Connect with us

Motor

FP1 WSBK ITALIA MENUNJUKKAN AKSI MENAKJUBKAN DARI RAZGATLIOGLU

Published

on

Pembalap berbakat ini tampil tak tertandingi. Lawan-lawannya kesulitan mengejar kecepatan dan ketepatan Razgatlioglu di lintasan. Kegemilangannya di sesi latihan ini menjadi sorotan utama.

Toprak Razgatlioglu

Pada sesi FP1 WSBK Italia, pembalap tim BMW menunjukkan performa mengesankan dengan mencatatkan waktu putaran 1:33,448 menit. Ia menjadi satu-satunya pembalap yang berhasil mencetak waktu di bawah 1:34. Sementara itu, Alex Lowes dari tim Kawasaki memimpin di awal sesi dan menduduki posisi pertama, diikuti oleh Nicolo Bulega dari tim Ducati di urutan ketiga.

Sesi FP1 dimulai tepat pukul 10.20 dengan kondisi lintasan yang ideal. Para pembalap, termasuk Michele Pirro yang tampil sebagai wild card untuk Ducati, memulai sesi latihan pertama mereka pada pagi hari Jumat dengan suhu udara 23°C dan suhu aspal 31°C. Namun, sesi ini tidak berjalan mulus bagi pembalap Turki, Toprak Razgatlioglu, yang kembali ke pit setelah satu lap karena masalah teknis pada motor BMW M1000RR-nya.

Sebelas menit kemudian, sesi terhenti karena mesin Yamaha R1 milik Philipp Öttl mengeluarkan asap dan menyebabkan oli tercecer di tikungan 6 dan 7. Ini membuat FP1 berakhir prematur bagi Öttl yang finis di posisi ke-21.

Awalnya, Alex Lowes memimpin klasemen dengan waktu 1:34,008 dan mempertahankan posisi tersebut selama sepuluh menit. Namun, setelah jeda, Razgatlioglu berhasil mengungguli dengan waktu 1:33,700 dan meningkat lagi menjadi 1:33,648 menit. Rekan setimnya di BMW, Michael van der Mark, mengalami jatuh di Tikungan 4, namun berhasil kembali ke pit.

Sepuluh menit sebelum sesi berakhir, Michele Pirro dari Ducati juga mengalami kecelakaan di Tikungan 14, tetapi ia berhasil kembali ke pit tanpa cedera serius. Pada percobaan terakhir, Razgatlioglu memperbaiki catatan waktunya menjadi 1:33,448, memperlebar keunggulannya lebih dari setengah detik dari Alex Lowes yang akhirnya menempati posisi kedua.

Motor

BMW Motorrad Indonesia Buka Babak Baru di IIMS 2026, Empat Model Anyar Resmi Mengaspal

Published

on

By

Panggung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menjadi momentum penting bagi BMW Motorrad Indonesia untuk menegaskan eksistensinya di segmen roda dua premium. Bertempat di Hall B3–C3 Booth B10, JIExpo Kemayoran, pada 5 Februari 2026, BMW Motorrad resmi memperkenalkan empat motor terbaru yang mewakili performa, teknologi, hingga gaya hidup berkendara modern.

Peluncuran ini bukan sekadar menghadirkan produk baru, melainkan menjadi bagian dari langkah strategis BMW Motorrad Indonesia dalam membawa inovasi berkelanjutan, performa kelas dunia, serta pengalaman berkendara premium yang semakin relevan dengan karakter pengendara di Tanah Air.

Empat model yang diluncurkan tampil dengan karakter yang sangat beragam. BMW M 1000 RR hadir sebagai puncak performa BMW Motorrad, lahir dari DNA balap dengan teknologi yang dikembangkan langsung dari lintasan. BMW F 900 R menawarkan sensasi roadster sporty yang agresif namun tetap lincah untuk penggunaan harian.

Sementara itu, BMW R 12 GS menjadi jembatan antara warisan klasik BMW Motorrad dengan jiwa petualangan modern, menghadirkan motor yang siap menjelajah dengan karakter ikonik. Di sisi lain, BMW C 400 GT melengkapi jajaran sebagai skuter premium yang dirancang untuk kenyamanan, teknologi, dan mobilitas perkotaan.

