Connect with us

Motor Balap

Start Paling Belakang, Aldi Satya Mahendra Menggila dan Raih Podium WorldSSP 2026 Australia!

Published

on

Rasa bangga menyelimuti motorsport Indonesia usai Aldi Satya Mahendra menorehkan hasil luar biasa di Race 2 WorldSSP 2026 Australia. Pembalap muda Tanah Air ini sukses mengamankan podium kedua setelah tampil penuh determinasi di tengah kondisi lintasan basah yang menuntut keberanian dan kecermatan strategi.

Balapan berlangsung dalam situasi sulit akibat hujan gerimis yang turun sejak awal lomba. Di tengah tantangan tersebut, kemenangan berhasil diraih oleh rekan setim Aldi, Albert Arenas, sementara posisi ketiga ditempati pembalap WRP Racing Ducati, Matteo Ferrari. Andrea Giombini dan Can Oncu melengkapi lima besar usai tampil konsisten hingga garis finis.

Sorotan utama jelas tertuju pada performa heroik Aldi Satya Mahendra. Mengawali balapan dari posisi ke-28 akibat kendala teknis saat sesi Superpole, Aldi langsung tampil agresif sejak lampu start padam. Dalam satu lap, ia melesat ke sepuluh besar, lalu terus memangkas jarak hingga masuk enam besar hanya dalam beberapa putaran.

Momentum luar biasa terjadi pada lap-lap awal ketika Aldi kembali merangsek ke posisi tiga besar, sebelum secara mengejutkan mengambil alih pimpinan balapan. Selama dua lap, ia memimpin lomba dan terlibat duel sengit melawan Arenas serta Can Oncu, menghadirkan tensi tinggi di atas lintasan yang licin.

Namun memasuki lap ke-15, Arenas berhasil merebut kembali posisi terdepan. Kedua pembalap memilih strategi berani tanpa pitstop dan mampu menjaga ritme hingga finis, membuktikan ketangguhan fisik dan mental di kondisi ekstrem.

Kemenangan ini menjadi momen spesial bagi Arenas, yang meraih kemenangan perdananya di WorldSSP sejak naik kelas dari Moto2. Sementara bagi Aldi Satya Mahendra, finis di posisi kedua menjadi podium pertamanya di WorldSSP, sekaligus penanda penting perjalanan kariernya sejak resmi bergabung penuh pada musim 2025.

Hasil ini tak hanya mencerminkan kematangan Aldi sebagai pembalap, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa talenta Indonesia mampu bersaing dan berbicara banyak di panggung balap motor dunia.

Moto GP

Aprilia Tunjukkan Taring di Tes Resmi Buriram, Ducati Dapat Tekanan Serius

Published

on

By

Sesi tes resmi MotoGP di Sirkuit Buriram, Thailand, menghadirkan kejutan besar. Dominasi yang selama ini identik dengan Ducati mulai mendapat ancaman nyata setelah Aprilia tampil luar biasa dan menguasai papan waktu.

Sorotan utama tertuju pada Marco Bezzecchi yang mencatatkan waktu tercepat. Performa impresif itu diperkuat oleh rider muda sensasional Ai Ogura, yang hanya terpaut tipis di belakangnya. Dua motor RS-GP berada di puncak, menegaskan bahwa Aprilia bukan sekadar kuda hitam, melainkan penantang serius musim ini.

Padahal sehari sebelumnya, Ducati masih menunjukkan kekuatan melalui Alex Marquez. Namun, hasil terbaru ini memberi sinyal kuat bahwa peta persaingan mulai bergeser.

Nama besar Marc Marquez, yang kini menjadi tumpuan Ducati bersama Francesco Bagnaia, belum sepenuhnya bersinar. Marc harus menghadapi sesi sulit setelah terjatuh beberapa kali, dan finis di posisi ketiga. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sang juara dunia masih berjuang menemukan rasa terbaiknya usai cedera musim lalu.

Di kubu pabrikan lain, KTM menunjukkan progres lewat Pedro Acosta sebagai rider tercepat mereka, sementara Honda mulai menampakkan perbaikan meski belum menembus barisan depan. Yamaha justru terlihat masih berkutat dengan adaptasi mesin baru, terlihat dari ekspresi frustrasi beberapa ridernya yang kesulitan menggali potensi maksimal motor.

Tes Buriram ini menjadi alarm dini jelang musim berjalan. Aprilia datang dengan kepercayaan diri tinggi, Ducati tak lagi sendirian di puncak, dan pabrikan lain perlahan mendekat. Jika tren ini berlanjut, MotoGP musim depan berpotensi menjadi salah satu yang paling panas dan tak terduga dalam beberapa tahun terakhir.

Continue Reading

Motor

Jalan Panjang Menuju Mimpi: Begini Ketatnya Seleksi Astra Honda Racing School 2026

Published

on

By

Mimpi menjadi pembalap profesional tak pernah lahir secara instan. Hal itulah yang tercermin dari proses seleksi Astra Honda Racing School (AHRS) 2026, yang digelar pada 15 Februari 2026. Puluhan pembalap muda dari berbagai penjuru Indonesia harus melewati tahapan seleksi ketat untuk membuktikan bahwa mereka layak melangkah ke jenjang pembinaan balap nasional.

