Electric Vehicle
TVS dan Hyundai Resmikan Kolaborasi Kendaraan Listrik Masa Depan, Fokus pada Mobilitas Mikro Global
Dua raksasa otomotif Asia, TVS Motor Company dan Hyundai Motor Company, mengumumkan kolaborasi strategis mereka untuk menghadirkan kendaraan listrik berukuran ringkas yang dirancang khusus untuk kebutuhan mobilitas mikro, tidak hanya di India tetapi juga untuk pasar global.
Bukan sekadar konsep di atas kertas, kolaborasi ini telah memasuki tahap pengembangan nyata. Hyundai membawa kekuatan teknologi dan desain futuristik, sementara TVS bertanggung jawab penuh dalam produksi dan distribusi, memastikan bahwa kendaraan-kendaraan ramah lingkungan ini bisa menjawab kebutuhan mobilitas modern masyarakat urban hingga semi-urban.
“Kami ingin mengubah cara dunia bergerak, bukan hanya lewat sepeda motor roda dua, tapi juga melalui kendaraan roda tiga dan empat yang fungsional, efisien, dan penuh inovasi,” ujar Vishal Mehta, Regional Business Head ASEAN TVS Motor Company, saat ditemui di Jakarta.

Kolaborasi ini telah membuahkan dua prototipe kendaraan listrik yang dipamerkan di Bharat Mobility Global Expo 2025, yaitu:
- E3W (Electric 3-Wheeler): kendaraan serbaguna yang bisa diadaptasi sebagai angkot listrik, kendaraan logistik, atau kendaraan tanggap darurat di kota-kota padat.
- E4W (Electric 4-Wheeler): mobil listrik kompak bergaya futuristik, cocok untuk transportasi lingkungan, kawasan wisata, atau layanan komunitas.
Lebih dari sekadar produk, kolaborasi TVS-Hyundai ini adalah manifesto masa depan mobilitas. Di saat banyak negara berpacu dalam menghadirkan kendaraan listrik massal, TVS dan Hyundai memilih jalan inovasi inklusif, menyasar akar kebutuhan transportasi masyarakat secara langsung—efisien, terjangkau, dan tetap bergaya.
Langkah ini juga mempertegas posisi TVS sebagai pemain mobilitas global yang tak hanya adaptif terhadap tren elektrifikasi, tetapi juga visioner dalam mengintegrasikan teknologi dan kebutuhan sosial secara nyata. Di tengah dorongan dunia untuk hidup lebih hijau, TVS dan Hyundai hadir sebagai harapan baru, mengisi celah mobilitas dengan solusi yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Electric Vehicle
China Siap Gegerkan Dunia EV! Standar Baterai Solid-State Rilis Juli 2026
China semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin inovasi kendaraan listrik global. Negara Tirai Bambu ini dikabarkan siap merilis standar nasional baterai solid-state pertama pada Juli 2026, sebuah langkah penting yang diyakini akan mengubah arah pengembangan teknologi baterai masa depan.
Informasi ini disampaikan langsung oleh kepala ilmuwan di China Automotive Technology and Research Center (CATARC). Ia mengungkapkan bahwa draf standar bertajuk “Solid-State Battery for Electric Vehicles Part 1: Terminology and Classification” telah rampung sejak Desember 2025. Dokumen ini menjadi fondasi awal bagi regulasi baterai generasi baru di industri otomotif China.
Memasuki Februari 2026, CATARC dijadwalkan menggelar uji verifikasi guna menyempurnakan metode pengujian serta memastikan indikator penilaian teknis benar-benar matang. Setelah melalui proses evaluasi dan persetujuan penuh yang ditargetkan selesai pada April 2026, standar ini dijadwalkan resmi dirilis ke publik pada Juli 2026.
Standar tersebut akan memuat definisi dan klasifikasi penting, mulai dari baterai cair konvensional, baterai semi-padat (solid-liquid), hingga baterai solid-state penuh. Kehadiran regulasi ini diharapkan mampu menyatukan persepsi industri sekaligus mempercepat komersialisasi teknologi baterai solid-state di China.

Di sisi lain, produsen otomotif dan baterai asal China juga bergerak agresif. Mereka berlomba mengembangkan baterai dengan kepadatan energi tinggi dan tingkat keamanan yang lebih baik terhadap risiko kebakaran. Secara teori, baterai solid-state mampu menembus kepadatan energi di atas 300 Wh/kg, jauh melampaui baterai lithium-ion konvensional.
Salah satu terobosan datang dari Dongfeng, yang telah menguji baterai solid-state berkepadatan 350 Wh/kg pada sedan listrik eπ 007. Hasilnya cukup mencengangkan: mobil diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 km dalam sekali pengisian, dengan tingkat retensi energi mencapai 72 persen meski beroperasi pada suhu ekstrem hingga -30 derajat Celsius.

