Connect with us

Event

MARQUEZ TAK TEROBSESI RAIH KEMENANGAN MESKI YAKIN SUDAH DEKAT

Published

on

Sejak meninggalkan Honda untuk menunggangi Ducati GP23 bersama tim Gresini, pemenang 85 balapan, 59 di antaranya di MotoGP, Marquez telah berulang kali mendekati kemenangan tetapi belum berhasil meraihnya. Namun, ia tidak ingin menjadikan kemenangan sebagai “obsesi”.

Marquez menjadi runner-up di Sprint Portimao dan Austin. Di Jerez, ia tampil luar biasa dan finis kedua dalam balapan panjang setelah duel spektakuler dengan Francesco Bagnaia. Di Le Mans, ia finis P2 dua kali, pada Sabtu dan Minggu, setelah menyalip juara dunia dua kali itu di tikungan terakhir.

Melihat performanya di lintasan, serta sikapnya di podium dan paddock, banyak yang yakin bahwa kemenangan pertamanya akan segera tiba, mengakhiri kemarau akibat cedera lengan kanannya.

Kemenangan tersebut mungkin datang di Grand Prix kandangnya di Barcelona pekan depan.

“Tidak, di Montmelo, saya berani mengatakan itu tidak akan terjadi, karena di MotoGP itu adalah sirkuit terburuk untuk mencobanya,” ujar Marquez pada Minggu ketika Motorsport menanyakan kemungkinannya.

“Tapi kita lihat saja nanti, saya tidak mengesampingkan apa pun,” tambahnya, yang belum pernah mengendarai Desmosedici di Catalunya.

“Jika kami terus bekerja seperti ini, saya yakin kemenangan pertama akan datang, tetapi saya tidak ingin terobsesi dengan itu.

“Masalahnya, kemenangan pertama bisa saja datang, tetapi untuk bertarung dengan kedua rider (Jorge Martin dan Francesco Bagnaia), Anda harus sempurna di semua area.

“Kesalahan yang kami lakukan pada Jumat di Le Mans, misalnya, bisa terjadi sekali, tetapi tidak di setiap Grand Prix. Kami harus sangat waspada karena mereka tidak pernah gagal dalam kualifikasi, selalu start dari dua baris pertama, yang membuat hidup lebih mudah.”

Meskipun gagal lolos langsung ke Q2 dalam Practice di Le Mans, Marquez mampu meraih podium kedua setelah start dari luar 10 besar.

“Anda hanya perlu melihat berapa banyak rider yang naik dari posisi 13 ke posisi kedua di MotoGP hari ini. Sulit untuk menyalip, tetapi pada Sabtu setelah Sprint Race, saya merasa lebih penting kecepatan setelah balapan daripada kebangkitan di awal,” lanjutnya.

“Kecepatan setelah start menentukan kecepatan balapan panjang pada Minggu. Start yang tidak bagus seperti hari Sabtu tergantung pada banyak faktor. Pada Minggu, startnya bagus tapi tidak sebaik hari Sabtu. Kecepatan di Sprint memberi saya ketenangan pikiran sepanjang balapan untuk melaju sedikit demi sedikit, memiliki pembalap ketiga di dekat saya, yang merupakan posisi yang saya cari, saya bisa melewatinya dan melihat bahwa saya memiliki kecepatan.

“Pada satu lap (15), saya mencatatkan waktu terbaik dan mereka (Martin dan Bagnaia) melaju di depan, saat itu saya mengambil satu detik dari mereka, waktu yang hilang dari Fabio Di Giannantonio. Saya senang bisa bertarung dengan dua ‘ayam jago’ Ducati.”

Jika start sprint sangat spektakuler – kakaknya Alex Marquez berada di urutan keempat pada lap pertama – hari Minggu juga tidak kalah menarik.

“Saya mencoba start seperti hari Sabtu, tetapi itu juga tergantung pada bagaimana orang lain memulai dan di tikungan 1 saya tidak bisa mempertahankan garis seperti hari sebelumnya, di sisi dalam, ada pembalap dan saya kehilangan waktu. Dengan mengamankan posisi dan melewati chicane pertama, saya tidak bisa naik banyak posisi,” ungkapnya.

Salah satu momen paling menarik dari balapan ini terjadi di akhir, ketika Marc menyalip Bagnaia untuk meraih podium kedua.

