Connect with us

TIPS & TRIK

Shoei Wyvern Comeback! Helm Legendaris Era 90-an Siap Lahir Kembali dengan Sentuhan Modern

Published

on

Shoei kembali membangkitkan gelombang nostalgia di dunia helm roda dua. Setelah lebih dari dua dekade “menghilang”, salah satu produk paling ikoniknya, Shoei Wyvern, dipastikan akan kembali hadir dalam versi modern, tanpa menghilangkan sentuhan khas era 90-an yang begitu kuat.

Bagi para penikmat manga balap jalanan seperti Kirin, helm ini bukan sekadar pelindung kepala—Wyvern adalah simbol keberanian, kebebasan, dan jiwa pemberontak para speed junkie Jepang. Dagu yang menonjol, tiga ventilasi depan yang agresif, dan bentuk siluet yang maskulin membuat Wyvern begitu melekat di hati para penggemar balap jalanan era 90-an.

Rilis perdana Wyvern di dekade 1990-an hanya menyasar pasar Jepang, namun popularitasnya menembus batas. Helm ini dianggap sebagai identitas anak jalanan Jepang—liar, berani, dan penuh gaya. Kini, setelah teaser resminya meluncur 9 Mei lalu, disusul visual terbaru pada 2 Juni 2025, Wyvern siap dilahirkan kembali, dan tetap setia pada DNA lamanya.

Tampilan baru Wyvern hadir lebih tajam, lebih bersih, namun tidak menghilangkan karakter “bad boy”-nya. Shoei menyempurnakan ventilasi dagu legendarisnya, menyisipkan inovasi desain modern namun tetap mempertahankan aura street fighter yang jadi ciri khas helm ini.

Kembalinya Wyvern bukan sekadar upaya mengejar tren. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah. Shoei bermain di ranah emosional—membangkitkan memori masa muda penggemar motor yang tumbuh di era 90-an, sembari memperkenalkan ikon lama kepada generasi baru.

Kini, pertanyaan besar pun bergema: Apakah Shoei Wyvern versi 2025 ini hanya akan tersedia eksklusif di Jepang, atau akhirnya bisa dinikmati pasar global?

Para kolektor dan pecinta gaya klasik tentu tak sabar menyambutnya. Karena di balik setiap helm Shoei Wyvern, tersimpan cerita tentang masa lalu yang kembali hidup, dalam kecepatan yang jauh lebih modern.

Moto GP

Berapa Harga Ban MotoGP? Ini Fakta di Balik Biaya Ban Balap Paling Rahasia di Dunia

Published

on

By

Pergantian pemasok ban MotoGP dari Michelin ke Pirelli mulai musim 2027 kembali memunculkan satu pertanyaan yang sejak lama menjadi misteri di dunia balap motor: berapa sebenarnya harga satu ban MotoGP, dan siapa yang membayar seluruh kebutuhan ban selama satu musim?

Selama bertahun-tahun, MotoGP dikenal sebagai salah satu kejuaraan motorsport dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi. Mulai dari nilai kontrak pembalap, anggaran tim, hingga biaya operasional seperti penyediaan ban, hampir tidak pernah dipublikasikan secara terbuka.

Kini, menjelang era baru MotoGP bersama Liberty Media dan regulasi mesin 850 cc pada 2027, sejumlah informasi mulai terungkap.


Era Baru MotoGP: Michelin Digantikan Pirelli

MotoGP pertama kali menerapkan sistem single tyre supplier pada musim 2009 ketika Bridgestone dipercaya menjadi pemasok tunggal ban balap.

Kemudian, mulai musim 2016, Michelin mengambil alih tugas tersebut dan akan mengakhiri kiprahnya setelah musim 2026 selesai.

Memasuki regulasi baru tahun 2027, Pirelli resmi menjadi pemasok tunggal ban untuk MotoGP, Moto2, dan Moto3, sekaligus menyatukan seluruh kelas Grand Prix di bawah satu produsen ban.

Pergantian ini bukan hanya soal performa ban di lintasan, tetapi juga berkaitan dengan investasi, pengembangan teknologi, hingga biaya operasional yang nilainya mencapai puluhan juta euro setiap musim.


Siapa Sebenarnya yang Membayar Ban MotoGP?

