendera Putih Lebih Cepat

Published

on

By

Edisi ke-11 100 km dei Campioni kembali menyajikan drama penuh emosi di Ranch Tavullia. Tahun ini, sorotan jatuh pada duet Francesco Bagnaia dan Augusto Fernández, yang tampil tanpa cela dan berhasil menyabet gelar juara. Namun di balik riuh sorak penonton, sang legenda dan pemilik Ranch, Valentino Rossi, justru harus menuntaskan balapan lebih cepat setelah motor rekannya mengalami kerusakan fatal.

Ajang ikonik ini kembali mempertemukan 46 pembalap top dunia dari berbagai kejuaraan: MotoGP, Moto2, Moto3, WorldSBK, Supermotard, hingga kehadiran karakter-karakter ikonik seperti Guy Martin dari Tourist Trophy. Suasana paddock terasa seperti reuni para gladiator aspal—nama-nama seperti Bagnaia, Bezzecchi, Marini, Pedro Acosta, Jack Miller, Moreira, Bulega, David Alonso, hingga Dominique Aegerter memadati Ranch bak pesta keluarga motorsport.

Untuk menjaga adrenalin, format tahun ini dibuat lebih kompetitif. Ada tambahan sprint race di hari pertama, sementara penentuan pasangan tidak lagi bebas, melainkan melalui undi acak—sebuah cara untuk meratakan peluang antara penghuni tetap Ranch dan para tamu bintang.

Kualifikasi berjalan sengit. Duet Diogo Moreira–Federico Fuligni menjadi yang tercepat, disusul pasangan Valentino Rossi–Mattia Casadei. Rossi bahkan sempat menghidupkan euforia lewat kemenangan di sprint race, membuktikan bahwa usia belum mengikis feeling flat track-nya.

Namun balapan tahun ini juga meninggalkan momen menegangkan. Mattia Pasini mengalami kecelakaan keras hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Untungnya, kondisinya segera stabil dan ia memberikan kabar menenangkan melalui media sosial.

Puncak 100 km dei Campioni hari Minggu berjalan panas sejak start. Bagnaia dan Fernández tampil solid dari lap pertama hingga bendera finis dikibarkan, memastikan mereka sebagai pemenang. Moreira–Fuligni harus puas di posisi kedua, sementara podium terakhir diraih Luca Marini–Matteo Patacca. Lima besar dilengkapi duet Pedro Acosta–Senna Agius serta Barry Baltus–Thomas Chareyre.

Sementara itu, nasib kurang bersahabat bagi Rossi. Motor yang digunakan rekan setimnya, Casadei, rusak berat akibat insiden awal balapan. Sang “Il Dottore” pun dipaksa menghentikan perjuangannya di rumah sendiri—sebuah pemandangan yang mengundang desahan kecewa dari para penonton yang memenuhi Ranch.

Walau akhir balapan terasa pahit untuk Rossi, atmosfer kekeluargaan, panasnya persaingan, dan semangat saling dorong antarbintang tetap menjadi ruh dari 100 km dei Campioni. Ajang ini kembali membuktikan diri sebagai ritual tahunan yang bukan hanya tentang siapa yang cepat, tetapi juga tentang jiwa balap yang tak pernah padam.

Continue Reading

Trending