“Saya meluncur dari posisi yang sangat jauh. Pada Sabtu di tikungan itu (9-10) saya tidak percaya diri, tetapi pada Minggu, saya sangat percaya diri, saya bisa mengerem sangat terlambat, menghentikan motor di belakang pembalap lain. Itu juga tikungan di mana Anda bisa melakukan kesalahan dan ada ruang untuk bermanuver, Anda bisa melaju agak jauh di chicane dan kembali,” ujarnya.

“Karena ini adalah lap terakhir, saya berharap Bagnaia akan menyerang Martin, karena saya melihatnya sangat agresif di Jerez. Saya pikir dia akan menyerang, karena memiliki akselerasi, tetapi saat melihat dia tidak menyerang, saya pikir saya bisa mengambil kesempatan.

“Saya keluar dari tikungan delapan dengan baik, tetapi tidak cukup untuk berpikir untuk menyalip, tetapi ketika saya melihat Bagnaia tidak melawan, saya melakukannya. Di tikungan 11 saya mempertahankan diri dan melaju penuh, saya pikir dia akan menyalip saya.

“Saya bisa melihat bahwa dia mencoba di tikungan terakhir, tetapi saya memiliki kecepatan dan di sektor empat saya tenang. Mereka berdua (Jorge dan Pecco) melakukan balapan yang hebat.”

Meskipun aksi menyalip ini penuh dengan nilai dan simbolisme, Marc meremehkannya.

“Itu adalah salip-menyalip yang bagus, tapi bukan untuk kemenangan. Itu memberi rasa yang baik, ya, karena itu manuver yang bagus, tapi hanya satu lagi. Sebuah salip-menyalip, untuk menjadi spesial, harus untuk meraih kemenangan,” katanya.

Meskipun Marquez tidak ingin terobsesi dengan kemenangan, ia enggan menyatakan bahwa tujuannya adalah memperjuangkan gelar. Saat ini, ia berada di urutan ketiga klasemen, 40 poin di belakang Martin dan hanya dua poin di belakang Pecco. Baginya sekarang yang terpenting adalah menjaga pikiran tetap tenang.

“Apa yang membuat saya paling tenang adalah bahwa saya bersenang-senang. Anda hanya perlu melihat orang-orang untuk mengetahui apakah Anda sedang bersenang-senang atau menderita. Tahun ini, ada relaksasi, kami bersenang-senang…,” katanya.

“Pada Sabtu, kami berada di urutan ke-13, apa yang bisa kami lakukan, kami tidak boleh marah. Kami tahu itu bisa terjadi di beberapa Grand Prix dan akan terjadi lebih sering, karena hal-hal kecil di MotoGP bisa membuat Anda kehilangan enam posisi sekaligus. Tapi tahun ini saya menikmatinya dan saya bersenang-senang.”

Event

Indonesia Cub Meeting 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Iconic Series di PFN Heritage

Published

on

By

Indonesia Cub Meeting atau ICM kembali hadir pada 2026 setelah sempat absen pada tahun sebelumnya. Festival yang menjadi salah satu wadah bagi pecinta motor bebek ini kembali digelar melalui kolaborasi NaikMotor dan Ngangon Bebek.

Indonesia Cub Meeting 2026 mengusung tema “Iconic Series” yang membawa pengunjung menyusuri perjalanan dan evolusi motor bebek dalam kultur otomotif Indonesia. Mulai dari model edisi khusus dan terbatas, motor bergaya JDM, hingga kendaraan operasional instansi pada era sebelumnya akan menjadi bagian dari sajian utama.

Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 13 September 2026 di PFN Heritage, Jalan Otista Raya 125-127, Jakarta Timur. Menariknya, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk alias gratis dan hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan.

Riding Gembira Buka Rangkaian ICM 2026

Indonesia Cub Meeting 2026 tidak hanya menyajikan display motor di area acara. Rangkaian kegiatan akan dimulai melalui Riding Gembira, yakni konvoi motor bebek dari Taman Mataram menuju PFN Heritage.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari karakter ICM yang tidak hanya mengedepankan motor sebagai objek pameran, tetapi juga membangun pengalaman berkendara dan interaksi antarkomunitas.

Setibanya di venue, pengunjung dapat melihat berbagai motor dalam kategori Iconic Series, termasuk model JDM dan koleksi dengan pendekatan period-correct.

