Connect with us

Electric Vehicle

Hyundai Ioniq 3 Resmi Meluncur, Hatchback Listrik Kompak dengan Jarak Tempuh Hampir 500 Km

Published

on

Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company, resmi memperkenalkan mobil listrik terbarunya yaitu Hyundai Ioniq 3. Model ini hadir sebagai bagian dari ekspansi lini kendaraan listrik Hyundai yang menyasar segmen hatchback kompak dengan fokus pada efisiensi, teknologi, dan mobilitas perkotaan modern.

Dikembangkan khusus untuk pasar Eropa, Ioniq 3 mengusung desain aerodinamis, dimensi ringkas, serta teknologi terbaru yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna kendaraan listrik harian. Mobil ini juga menjadi salah satu model entry-level dalam keluarga Ioniq yang tetap menawarkan performa dan fitur modern.

Dengan platform listrik khusus dan pilihan baterai berbeda, Ioniq 3 hadir sebagai alternatif menarik bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik praktis dengan jarak tempuh kompetitif.


Dibangun di Platform E-GMP dengan Sistem 400 Volt

Secara teknis, Hyundai Ioniq 3 menggunakan platform listrik modular milik Hyundai, yaitu:

E-GMP (Electric Global Modular Platform)

Platform ini memungkinkan efisiensi energi yang lebih baik serta distribusi bobot kendaraan yang optimal. Untuk varian Standard Range, mobil ini menggunakan motor listrik tunggal di bagian depan yang menghasilkan tenaga sekitar:

147 tenaga kuda

Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan (FWD), menjadikannya cocok untuk penggunaan harian di lingkungan urban.


Dua Pilihan Baterai dengan Jarak Tempuh Berbeda

Salah satu daya tarik utama Hyundai Ioniq 3 adalah fleksibilitas jarak tempuh melalui dua opsi baterai.

Varian Standard Range

Kapasitas baterai:
42,2 kWh

Jarak tempuh:
sekitar 344 km (WLTP)

Tenaga:
147 hp

Akselerasi:
0–100 km/jam sekitar 9,0 detik


Varian Long Range

Kapasitas baterai:
61 kWh

Jarak tempuh:
hingga 496 km (WLTP)

Tenaga:
135 hp

Akselerasi:
0–100 km/jam sekitar 9,6 detik


Kedua varian memiliki karakter torsi yang sama, yaitu sekitar:

184 lb-ft

Sementara kecepatan maksimum dibatasi hingga:

169 km/jam

Konfigurasi ini menempatkan Ioniq 3 sebagai kendaraan listrik yang menyeimbangkan performa dan efisiensi energi.


Desain Aerodinamis dengan Filosofi ‘Art of Steel’

Dari sisi desain, Hyundai Ioniq 3 mengusung bahasa desain baru Hyundai yang disebut:

Art of Steel

Konsep ini menekankan garis bodi tegas dan aerodinamika tinggi. Hal tersebut terlihat dari nilai koefisien hambatan udara:

Cd 0,263

Angka ini menunjukkan efisiensi aerodinamis yang baik untuk kendaraan listrik kompak, membantu meningkatkan efisiensi energi dan jarak tempuh.

Dimensi utama:

  • Panjang: sekitar 4,15 meter
  • Segmen: hatchback kompak
  • Fokus: mobilitas perkotaan

Ukuran ini membuat Ioniq 3 lebih ringkas dibanding model listrik lain seperti:

Hyundai GV60


Interior Modern dengan Sistem Infotainment Generasi Baru

Masuk ke dalam kabin, Hyundai Ioniq 3 menjadi model pertama di Eropa yang menggunakan sistem infotainment terbaru dari Hyundai.

Nama sistem:

Pleos Connect

Teknologi ini berbasis:

Android Automotive OS

Pilihan ukuran layar:

  • 12,9 inci
  • 14,6 inci

Fitur utama:

  • Navigasi pintar
  • Integrasi smartphone
  • Update software OTA
  • Antarmuka digital modern

Selain itu, Hyundai juga menghadirkan varian:

N Line

yang menawarkan tampilan lebih sporty untuk menarik konsumen yang menginginkan karakter visual lebih agresif.


Posisi Ioniq 3 di Pasar Mobil Listrik

Kehadiran Hyundai Ioniq 3 memperkuat strategi elektrifikasi Hyundai Motor Company di segmen kendaraan listrik kompak.