Kehadiran keempat model ini mencerminkan strategi BMW Motorrad Indonesia dalam menyediakan pilihan lengkap bagi berbagai tipe pengendara—mulai dari pecinta kecepatan dan adrenalin, petualang, hingga kaum urban yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi.

Ms. Andrea Thiele, Head of Marketing BMW Motorrad South East Asia, menegaskan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam peta pertumbuhan BMW Motorrad di kawasan.

“IIMS merupakan salah satu pameran otomotif terbesar di Indonesia. Kami melihat ini sebagai momen yang tepat untuk memperkenalkan model-model terbaru BMW Motorrad kepada para penggemar roda dua di Tanah Air,” ungkap Andrea.

Ia juga menyoroti BMW C 400 GT sebagai solusi mobilitas yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan Indonesia saat ini.

Senada dengan hal tersebut, Josep Setiawan, Sales Director BMW Motorrad Indonesia, menjelaskan bahwa peluncuran di IIMS 2026 merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan.

“Line-up yang kami hadirkan mencerminkan komitmen BMW Motorrad Indonesia dalam menjawab kebutuhan pasar yang semakin beragam. Kami tidak hanya menawarkan produk premium, tetapi juga pengalaman berkendara yang menyeluruh serta koneksi yang kuat dengan komunitas,” jelasnya.

Tak berhenti pada produk, BMW Motorrad Indonesia juga memperkenalkan Majalah Resmi BMW Motorrad Indonesia sebagai sarana komunikasi baru. Media ini akan menjadi wadah untuk menyajikan informasi seputar produk, teknologi, kisah perjalanan, hingga aktivitas komunitas BMW Motorrad di Indonesia.

Partisipasi BMW Motorrad Indonesia di IIMS 2026 menegaskan posisinya sebagai brand sepeda motor premium yang tidak hanya menjual kendaraan, tetapi juga menghadirkan pengalaman, gaya hidup, dan ikatan emosional dengan para pengendara dan komunitasnya.

Continue Reading

Event

Sinyal Kuat Muncul, Royal Enfield Bear 650 Siap Debut Perdana di IIMS 2026

Published

on

By

Antusiasme pecinta motor klasik modern semakin memuncak setelah Royal Enfield merilis teaser terbaru yang mengisyaratkan kehadiran Bear 650 di Indonesia. Motor anyar tersebut dipastikan akan melakukan debut resminya di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, yang mulai digelar pada 5 Februari mendatang.

Kepastian peluncuran Bear 650 sebelumnya telah disampaikan dalam sesi konferensi pers pra-event IIMS 2026. Namun, sinyal tersebut semakin diperkuat lewat unggahan di akun Instagram resmi Royal Enfield, yang menampilkan siluet motor bergaya scrambler dengan aura petualang yang kental.

Siluet tersebut bukan sekadar penggoda. Royal Enfield secara tersirat menegaskan bahwa Bear 650 akan menjadi model terbaru mereka yang siap menyapa penggemar roda dua di Tanah Air, sekaligus memperluas jajaran motor bermesin 650 cc di pasar Indonesia.

Royal Enfield Bear 650 sendiri merupakan road scrambler yang terinspirasi dari Big Bear Run, lintasan ikonik di gurun California, Amerika Serikat. Semangat kebebasan dan eksplorasi dari jalur legendaris tersebut diterjemahkan ke dalam desain motor yang memadukan karakter klasik khas Royal Enfield dengan kemampuan melibas berbagai kondisi jalan.

Secara teknis, Bear 650 mengandalkan mesin parallel-twin 648 cc, basis yang sama dengan Interceptor 650 dan Continental GT 650. Mesin ini dikenal memiliki karakter torsi kuat di putaran menengah, menjadikannya ideal untuk penggunaan harian, touring santai, hingga petualangan jarak menengah.

Identitas scrambler Bear 650 semakin terasa lewat penggunaan setang tinggi, suspensi dengan travel lebih panjang, serta ban semi off-road. Racikan tersebut menghadirkan posisi berkendara yang nyaman sekaligus memberikan rasa percaya diri saat menghadapi jalanan yang tidak selalu mulus.

Kehadiran Royal Enfield Bear 650 di IIMS 2026 tak hanya menjadi penanda model baru, tetapi juga menunjukkan keseriusan Royal Enfield dalam menghadirkan motor berkarakter kuat bagi pasar Indonesia. Sebuah pilihan bagi mereka yang mencari motor dengan jiwa petualang, tanpa meninggalkan gaya klasik yang ikonik.