Dari Motor Iconic hingga Kompetisi Antar-Komunitas

Program Indonesia Cub Meeting 2026 juga semakin beragam dengan hadirnya Aspira Period Correct Moto Show. Konsep ini memberikan ruang bagi motor yang mempertahankan karakter dan detail sesuai periode atau era tertentu.

Selain display motor, ICM 2026 akan diramaikan pertandingan pingpong antar-komunitas serta sejumlah penghargaan seperti Best Dress, Best Couple, dan Peserta Terjauh.

Berbagai door prize juga disiapkan untuk pengunjung dan peserta yang hadir dalam festival tersebut.

“ICM 2026 akan diawali dengan Riding Gembira, yakni konvoi motor bebek menuju venue PFN dari Taman Mataram. Nanti kita bisa melihat display motor-motor Iconic Series, ada motor-motor JDM, Aspira Period Correct Moto Show, tanding pingpong antar komunitas, award buat Best Dress, Best Couple dan Peserta Terjauh,” ujar Alvian Bimo Saputro dari Ngangon Bebek selaku pelaksana.

UMKM, Spare Part hingga Kultur Custom

Tidak hanya berbicara soal motor, Indonesia Cub Meeting 2026 juga membawa unsur lifestyle dan kultur custom. Area acara akan dilengkapi tenant makanan dan minuman dari UMKM serta booth spare part dan apparel.

Suasana festival semakin lengkap dengan penampilan DJ dan aksi artisan yang memperlihatkan langsung proses kreatif mereka. Salah satunya adalah seni pinstripe, termasuk aktivitas tattoo.

Konsep tersebut memperlihatkan bagaimana kultur motor bebek terus berkembang dan beririsan dengan fashion, seni, komunitas, serta gaya hidup.

Grand Prize Motor Modifikasi Astrea Grand

Salah satu daya tarik utama ICM 2026 adalah grand prize yang akan diundi pada puncak acara.

Pengunjung yang membeli merchandise resmi Indonesia Cub Meeting 2026 berkesempatan mendapatkan satu unit motor modifikasi berbasis Astrea Grand.

Motor tersebut mengusung gaya Cross Cub JDM dan merupakan hasil garapan Katros Garage. Kehadiran motor ini sekaligus menjadi representasi tema Iconic Series yang menggabungkan basis motor bebek legendaris dengan sentuhan modifikasi bergaya Jepang.

Selain Katros Garage, dukungan terhadap ICM 2026 juga datang dari berbagai pelaku bisnis di sektor otomotif dan lifestyle, seperti Bulls Syndicate, Rawtype Riot, Dainese Indonesia, Elders Company, Respiro, Lawless Jakarta, Emergency Towing, Lawless Burger, Tonyjack, Asca Helmet, Carnivores Soul, Mine Helmet, Vendora Pro, Pickers Service, dan Brap Helmet.

ICM 2026 juga mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Aspira, Aspira Premio, KYB, Ayam Skater, Katros Garage, Bijimata Communications, IIMS, Wahana Honda, Von Dutch, Cargloss, Ducks Garage, Cuprum Oil, dan Throttle Land.

Dengan konsep yang memadukan motor bebek, nostalgia, JDM, modifikasi, komunitas, lifestyle, hingga seni, Indonesia Cub Meeting 2026 diproyeksikan menjadi ruang bertemunya berbagai generasi pecinta motor bebek.

Bagi penggemar kultur cub dan motor bebek, 13 September 2026 menjadi tanggal yang layak dicatat. ICM 2026 siap membawa kembali cerita lama motor bebek ke dalam atmosfer otomotif masa kini di PFN Heritage Jakarta.

Continue Reading

Event

4 Motor Jadi Favorit Pengunjung GIIAS Surabaya 2026, Triumph Borong Penghargaan

Published

on

By

GIIAS Surabaya 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi mobil-mobil terbaru. Deretan kendaraan roda dua juga berhasil mencuri perhatian pengunjung selama pameran yang berlangsung di Grand City Convex, Surabaya, pada 26–30 Agustus 2026.

Sebanyak empat penghargaan untuk kategori sepeda motor diberikan berdasarkan survei langsung kepada pengunjung. Kategori tersebut meliputi Favorite Daily Bike, Favorite Big Bike, Favorite Electric Motorcycle, dan Most Ridden Motorcycle.