Target utama:

  • Pengguna mobil listrik pertama
  • Mobilitas harian
  • Pasar urban
  • Efisiensi biaya operasional

Model ini diproyeksikan menjadi pesaing kuat di segmen hatchback listrik, terutama di pasar Eropa yang pertumbuhan kendaraan listriknya sangat cepat.

Electric Vehicle

Okinawa R30, Skuter Listrik Murah Bergaya Simpel yang Siap Jadi Andalan Mobilitas Harian di Perkotaan

Published

on

By

Okinawa Autotech ikut meramaikan pasar kendaraan listrik lewat salah satu skuter andalannya, Okinawa R30. Motor listrik ini hadir membawa konsep simpel, ringan, dan praktis, dengan fokus utama pada kebutuhan mobilitas harian di lingkungan perkotaan.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik berbiaya operasional rendah, Okinawa R30 muncul sebagai pilihan menarik di kelas skuter listrik entry-level. Karakternya dibuat mudah dikendarai, minim perawatan, serta cocok digunakan untuk aktivitas harian seperti berangkat kerja, ke kampus, hingga perjalanan jarak pendek di dalam kota.

Dari sisi desain, Okinawa R30 mengusung tampilan yang sederhana namun tetap modern. Bagian depannya memakai desain lampu utama yang ditempatkan di area apron, dipadukan aksen hitam glossy yang memberi sentuhan lebih stylish. Meski tampil minimalis, skuter listrik ini tetap terlihat modern dan tidak monoton.

Motor ini juga sudah dibekali panel instrumen digital yang menampilkan informasi kendaraan dengan tampilan lebih modern dibanding skuter listrik entry-level pada umumnya. Layout dashboard dibuat simpel namun fungsional sehingga mudah dibaca saat berkendara.

Untuk kenyamanan, Okinawa R30 memiliki tinggi jok sekitar 735 mm, membuatnya cukup ramah digunakan oleh berbagai postur pengendara. Area dek kaki rata juga menjadi nilai plus karena lebih praktis saat membawa tas, barang belanjaan, atau kebutuhan harian lainnya. Menariknya, skuter listrik ini disebut mampu membawa beban hingga 150 kg.

Soal pilihan warna, Okinawa menawarkan lima warna atraktif yaitu Pearl White, Glossy Red, Metallic Orange, Sea Green, dan Sunrise Yellow. Pilihan warna tersebut membuat karakter Okinawa R30 terlihat lebih playful dan cocok digunakan kalangan muda maupun pengguna urban sehari-hari.

Masuk ke sektor performa, Okinawa R30 menggunakan motor BLDC waterproof dengan tenaga sekitar 0,25 kW. Secara angka memang tidak besar, namun sudah cukup untuk kebutuhan berkendara santai di area perkotaan dengan karakter stop and go yang padat.

Untuk harga, Okinawa R30 dijual di India sekitar 61.998 Rupee, atau jika dikonversikan setara di kisaran Rp11 juta hingga Rp12 jutaan. Jika suatu saat masuk pasar Indonesia, harga jualnya diperkirakan bisa berada di rentang Rp15 juta hingga Rp18 jutaan setelah menyesuaikan biaya distribusi dan pajak.

Saat ini Okinawa R30 memang belum resmi dijual di Indonesia. Namun bila masuk ke Tanah Air, skuter listrik ini berpotensi menjadi salah satu opsi menarik di segmen skuter listrik perkotaan, terutama bagi pengguna yang mencari kendaraan praktis, ekonomis, dan bergaya simpel modern.

Continue Reading

Electric Vehicle

Honda Resmi Jual Super-ONE, Mobil Listrik Mungil dengan Tenaga 93 dk Dibanderol Rp 380 Jutaan

Published

on

By

Honda resmi memasarkan mobil listrik mungil terbarunya bernama Honda Super-ONE di pasar Jepang. Hadir di segmen kendaraan listrik kompak, Super-ONE membawa konsep berbeda dari city EV pada umumnya dengan menggabungkan efisiensi, teknologi modern, dan sensasi berkendara yang dibuat lebih fun.

Honda mengembangkan Super-ONE menggunakan basis platform N-Series khas Jepang, namun dengan revisi besar di sektor sasis. Dimensinya dibuat lebih lebar dengan posisi bodi lebih rendah untuk meningkatkan kestabilan saat bermanuver maupun melaju di kecepatan tinggi.

Secara tampilan, Honda Super-ONE tampil agresif layaknya hot hatch modern. Fender berukuran besar, bodi yang lebar, serta desain aerodinamis menjadi identitas utamanya. Karakternya terlihat sporty namun tetap mempertahankan bentuk kompak khas mobil perkotaan.

