Motor Balap
Seleksi Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026: Dari 113 Bakat Dunia, Hanya 8 yang Terpilih!
Tiga hari penuh tensi dan emosi terjadi di Guadix, Spanyol Selatan (6–9 Oktober 2025). Di bawah langit biru dan cuaca sempurna, lebih dari seratus pembalap muda bertarung bukan hanya dengan waktu—tapi dengan mimpi mereka sendiri. Inilah momen ketika bakat dan ambisi bertemu di lintasan seleksi Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026.

Sebanyak 113 pembalap muda dari 38 negara tampil membawa harapan, adrenalin, dan kerja keras. Tapi seperti halnya balapan, garis finis hanya milik segelintir yang benar-benar siap. Hasilnya, delapan pembalap terbaik resmi mendapatkan tiket emas menuju ajang bergengsi yang menjadi gerbang menuju MotoGP.
Ajang Rookies Cup telah menjadi titik awal banyak legenda MotoGP modern. Nama besar seperti Pedro Acosta dan Jose Rueda, bahkan Veda Ega Pratama dari Indonesia, pernah mengukir kisah luar biasa dari kompetisi ini. Rueda kini menjadi Juara Dunia Moto3 2025, sedangkan Veda—runner-up Rookies Cup musim ini—bersiap menapaki tangga karier berikutnya di kelas Moto3.

Namun, di balik cerita para bintang besar, selalu ada kisah inspiratif yang menggugah. Tahun ini, perhatian tertuju pada Travis Borg, pembalap muda asal Malta berusia 16 tahun. Negara kecil tanpa sirkuit road race itu justru melahirkan semangat besar dari seorang remaja yang memulai kariernya di lintasan motocross satu-satunya di negaranya.
“Saya satu-satunya pembalap road race dari Malta. Begitu saya pertama kali mencoba motor saku di usia enam tahun, saya langsung jatuh cinta,” ujar Travis penuh semangat. “Saya tumbuh dengan menonton ayah saya balapan di Sisilia. Kini, mimpi saya balapan di trek-trek besar Eropa akhirnya jadi nyata.”
Seleksi tahun ini bukan sekadar mencari pembalap tercepat—tetapi mereka yang punya nyali, karakter, dan semangat untuk hidup di dunia MotoGP.
Motor Balap
Nicolo Bulega Tak Terbendung! Sapu Bersih Race 2 Hungaria dan Pecahkan Rekor
Dominasi World Superbike Championship 2026 semakin mengerikan lewat performa Nicolo Bulega. Pada Race 2 di Balaton Park Circuit, pembalap Ducati tersebut kembali meraih kemenangan sekaligus memperpanjang rekor menjadi 16 kemenangan beruntun.
Tak hanya itu, Bulega juga sukses menyapu bersih 12 kemenangan dari 12 balapan musim ini dan mencatatkan 25 podium berturut-turut—menyamai rekor sepanjang sejarah WorldSBK. Awal musimnya jelas masuk kategori paling dominan dalam sejarah kejuaraan ini.

Tekanan Lecuona Tak Cukup, Ducati Tetap Superior
Di belakang Bulega, Iker Lecuona sempat memberikan tekanan serius. Sepanjang balapan, ia menjaga jarak di bawah satu detik. Namun, memasuki lap-lap akhir, gap melebar hingga 2,5 detik—menegaskan konsistensi pace Bulega yang sulit ditandingi.