Banyak yang mengira seluruh biaya ban ditanggung oleh tim peserta. Faktanya, sistem yang berlaku jauh lebih kompleks.

Direktur Balap Motor Pirelli, Giorgio Barbier, menjelaskan bahwa dalam kompetisi dunia seperti MotoGP maupun Formula 1, hubungan antara promotor dan pemasok ban dibangun melalui proses negosiasi bisnis.

Pemasok ban memang membayar biaya lisensi kepada promotor agar menjadi pemasok resmi. Namun di sisi lain, produsen ban juga harus menanggung biaya produksi ban, pengembangan teknologi, logistik, tenaga teknis, hingga operasional di setiap seri balapan.

Nilai keseluruhan investasi tersebut bisa mencapai puluhan juta euro setiap musim.

Dengan kata lain, status sebagai pemasok resmi bukan sekadar memasok ban, tetapi juga menjadi bagian dari investasi besar dalam pengembangan teknologi balap dunia.


Apakah Tim MotoGP Membayar Ban?

Untuk kelas MotoGP, jawabannya adalah tidak.

Ban yang digunakan setiap akhir pekan balapan telah menjadi bagian dari sistem yang disiapkan penyelenggara bersama pemasok ban.

Berbeda dengan World Superbike (WSBK), di mana tim masih harus mengeluarkan biaya tertentu untuk penggunaan ban.

Sementara itu, pada kelas Moto2 dan Moto3 terdapat mekanisme yang berbeda sesuai regulasi masing-masing kejuaraan.


Kenapa Ban MotoGP Tidak Bisa Dibeli Publik?

Salah satu aturan paling ketat dalam kontrak pemasok ban MotoGP adalah larangan menjual ban spesifikasi MotoGP kepada masyarakat umum.

Tujuannya sangat jelas, yaitu menjaga kesetaraan kompetisi.

Jika ban MotoGP dijual bebas, tim ataupun pabrikan bisa membeli ban identik untuk melakukan pengujian pribadi di luar jadwal resmi.

Karena alasan tersebut, distribusi ban MotoGP dikontrol secara penuh oleh penyelenggara.

Setiap pabrikan hanya memperoleh alokasi ban uji dalam jumlah terbatas setiap musim, biasanya berkisar antara 170 hingga 260 unit, tergantung status konsesi masing-masing.


Jadi Berapa Harga Satu Ban MotoGP?

Inilah pertanyaan yang hingga kini masih belum memiliki jawaban pasti.

Giorgio Barbier menolak mengungkap harga resmi ban MotoGP, tetapi ia memberikan sedikit gambaran mengenai biaya produksinya.

Sebagai perbandingan, ban belakang Pirelli Diablo Superbike yang dijual untuk kompetisi memiliki harga sekitar 300 euro, atau sekitar Rp6 jutaan.

Menurut Barbier, ban MotoGP diproduksi menggunakan fasilitas, mesin, dan tenaga ahli yang sama. Perbedaannya hanya terletak pada material, konstruksi, dan proses pengembangan yang jauh lebih kompleks.

Artinya, harga produksi ban MotoGP dipastikan jauh lebih tinggi, meski angka resminya tetap menjadi rahasia antara Pirelli dan penyelenggara MotoGP.


Teknologi Balap Turun ke Motor Harian

Meski ban MotoGP tidak diperjualbelikan, teknologi yang dikembangkan untuk kelas premier tetap memberikan manfaat bagi konsumen.

Pirelli memastikan pengalaman dari lintasan balap digunakan sebagai dasar pengembangan ban performa tinggi untuk motor sport yang dipasarkan secara global.

Dengan demikian, inovasi yang lahir dari MotoGP tetap bisa dirasakan oleh pengguna motor jalan raya melalui produk-produk komersial mereka.

Continue Reading

Motor

Fungsi Shockbreaker Motor, Lebih dari Sekadar Peredam Guncangan

Published

on

By

NGASPALTV – Banyak pengendara menganggap shockbreaker hanya berfungsi meredam guncangan saat motor melintasi jalan berlubang atau bergelombang. Padahal, komponen ini memiliki peran yang jauh lebih penting dalam menjaga stabilitas, traksi ban, handling, hingga keselamatan berkendara.