Untuk performa, Super-ONE dibekali motor listrik bertenaga 63 dk atau setara 47 kW dengan baterai berkapasitas 29,6 kWh. Menariknya, Honda menyediakan lima pilihan mode berkendara yakni Econ, City, Normal, Sport, dan Boost. Saat mode Boost diaktifkan, tenaga mobil meningkat hingga 93 dk atau sekitar 70 kW.

Salah satu fitur paling unik pada Super-ONE adalah hadirnya simulasi transmisi tujuh percepatan lengkap dengan paddle shift di balik setir. Honda juga menambahkan Active Sound Control, sistem suara virtual yang meniru karakter mesin bensin konvensional agar sensasi berkendaranya terasa lebih emosional meski berbasis tenaga listrik.

Masuk ke interior, nuansa sporty tetap terasa lewat penggunaan jok model bucket seat dengan desain khusus. Dashboard sudah dibekali layar infotainment 9 inci dengan sistem Google built-in. Honda juga menyematkan sistem audio premium Bose dengan delapan speaker plus subwoofer 13,1 liter di bagasi.

Dari sisi daya jelajah, Honda Super-ONE diklaim mampu menempuh hingga 274 km dalam sekali pengisian penuh berdasarkan standar WLTP. Untuk pengisian baterai, teknologi fast charging memungkinkan daya dari 10 persen ke 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit.

Mobil ini juga mendukung fitur one-pedal driving pada mode City, di mana pengemudi cukup melepas pedal akselerator untuk memperlambat kendaraan hingga berhenti total tanpa perlu sering menginjak rem.

Untuk pasar Jepang, Honda Super-ONE dibanderol mulai 3.390.200 yen, atau setara sekitar Rp 382 jutaan. Dengan desain kompak, fitur lengkap, serta sensasi berkendara yang dibuat menyerupai mobil bensin, Super-ONE menjadi salah satu mobil listrik mungil paling menarik yang hadir tahun ini.

Continue Reading

Electric Vehicle

BMW Vision K18 Bikin Heboh! Motor Konsep 1800cc dengan 6 Knalpot dan Desain Ekstrem

Published

on

By

BMW Motorrad kembali mencuri perhatian dunia otomotif lewat kemunculan BMW Vision K18, motor konsep futuristik yang disebut-sebut menjadi arah baru penerus lini touring legendaris K1600. Motor ini hadir dengan tampilan ekstrem bergaya bagger modern yang menggabungkan kemewahan khas touring BMW dengan aura performa agresif.

BMW Vision K18 dibangun menggunakan mesin enam silinder segaris berkapasitas 1.800 cc, mempertahankan identitas khas BMW Motorrad yang selama ini dikenal lewat karakter mesin halus, bertenaga, dan penuh torsi. Namun berbeda dari seri K1600 GTL yang identik dengan kenyamanan touring, Vision K18 justru tampil jauh lebih emosional dan dramatis.

Secara desain, BMW menghadirkan siluet memanjang yang terinspirasi dari pesawat supersonik Concorde. Detail unik langsung terlihat lewat penggunaan enam lampu depan LED, enam saluran udara, hingga enam knalpot yang menjadi simbol konfigurasi mesin inline-six milik BMW.

Karakter premium motor konsep ini juga diperkuat dengan penggunaan material eksklusif seperti panel aluminium handmade, forged carbon, dan finishing metalik spesial yang terinspirasi dari knalpot mobil Formula 1. BMW bahkan menyematkan sistem suspensi hidrolik adaptif yang mampu menurunkan tinggi motor secara otomatis untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas.

BMW menyebut Vision K18 bukan sekadar motor konsep pajangan. Pabrikan asal Jerman tersebut mengisyaratkan bahwa desain dan teknologi pada motor ini akan menjadi inspirasi untuk model produksi di masa depan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa BMW tengah menyiapkan generasi baru motor touring enam silinder dengan pendekatan yang lebih modern, sporty, dan futuristik.

CEO BMW Motorrad, Markus Flasch, juga menegaskan bahwa mesin enam silinder tetap menjadi bagian penting identitas BMW Motorrad. Menurutnya, mesin tersebut bukan hanya sekadar sumber tenaga, tetapi juga simbol karakter dan warisan BMW di dunia roda dua premium.

Dengan usia platform K1600 yang sudah lebih dari satu dekade, kehadiran BMW Vision K18 menjadi sinyal kuat bahwa BMW siap memasuki era baru motor touring premium dengan desain lebih agresif, teknologi modern, dan performa yang semakin emosional.

Continue Reading

Trending