Podium ketiga diamankan oleh Yari Montella yang tampil solid sejak awal. Ia memanfaatkan kesalahan Lorenzo Baldassarri dan Alvaro Bautista di tikungan 15 untuk mengunci posisi.
Persaingan Ketat di Grup Tengah
Baldassarri sempat mencoba comeback di lap akhir, namun gagal menyalip Montella dan harus puas finis keempat. Posisi lima besar ditutup oleh Garrett Gerloff sebagai pembalap non-Ducati terbaik.
Sementara itu, performa impresif ditunjukkan Sam Lowes yang naik dari posisi 11 ke posisi 6. Di belakangnya, Remy Gardner dan Stefano Manzi membawa Yamaha masuk 10 besar, dengan Manzi mencatatkan top 10 pertamanya di WorldSBK.
Bulega Makin Dekat Gelar Dunia

Dengan performa nyaris sempurna sejauh ini, Nicolo Bulega semakin mengukuhkan diri sebagai kandidat terkuat juara dunia WorldSBK 2026. Konsistensi, kecepatan, dan minim kesalahan menjadi kunci dominasinya musim ini.
Moto GP
Hasil Tes MotoGP Jerez 2026: Aprilia Dominan, Ducati Fokus Perbaiki Front Feeling
Sesi tes resmi pasca balapan MotoGP Jerez Test 2026 menghadirkan banyak insight penting terkait arah pengembangan motor di musim ini. Tes yang berlangsung di Circuito de Jerez ini dimanfaatkan maksimal oleh seluruh pabrikan untuk mengevaluasi performa sekaligus menguji komponen baru.
Sorotan utama datang dari dominasi Aprilia Racing yang menguasai posisi teratas. Duet Ai Ogura dan Raul Fernandez dari tim satelit Trackhouse tampil impresif, bahkan menjadi satu-satunya pembalap yang mampu mencatatkan waktu di bawah 1 menit 36 detik.
Hasil ini mempertegas bahwa Aprilia saat ini sedang berada dalam momentum performa yang sangat kompetitif.
Aprilia Uji Aero dan Ergonomi Baru

Di sesi tes ini, Aprilia Racing fokus pada pengembangan:
- Fairing depan baru (aerodinamika)
- Penyempurnaan ergonomi motor
- Setup khusus untuk Jorge Martin
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Aprilia tidak hanya cepat secara mesin, tetapi juga terus mengoptimalkan kenyamanan dan kontrol pembalap—faktor penting dalam menjaga konsistensi race pace.
Ducati Cari Solusi Front-End dan Sasis
Sementara itu, kubu Ducati Lenovo Team memanfaatkan tes ini untuk mengejar gap performa dari Aprilia.
Fokus utama Ducati:
- Pengembangan sasis baru
- Peningkatan “front feeling”
- Uji fairing depan dan samping
- Evaluasi swingarm terbaru
Pembalap utama Marc Marquez terlihat fokus mencari setup terbaik untuk meningkatkan kepercayaan diri pada bagian depan motor—area yang sebelumnya menjadi titik lemah saat balapan.
KTM Fokus Aero, Pedrosa Turun Gunung
Dari kubu Red Bull KTM Factory Racing, pengembangan difokuskan pada paket aerodinamika baru.
- Pedro Acosta jadi pembalap tercepat KTM (P5)
- Dani Pedrosa ikut turun sebagai test rider
- Fokus pada efisiensi aero dan stabilitas high-speed
Kehadiran Pedrosa menjadi indikasi bahwa KTM serius mempercepat proses development dengan pengalaman teknis yang matang.
Hasil Lengkap Tes MotoGP Jerez 2026 (Top 10)
- Ai Ogura – 1:35.944
- Raul Fernandez – 1:35.949
- Marco Bezzecchi – 1:36.272
- Marc Marquez – 1:36.277
- Pedro Acosta – 1:36.299
- Alex Marquez – 1:36.394
- Fabio Quartararo – 1:36.439
- Fabio Di Giannantonio – 1:36.477
- Johann Zarco – 1:36.658
- Francesco Bagnaia – 1:36.671
Moto GP
Marc Marquez Pasang Badan untuk Ducati: “Kesalahan Ada di Saya, Bukan Motornya”
Pembalap Marc Márquez menunjukkan sikap profesional setelah insiden yang membuatnya gagal finis pada seri Spanish Grand Prix 2026 di Circuito de Jerez-Ángel Nieto.
Alih-alih menyalahkan faktor teknis atau performa motor, rider dari tim Ducati Lenovo Team itu justru secara terbuka mengakui bahwa kecelakaan yang dialaminya murni akibat kesalahan pribadi saat mengendalikan motor di awal balapan.
Pernyataan tersebut sekaligus menepis spekulasi yang sempat beredar mengenai kemungkinan gangguan elektronik pada motor Ducati Desmosedici GP26 yang sebelumnya juga dikaitkan dengan kegagalan finis rekan setimnya.