Program yang digagas PT Astra Honda Motor ini kembali menegaskan perannya sebagai pintu awal lahirnya talenta balap Tanah Air. Bukan sekadar mencari yang tercepat, AHRS menjadi ruang pembentukan karakter pembalap sejak usia dini.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menegaskan bahwa AHRS merupakan fondasi penting dalam ekosistem pembinaan balap berjenjang Honda di Indonesia. Program ini dirancang untuk membentuk pembalap yang tidak hanya cepat, tetapi juga matang secara teknik, mental, dan fisik.

Peserta berusia 10 hingga 14 tahun menjalani serangkaian uji kemampuan teknis di lintasan. Penilaian dilakukan secara detail, mulai dari riding position, teknik pengereman, racing line, hingga kemampuan cornering dan body movement. Aspek spatial awareness serta konsistensi lap time juga menjadi perhatian utama tim seleksi.

Namun seleksi AHRS tidak berhenti pada urusan kecepatan. Mental bertanding, daya tahan fisik, serta kemampuan beradaptasi dengan lintasan baru menjadi indikator penting dalam menentukan siapa yang benar-benar siap melangkah lebih jauh. Seluruh proses evaluasi dilakukan bertahap oleh pelatih dan instruktur balap nasional berpengalaman.

Peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti program pelatihan intensif menggunakan motor NSF100, CBR150R, dan CRF150R. Materi latihan dirancang untuk mengasah kontrol kecepatan, pemahaman karakter mesin, serta konsistensi performa.

Tak hanya itu, AHRS juga membekali para siswa dengan teori balap, pemahaman manajemen tim, hingga pembentukan karakter atlet profesional. Program camp khusus turut disiapkan untuk memperkuat fisik dan mental melalui latihan terstruktur, sesi flat track, serta simulasi kompetisi.

Dengan metode pembinaan yang mengadopsi standar kelas dunia, AHRS 2026 kembali menegaskan komitmennya mencetak pembalap muda Indonesia yang siap bersaing, bukan hanya di level nasional, tetapi juga di panggung internasional.

Continue Reading

Moto GP

Rookie Indonesia Menggila! Veda Ega Pratama Langsung Tembus Elite Moto3 di Portimao

Published

on

By

Aura optimisme mengalir kencang dari Autódromo Internacional do Algarve. Nama Veda Ega Pratama mendadak jadi sorotan setelah debut perdananya di tes pramusim Moto3 2026 sukses menggemparkan paddock.

Turun bersama Honda Team Asia, pembalap muda Indonesia ini langsung menunjukkan bahwa status rookie tak membuatnya gentar. Di lintasan yang dikenal ekstrem dengan elevasi naik-turun dan blind corner berbahaya, Veda justru tampil matang, tenang, dan sangat kompetitif.

Pada sesi tes 10 Februari 2026, Veda mencatatkan waktu terbaik 2 menit 02,545 detik, menempatkannya di posisi ke-7 overall—hasil yang luar biasa untuk pembalap yang baru pertama kali menunggangi Honda NSF250RW di Portimao.

Yang membuat pencapaian ini makin spesial, Veda sukses mengungguli sejumlah nama yang lebih berpengalaman. Ia berada jauh di depan rekan setimnya, Zen Mitani, serta melampaui rider Malaysia Hakim Danish. Bahkan jaraknya dengan pembalap tercepat sesi tersebut, Guido Pini dari Leopard Racing, hanya terpaut 1,3 detik—angka yang sangat kompetitif di level Moto3.

Lebih dari sekadar catatan waktu, yang paling mencuri perhatian adalah konsistensi dan efisiensi. Veda hanya membutuhkan 15 lap untuk menemukan limit terbaiknya, sebuah indikasi adaptasi instan dan pemahaman karakter motor yang cepat. Kecepatan rata-ratanya pun sejajar dengan rider papan atas Eropa, membuktikan nyali besar di tikungan-tikungan cepat Portimao.

Meski kondisi cuaca sempat tak bersahabat, pembalap asal Gunungkidul ini tetap tampil stabil tanpa terlihat panik. Tak heran jika media internasional mulai melirik gaya balapnya yang halus namun agresif—ciri khas rider masa depan.

Hasil tes ini menegaskan satu hal: Veda Ega Pratama bukan sekadar pelengkap grid Moto3. Ia telah menempatkan dirinya sebagai salah satu ujung tombak Honda Team Asia di musim debutnya.

Jika tren ini berlanjut dan kondisi lintasan kering mendukung, bukan tidak mungkin Veda akan segera bertarung di barisan depan. Satu langkah kecil di tes pramusim, namun lompatan besar untuk Merah Putih di panggung Moto3 dunia.

🇮🇩🔥 Gas terus, Veda. Indonesia menunggu podium!

Continue Reading

Trending