Menariknya, Triumph menjadi merek yang paling banyak membawa pulang penghargaan. Dua produknya, Speed 400 dan Bobber 1200, masing-masing berhasil menjadi favorit pengunjung di kelas yang berbeda.

Triumph Speed 400 Jadi Favorite Daily Bike

Untuk kategori Favorite Daily Bike, gelar diberikan kepada Triumph Speed 400.

Motor ini menawarkan perpaduan karakter klasik khas Triumph dengan konsep yang tetap praktis untuk penggunaan sehari-hari. Kehadirannya di GIIAS Surabaya 2026 berhasil menarik perhatian pengunjung dan membuatnya terpilih sebagai motor harian favorit.

Di sisi lain, Triumph juga berhasil mengamankan penghargaan di kategori big bike.

Bobber 1200 Menang di Kategori Big Bike

Triumph Bobber 1200 dinobatkan sebagai Favorite Big Bike.

Berbeda dengan Speed 400 yang mengedepankan fleksibilitas sebagai motor harian, Bobber 1200 membawa karakter cruiser modern dengan sentuhan desain klasik yang menjadi salah satu identitas Triumph.

Kemenangan keduanya sekaligus membuat Triumph menjadi merek dengan jumlah penghargaan terbanyak dalam kategori sepeda motor pada GIIAS Surabaya 2026.

Kuprum Nomad Jadi Motor Listrik Favorit

Perkembangan kendaraan listrik juga terlihat dari penghargaan yang diberikan pada kategori Favorite Electric Motorcycle.

Gelar tersebut diraih Kuprum Nomad.

Motor listrik ini menjadi salah satu produk roda dua yang mampu menarik perhatian pengunjung selama lima hari pameran. Kehadirannya juga menunjukkan bahwa kendaraan listrik semakin mendapatkan ruang dalam pameran otomotif regional.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa minat pengunjung terhadap kendaraan listrik tidak hanya datang dari segmen mobil, tetapi juga roda dua.

Polytron FOX 350 Paling Banyak Dicoba

Sementara itu, kategori Most Ridden Motorcycle diberikan kepada Polytron FOX 350.

Berbeda dengan penghargaan favorit yang lebih menitikberatkan pada pilihan pengunjung, kategori ini menjadi menarik karena berkaitan dengan seberapa banyak pengunjung yang mencoba langsung motor tersebut selama pameran.

Tingginya jumlah pengunjung yang menjajal FOX 350 menunjukkan ketertarikan terhadap motor listrik tersebut secara langsung, bukan sekadar melihat display di area pameran.

Empat Motor, Empat Karakter Berbeda

Jika dilihat dari para pemenangnya, keempat motor tersebut mewakili karakter yang cukup beragam.

Triumph Speed 400 merepresentasikan motor harian dengan nuansa klasik, sementara Triumph Bobber 1200 menawarkan karakter big bike yang lebih premium.

Di sisi kendaraan listrik, Kuprum Nomad menjadi favorit pengunjung, sedangkan Polytron FOX 350 mencatat daya tarik tinggi dari sisi pengalaman test ride.

Project Director GIIAS The Series, Abiyoso Wietono, menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta yang ikut menghadirkan kendaraan, inovasi, dan pengalaman menarik selama pameran.

Dengan demikian, GIIAS Surabaya 2026 bukan hanya menjadi ajang melihat teknologi dan kendaraan terbaru, tetapi juga menjadi tempat bagi pengunjung untuk menentukan sendiri produk roda dua mana yang paling menarik perhatian mereka.


Daftar Motor Peraih Penghargaan GIIAS Surabaya 2026

KategoriPemenang
Favorite Daily BikeTriumph Speed 400
Favorite Big BikeTriumph Bobber 1200
Favorite Electric MotorcycleKuprum Nomad
Most Ridden MotorcyclePolytron FOX 350
Continue Reading

Event

Andrea Iannone Dedikasikan Kemenangan untuk Indonesia Usai Tampil Dominan di Aragon

Published

on

By

Mantan pembalap MotoGP, Andrea Iannone, menunjukkan bahwa kemenangan di lintasan bukan hanya soal podium. Setelah tampil kompetitif di ajang Harley-Davidson Bagger World Cup, pembalap asal Italia tersebut memberikan pesan solidaritas kepada masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi dampak gempa bumi.