Awal Balapan Kuat, Hentikan Rekor Bezzecchi
Sebelum insiden terjadi, Marc Márquez sebenarnya tampil sangat kompetitif. Ia memulai balapan dari pole position dan langsung memimpin sejak lap pertama.
Catatan menarik muncul ketika Marc berhasil menghentikan rekor dominasi milik Marco Bezzecchi dari tim Aprilia Racing, yang sebelumnya mencatat 121 lap berturut-turut memimpin balapan.
Hal tersebut menjadi bukti bahwa secara pace awal dan performa motor, Marc masih memiliki kecepatan yang sangat kompetitif di level tertinggi.
Namun memasuki lap kedua, situasi berubah cepat ketika ia kehilangan grip ban depan dan mengalami low-side saat melaju dengan kecepatan tinggi.

Pengakuan Terbuka: Kesalahan Murni dari Rider
Dalam pernyataannya kepada media, Marc Márquez secara jujur mengakui bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh kesalahan dalam gaya berkendara dan pengendalian motor.
Ia menegaskan bahwa motor tetap kompetitif dan mampu bersaing di barisan depan.
Sikap ini menunjukkan mentalitas pembalap berpengalaman yang memahami bahwa performa di lintasan tidak hanya ditentukan oleh mesin, tetapi juga oleh adaptasi dan feeling terhadap motor.
Marc bahkan menyebut target realistisnya pada balapan tersebut sebenarnya berada di posisi tiga atau empat, mengingat performa sang adik, Álex Márquez, yang tampil sangat kuat sepanjang akhir pekan.
Tantangan Utama: Ergonomi dan Front-End Feeling

Meski kondisi fisiknya dikabarkan sudah membaik setelah cedera bahu pada musim sebelumnya, Marc Márquez mengakui masih ada pekerjaan rumah dari sisi teknis.
Fokus utama saat ini adalah:
Adaptasi Ergonomi
Posisi duduk di motor GP26 belum terasa se-natural musim sebelumnya.
Front-End Feeling
Marc masih mencari keseimbangan antara kecepatan dan rasa percaya diri terhadap grip ban depan.
Konsistensi Tanpa Risiko Berlebih
Tujuannya adalah mempertahankan performa tinggi tanpa meningkatkan risiko crash.
Hal ini menunjukkan bahwa tantangan utama bukan pada tenaga mesin, tetapi pada distribusi bobot dan ergonomi motor yang mempengaruhi kepercayaan diri rider saat memasuki tikungan cepat.
Periode Sulit Ducati, Tapi Potensi Tetap Besar
Tim Ducati Lenovo Team saat ini memang sedang menghadapi fase yang cukup menantang setelah beberapa seri tanpa podium, termasuk kegagalan finis yang dialami Francesco Bagnaia akibat masalah teknis.
Meski demikian, kemenangan pembalap lain dari keluarga Ducati membuktikan bahwa performa motor tetap kompetitif di grid MotoGP.
Marc sendiri menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menemukan kembali kenyamanan berkendara, terutama pada sesi tes berikutnya yang akan menjadi momen penting untuk memperbaiki setup motor.
Jika adaptasi tersebut berhasil, konsistensi performa Marc diperkirakan akan kembali menjadi ancaman serius bagi rival-rivalnya.

-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor9 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