Tak hanya itu, para ilmuwan China sebelumnya juga mengumumkan keberhasilan pengembangan anoda kawat nano silikon untuk baterai solid-state. Teknologi ini menjanjikan peningkatan signifikan pada aspek keamanan, kepadatan energi, serta ketahanan siklus pengisian daya.
Sejumlah raksasa otomotif seperti BYD, Geely, Chery, GAC, dan FAW dilaporkan akan mulai melakukan uji coba pemasangan baterai solid-state pada kendaraan mereka mulai tahun depan.
Dengan regulasi yang kian jelas dan dukungan riset yang masif, baterai solid-state bukan lagi sekadar konsep masa depan. China tampaknya sedang menyiapkan lompatan besar menuju era kendaraan listrik yang lebih aman, lebih efisien, dan berdaya jelajah jauh lebih panjang.
Electric Vehicle
United RX6000 Resmi Diperkenalkan di IIMS 2026, Motor Listrik Dual Purpose Siap Jelajah Beragam Medan
United E-Motor kembali membuat gebrakan di panggung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026) dengan meluncurkan United RX6000, motor listrik dual purpose yang dirancang untuk menjawab tantangan mobilitas modern. Bertempat di Hall C2 JIExpo Kemayoran, kehadiran RX6000 menandai langkah penting United dalam memperluas segmen motor listrik di Indonesia.
Tak sekadar motor listrik harian, RX6000 hadir sebagai kendaraan serbaguna yang siap digunakan di jalan perkotaan hingga medan semi-offroad. Konsep dual purpose ini mencerminkan karakter geografis Indonesia yang beragam, sekaligus kebutuhan pengendara yang menginginkan fleksibilitas dalam satu kendaraan.

Secara visual, United RX6000 mengusung desain bergaya trail dengan posisi berkendara tegak yang memberikan rasa percaya diri dan kontrol maksimal. Kenyamanan dan stabilitas ditunjang oleh suspensi depan Upside Down (USD) serta monoshock belakang direct-mount, sementara sistem pengereman cakram hidrolik di kedua roda memastikan keamanan di berbagai kondisi jalan.
Salah satu sorotan utama RX6000 adalah kemampuannya melakukan pengisian daya langsung di SPKLU dengan standar Euro Type 2. Fitur flexible charging ini menjadikannya sebagai motor listrik pertama di Indonesia yang kompatibel dengan infrastruktur SPKLU publik, membuka peluang perjalanan jarak lebih jauh tanpa rasa khawatir kehabisan daya.
Dari sisi performa, RX6000 dibekali motor listrik bertenaga 6000W dengan kecepatan maksimum mencapai 80 km/jam. Kombinasi tersebut dipadukan dengan baterai lithium 72V 54Ah yang mampu menempuh jarak hingga 120 km dalam satu kali pengisian. Fitur fast charging juga menjadi nilai tambah, memungkinkan pengisian dari 0 hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 1,5 jam.
Lebih dari sekadar produk, kehadiran United RX6000 juga menjadi simbol komitmen terhadap mobilitas ramah lingkungan. Motor listrik ini berkontribusi dalam mengurangi emisi gas buang dan polusi suara, sejalan dengan upaya percepatan transisi menuju ekosistem kendaraan rendah emisi di Indonesia.

Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk, Henry Mulyadi, menegaskan bahwa RX6000 dikembangkan untuk menjadi solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa motor listrik masa kini harus tangguh, fleksibel, dan mampu menjadi kendaraan utama, bukan sekadar alternatif.
United RX6000 dipasarkan dengan harga Rp49,9 juta (OTR Jakarta). Melalui peluncuran ini, United E-Motor mempertegas posisinya sebagai salah satu pemain serius dalam industri kendaraan listrik nasional, dengan produk yang aplikatif dan berorientasi jangka panjang untuk mendukung masa depan green mobility Indonesia.
Electric Vehicle
Dari Imut Jadi Sporty! Changan Lumin ElectroRush Curi Perhatian di IIMS 2026
Changan kembali mencuri perhatian di IIMS 2026 dengan menghadirkan interpretasi berbeda dari mobil listrik mungil andalannya. Melalui Changan Lumin ElectroRush, pabrikan asal Tiongkok ini ingin membuktikan bahwa micro EV bukan sekadar kendaraan fungsional, melainkan juga bisa menjadi cerminan karakter dan gaya hidup penggunanya.

Konsep ElectroRush dirancang untuk menampilkan sisi sporty modern, namun tetap setia pada DNA Lumin sebagai mobil listrik kompak yang lincah dan menyenangkan untuk dikendarai. Sentuhan modifikasi dilakukan tanpa mengorbankan kenyamanan, sehingga mobil ini tetap ideal untuk mobilitas harian di tengah padatnya lalu lintas perkotaan.
Aura sporty diperkuat melalui penggunaan pelek SSW S223 berukuran 15 inci yang dibalut ban Falken SN832i ukuran 195/50 R15. Kombinasi ini memberikan tampilan yang lebih berisi sekaligus tetap proporsional, mengingat ukurannya hanya naik satu tingkat dari pelek standar 14 inci milik Lumin.
Tak berhenti di situ, kehadiran rear wing di bagian belakang semakin menegaskan karakter agresif khas mobil sport. Meski tampil lebih berani, desainnya tetap dirancang seimbang agar menyatu dengan bodi Lumin yang ringkas dan futuristis.

Lewat Lumin ElectroRush, Changan menyampaikan pesan bahwa mobil listrik mungil pun bisa tampil ekspresif, stylish, dan tetap fun to drive—sebuah pendekatan segar bagi pasar EV urban yang terus berkembang.
-
Motor Balap12 months agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor6 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor1 year ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
-
Event2 years ago
Prestasi Gemilang: Ebon Raih Gelar Terbaik FFA 2 Tak 402 M Dragbike IDW Racertees Ekitoyama 2024