Shockbreaker merupakan bagian utama dari sistem suspensi yang bekerja mengendalikan gerakan pegas ketika roda menerima benturan dari permukaan jalan. Tanpa kinerja shockbreaker yang optimal, motor akan kehilangan keseimbangan, sulit dikendalikan, dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Berikut beberapa fungsi penting shockbreaker yang wajib diketahui setiap pengendara.


Apa Itu Shockbreaker?

Shockbreaker adalah komponen suspensi yang bertugas mengontrol gerakan pegas saat roda menerima benturan.

Ketika motor melewati jalan berlubang, polisi tidur, atau permukaan bergelombang, pegas suspensi akan menyerap energi benturan. Shockbreaker kemudian meredam ayunan pegas agar tidak memantul secara berlebihan.

Dengan cara tersebut, roda tetap menempel pada permukaan jalan sehingga motor lebih stabil dan nyaman dikendarai.


1. Meredam Guncangan demi Kenyamanan Berkendara

Fungsi paling dikenal dari shockbreaker adalah mengurangi getaran yang diterima pengendara maupun penumpang.

Saat melewati jalan rusak, suspensi yang bekerja dengan baik akan menyerap benturan sehingga perjalanan terasa lebih halus.

Sebaliknya, jika shockbreaker sudah lemah atau bocor, setiap lubang di jalan akan terasa lebih keras dan membuat pengendara cepat lelah.


2. Menjaga Traksi Ban Tetap Optimal

Shockbreaker juga memiliki tugas penting menjaga ban tetap menempel pada permukaan jalan.

Saat roda bergerak naik turun mengikuti kontur jalan, shockbreaker mengontrol gerakan tersebut agar ban tidak kehilangan daya cengkeram.

Traksi yang baik sangat berpengaruh terhadap:

  • Akselerasi
  • Pengereman
  • Stabilitas saat menikung
  • Kendali motor di jalan licin

Semakin baik kondisi shockbreaker, semakin optimal pula grip ban terhadap aspal.


3. Membantu Menjaga Stabilitas Motor

Saat motor berbelok, berakselerasi, maupun melakukan pengereman mendadak, terjadi perpindahan beban kendaraan.

Shockbreaker bekerja mengendalikan perpindahan tersebut agar motor tetap seimbang.

Jika shockbreaker mengalami kerusakan, gejala yang sering muncul antara lain:

  • Motor terasa limbung saat menikung
  • Bagian belakang memantul berlebihan
  • Motor bergoyang saat kecepatan tinggi
  • Handling menjadi kurang presisi

Kondisi tersebut tentu akan mengurangi rasa percaya diri saat berkendara.


4. Membantu Sistem Pengereman Bekerja Maksimal

Shockbreaker yang masih prima membantu distribusi beban saat pengereman.

Ketika rem digunakan, roda akan tetap menempel dengan baik di permukaan jalan sehingga daya cengkeram ban tetap maksimal.

Sebaliknya, shockbreaker yang rusak dapat menyebabkan roda memantul saat pengereman sehingga jarak berhenti menjadi lebih panjang.


5. Menambah Umur Komponen Motor

Suspensi yang bekerja dengan baik juga membantu mengurangi beban berlebih pada berbagai komponen motor seperti:

  • Rangka
  • Velg
  • Ban
  • Bearing roda
  • Swing arm

Karena benturan telah diserap oleh shockbreaker, komponen lain tidak menerima tekanan secara langsung sehingga usia pakainya menjadi lebih panjang.


Ciri-ciri Shockbreaker Mulai Rusak

Pengendara perlu segera melakukan pemeriksaan apabila muncul tanda-tanda berikut:

  • Oli shock bocor
  • Motor terasa keras saat melewati jalan rusak
  • Suspensi memantul berlebihan
  • Ban cepat aus tidak merata
  • Motor limbung saat menikung
  • Timbul suara “jeduk” dari area suspensi

Jika gejala tersebut dibiarkan, kenyamanan berkendara akan menurun dan risiko kecelakaan juga meningkat.


Kesimpulan

Shockbreaker bukan hanya berfungsi sebagai peredam guncangan, tetapi juga menjadi komponen penting yang menentukan stabilitas, traksi, handling, hingga keselamatan berkendara.