Continue Reading

Motor

Jawa 730 Twin 2026: Nafas Klasik Eropa dengan Jantung Twin 730 cc

Published

on

By

Jawa Moto kembali membangkitkan romantisme motor Eropa dengan menghadirkan Jawa 730 Twin model tahun 2026, sebuah café racer neo-klasik yang lahir langsung dari tanah asalnya di Republik Ceko. Model ini menjadi penegasan bahwa Jawa tak sekadar bernostalgia, tetapi juga serius membawa identitas klasiknya ke era modern.

Dari sisi tampilan, Jawa 730 Twin memancarkan aura café racer yang kuat. Siluet ramping berpadu dengan sentuhan modern, diperkuat oleh cover jok belakang khas motor balap klasik dan dudukan pelat nomor tubular yang dipasang di sisi lengan ayun. Detail-detail ini memberi kesan motor custom pabrikan yang elegan namun tetap berkarakter agresif.

Secara teknis, Jawa 730 Twin dikembangkan dari basis Jawa JD 750 Retro yang lebih dulu diperkenalkan pada 2025. Meski mengusung embel-embel “Retro”, platform dasarnya justru berasal dari motor naked modern berbasis Jedi 750 asal Tiongkok—platform yang juga digunakan beberapa merek Eropa lain, seperti Mash FR 750. Namun Jawa melakukan penyesuaian menyeluruh agar tetap selaras dengan DNA merek legendarisnya.

Sektor dapur pacu menjadi salah satu daya tarik utama. Motor ini dibekali mesin dua silinder sejajar berkapasitas 730 cc, berpendingin cairan, hasil pengembangan Jedi dengan dukungan teknis dari Suter Engineering asal Swiss. Tenaga puncaknya mencapai 75 hp pada 8.200 rpm, dengan torsi yang siap menemani perjalanan santai maupun agresif. Mesin ini juga sudah mengantongi standar emisi Euro 5+, menjadikannya relevan untuk pasar Eropa saat ini.

Menariknya, Jawa juga menyiapkan varian yang ramah pemegang lisensi A2, dengan output tenaga dibatasi hingga 48 hp. Sementara versi full power diklaim mampu melesat hingga 205 km/jam, angka yang cukup impresif untuk motor bergaya klasik.

Berbeda dari platform Jedi sebelumnya yang menggunakan rangka aluminium, Jawa 730 Twin memilih rangka pipa baja model bridge frame dengan penyangga atas ganda. Kombinasi ini memberi karakter berkendara yang lebih solid sekaligus mempertahankan nuansa mekanis khas motor klasik. Lengan ayun aluminium tetap dipertahankan demi menjaga kestabilan dan rigiditas saat dipacu.

Urusan suspensi, Jawa mempercayakan kepada Kayaba (KYB), dengan garpu depan upside-down dan monoshock belakang yang dapat disetel. Sistem pengereman ditangani oleh Brembo, lengkap dengan ABS dari Bosch, memastikan performa berhenti yang sepadan dengan tenaganya. Ban berprofil sport ukuran 120/70-17 di depan dan 180/55-17 di belakang terpasang pada velg aluminium cor.

Dalam kondisi kering, bobot Jawa 730 Twin berada di kisaran 213 kg. Tangki bahan bakar berkapasitas sekitar 16 liter dibuat dari material plastik oleh Acerbis Italia. Meski tergolong berbobot, motor ini tetap bersahabat untuk banyak pengendara berkat tinggi jok yang relatif rendah, sekitar 785 mm.

Tak hanya mengandalkan gaya klasik, Jawa 730 Twin juga dibekali fitur modern. Sistem pencahayaan sudah full LED, panel instrumen menggunakan layar TFT berwarna dengan dukungan konektivitas dan navigasi, serta sistem keyless yang menambah kepraktisan penggunaan harian.

Jawa memastikan versi produksi Jawa 730 Twin akan melakoni debut resminya pada ajang Motosalon Brno, Republik Ceko, pada 5 Maret 2026. Pada momen tersebut, harga resmi café racer neo-klasik ini juga akan diumumkan, sekaligus menandai langkah serius Jawa untuk kembali bersaing di segmen motor Eropa berkarakter klasik-modern.

Continue Reading

Trending