Iannone secara khusus mendedikasikan dua kemenangan yang diraihnya untuk masyarakat Indonesia. Melalui akun Instagram resminya, ia menyampaikan dukungan kepada para korban, keluarga, serta masyarakat yang terdampak bencana.

Iannone menyebut kemenangan tersebut sebagai bentuk dukungan simbolis sekaligus “pelukan kecil” untuk Indonesia di tengah situasi sulit.

“Saya ingin dua kemenangan ini, secara simbolis, sampai ke Indonesia sebagai sebuah pelukan kecil.”

Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap kekuatan dan persatuan masyarakat Indonesia dalam menghadapi masa-masa sulit.

Iannone Tampil Dominan di Harley-Davidson Bagger World Cup Aragon

Dedikasi tersebut disampaikan Iannone setelah menjalani balapan yang impresif di Sirkuit Aragon, Spanyol.

Pada seri kedua Harley-Davidson Bagger World Cup, pembalap Niti Racing Team tersebut mampu mengamankan kemenangan setelah menyelesaikan delapan lap balapan.

Jalannya lomba sempat mengalami penundaan sebelum start akibat kondisi lintasan. Pemeriksaan kemudian dilakukan menggunakan safety car yang dikendarai oleh mantan pembalap MotoGP, Loris Capirossi, sebelum balapan akhirnya dinyatakan siap untuk dimulai.

Iannone yang memulai balapan dari barisan depan langsung terlibat persaingan ketat dengan Oscar Gutierrez.

Gutierrez sempat mengambil posisi terdepan selepas start. Namun, Iannone tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan respons.

Saat keluar dari tikungan pertama, Iannone berhasil merebut kembali posisi terdepan dan mulai membangun ritme balapnya.

Duel Ketat Berakhir dengan Crash

Persaingan antara Iannone dan Gutierrez berlangsung cukup ketat pada lap-lap awal.

Namun, duel tersebut berakhir ketika Gutierrez mengalami kecelakaan di lap kedua setelah melewati batas di Tikungan 12.

Situasi tersebut membuat tekanan terhadap Iannone berkurang.

Pembalap Italia itu kemudian semakin nyaman memimpin balapan. Ritmenya terus meningkat dan beberapa kali Iannone mampu mencatatkan lap tercepat.

Hingga bendera finis dikibarkan, posisi terdepan berhasil dipertahankan Iannone.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi panggung bagi Iannone untuk menyampaikan pesan solidaritas kepada masyarakat Indonesia.

Dari MotoGP, Kini Kompetitif di Bagger World Cup

Nama Andrea Iannone tentu sudah tidak asing bagi penggemar MotoGP.

Pembalap Italia tersebut pernah menjadi bagian dari persaingan kelas premier dan memperkuat sejumlah tim besar, termasuk Ducati dan Suzuki.

Setelah perjalanan panjang di MotoGP, Iannone kemudian melanjutkan kariernya di berbagai ajang balap lainnya.

Kini, ia kembali menunjukkan kemampuan balapnya melalui Harley-Davidson Bagger World Cup.

Karakter motor yang digunakan tentu berbeda jauh dari prototipe MotoGP. Harley-Davidson Bagger memiliki dimensi besar dan bobot yang jauh berbeda dibandingkan motor MotoGP.

Namun, kemampuan Iannone dalam mengendalikan motor dengan karakter tersebut kembali terlihat di Aragon.

Bukan hanya soal kecepatan, kemenangan kali ini juga memiliki arti khusus karena Iannone memilih menggunakan momen tersebut untuk menyampaikan dukungan kepada Indonesia.

Kemenangan yang Punya Makna Lebih Besar

Dua kemenangan yang dipersembahkan Iannone bukan sekadar catatan statistik di klasemen balap.

Di balik performanya di lintasan, terdapat pesan kemanusiaan yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi dampak bencana.

Bagi dunia balap, podium adalah hasil dari kerja keras pembalap dan tim. Namun bagi Iannone, kemenangan di Aragon kali ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan solidaritas.

Dari lintasan Aragon, Andrea Iannone mengirim pesan dukungan untuk Indonesia. Sebuah kemenangan yang tidak hanya berbicara tentang kecepatan, tetapi juga tentang kepedulian.

Continue Reading

Trending