Oleh karena itu, pemeriksaan kondisi suspensi secara berkala sangat disarankan. Pastikan tidak ada kebocoran oli, suara abnormal, maupun penurunan performa agar motor tetap nyaman dan aman digunakan dalam berbagai kondisi jalan.

Continue Reading

Motor

Chigee SR-1 Hadir, Radar Blind Spot Universal yang Membawa Teknologi Keselamatan Premium ke Semua Motor

Published

on

By

Teknologi keselamatan aktif kini tidak lagi menjadi hak eksklusif motor adventure premium atau motor touring berharga ratusan juta rupiah. Melalui produk terbarunya, Chigee SR-1, perusahaan teknologi asal China menghadirkan sistem radar blind spot universal yang dapat dipasang pada hampir semua jenis sepeda motor.

Perangkat ini dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra bagi pengendara dengan menghadirkan fitur keselamatan layaknya motor premium. Mulai dari motor sport, naked bike, skutik, motor klasik hingga motor touring kini dapat menikmati teknologi radar modern tanpa harus mengganti kendaraan.

Mengandalkan Radar Gelombang Milimeter 77 GHz

Chigee SR-1 menggunakan sensor radar gelombang milimeter (Millimeter Wave Radar) berfrekuensi 77 GHz, teknologi yang juga digunakan pada berbagai kendaraan premium.

Radar tersebut bekerja dengan memantau area belakang dan samping motor secara real-time untuk mendeteksi keberadaan kendaraan yang berada di titik buta (blind spot).

Menariknya, sistem ini dikembangkan khusus untuk karakteristik sepeda motor, sehingga mampu membaca perubahan posisi kendaraan saat berpindah jalur, menyalip, hingga melakukan lane splitting di tengah kemacetan.

Empat Fitur Keselamatan Aktif dalam Satu Perangkat

Chigee membekali SR-1 dengan empat fitur utama yang bekerja secara bersamaan, yaitu:

  • Blind Spot Detection (BSD) untuk mendeteksi kendaraan di area titik buta.
  • Lane Change Assist (LCA) yang membantu memastikan jalur aman sebelum berpindah lajur.
  • Overtaking Warning sebagai peringatan ketika ada kendaraan yang sedang menyalip.
  • Rear Collision Warning (RCW) untuk memberi peringatan dini jika terdapat potensi tabrakan dari arah belakang.

Seluruh sistem bekerja secara otomatis menggunakan radar dengan sudut pemindaian mencapai 110 derajat dan jangkauan hingga 70 meter.

Tetap Akurat di Berbagai Kondisi Cuaca

Keunggulan lain Chigee SR-1 terletak pada kemampuannya bekerja di berbagai kondisi lingkungan.

Radar tetap mampu membaca objek secara akurat saat hujan, berkabut, berdebu, maupun pada malam hari dengan minim pencahayaan.

Teknologi radar juga mampu mengukur jarak dan kecepatan relatif kendaraan lain dengan tingkat presisi tinggi, sehingga peringatan yang diberikan lebih cepat dan akurat dibanding sistem berbasis kamera.

Instalasi Praktis Tanpa Mengubah Sistem Motor

Salah satu daya tarik utama Chigee SR-1 adalah proses pemasangannya yang relatif sederhana.

Modul radar ditempatkan di bagian belakang motor, umumnya di sekitar area pelat nomor, sedangkan indikator peringatan dipasang di dekat spion agar mudah terlihat oleh pengendara.

Menariknya, perangkat ini dapat beroperasi secara mandiri tanpa harus menggunakan layar tambahan. Namun bagi pengguna smart display Chigee, radar dapat diintegrasikan sehingga peringatan visual juga dilengkapi notifikasi suara.

Membawa Teknologi Motor Premium ke Kendaraan Harian

Hadirnya Chigee SR-1 menjadi solusi menarik bagi pemilik motor lawas maupun motor harian yang menginginkan fitur keselamatan modern tanpa harus membeli motor baru.

Dengan teknologi radar 77 GHz, blind spot detection, hingga rear collision warning, perangkat ini berpotensi menjadi salah satu aksesori keselamatan paling inovatif yang hadir di dunia roda dua dalam beberapa tahun terakhir.

Continue Reading

Trending