Connect with us

Event

F1 GP JEPANG: Verstappen Menjadi Kunci Kemenangan, Red Bull Meraih Posisi 1-2

Published

on

Carlos Sainz berhasil menempati podium di depan rekan setimnya di Ferrari, Charles Leclerc, setelah naik beberapa tempat dari posisi grid tengah dengan mengadopsi strategi satu pit stop yang jarang terjadi di Sirkuit Suzuka.

Pada start pertama, Verstappen yang memimpin balapan dengan mudah menjauh dari Perez di belakangnya, dengan aksi panas terjadi di belakang mereka saat mobil Red Bull terpaksa berhadapan dengan pesaing yang menggunakan ban lunak.

Namun, saat masuk ke Tikungan 3, Ricciardo berusaha menyalip Albon tanpa menyadari keberadaan mobil Williams di sisi kanannya, menyebabkan keduanya bertabrakan dan menabrak pembatas di awal Esses.

Insiden itu menyebabkan balapan dihentikan dan penundaan selama hampir 30 menit terjadi saat dinding ban diperbaiki.

Pada start kedua, Verstappen kembali mempertahankan posisinya dari posisi terdepan, kali ini lebih agresif saat melewati Perez di lintasan menurun menuju tikungan pembuka.

Perez mampu mempertahankan jarak satu detik ketika DRS diaktifkan pada lap keempat dari total 57 lap, tetapi dia sedikit mundur pada lap keenam setelah melebar dari Degner dua, kehilangan hampir satu detik.

Gap antara Verstappen dan Perez terus bertambah saat pembalap asal Meksiko tersebut melakukan pit stop lebih awal untuk mengganti ban medium. Sementara itu, duo Red Bull memilih untuk tetap menggunakan ban medium mereka untuk percobaan kedua. Namun, pada lap ke-15, Perez tertinggal hampir lima detik.

Verstappen dipanggil untuk masuk ke pit pada putaran berikutnya, tetapi setelah pit stop, Norris, yang menjadi pembalap pertama yang masuk ke pit di lap 11, muncul sebagai pengejar utama.

Pada saat ini, Leclerc memimpin bagi Ferrari setelah bertahan di jalur terdepan untuk waktu yang lama, sementara mobil Mercedes beralih dari ban medium ke ban keras saat bendera merah berkibar, setelah memulai dari posisi kedelapan.

Event

Menaklukkan Gurun, Jejelogy Bawa Mimpi Indonesia di Debut Rally Dakar 2026

Published

on

By

Rally Dakar 2026 kembali menjadi ujian tertinggi bagi ketangguhan manusia dan mesin. Di tengah ganasnya gurun Arab Saudi, satu nama dari Indonesia siap mencatat sejarah: Julian Johan, atau yang akrab disapa Jeje—Jejelogy. Kehadirannya bukan sekadar memenuhi daftar peserta, melainkan membawa harapan panjang publik otomotif Tanah Air untuk kembali melihat Merah Putih berjuang hingga garis finis di reli paling ekstrem di dunia.

Lebih dari sekadar balapan, Dakar menjadi panggung pembuktian bagi Jeje. Indonesia tercatat terakhir kali mengirim pereli ke ajang ini lebih dari satu dekade lalu. Dua nama senior, Tinton Soeprapto dan Kasih Anggoro, pernah membuka jalan, namun belum mampu menuntaskan seluruh etape. Kini, Jeje datang dengan misi sederhana namun sarat makna: bertahan, konsisten, dan menyelesaikan setiap kilometer hingga akhir.

Menjelang debutnya pada awal Januari 2026, emosi Jeje bercampur aduk. Gugup, antusias, dan rasa tak percaya menyatu dalam satu momen. Pasalnya, hanya beberapa tahun lalu, tepatnya pada Dakar 2023, ia masih berdiri di sisi lintasan sebagai penonton, menyaksikan langsung betapa brutalnya tantangan gurun pasir. Pengalaman itu justru menjadi titik balik yang membulatkan tekadnya untuk kembali, kali ini sebagai peserta.

“Masih terasa sulit dipercaya akhirnya bisa berdiri di sini sebagai pebalap,” ujar Jeje. Rasa gugup diakuinya tak terhindarkan, namun ia memilih menyingkirkan tekanan. Fokus utamanya bukan soal kecepatan, melainkan ketahanan—menyelesaikan setiap etape dengan aman dan konsisten hingga finis.

Untuk menjawab tantangan Dakar, persiapan matang pun dijalani. Jeje mengasah fisik dan kemampuan navigasi lewat latihan intensif di Maroko, wilayah yang dikenal memiliki karakter medan dan iklim serupa dengan Arab Saudi. Senjata utamanya adalah Toyota Land Cruiser 100 yang telah dimodifikasi secara khusus agar sanggup melahap ribuan kilometer gurun tanpa kompromi.

Target Jeje pun terdengar realistis namun sarat makna: menuntaskan sekitar 8.000 kilometer reli hingga 17 Januari 2026 dalam kondisi fisik prima. Bagi Jeje, Dakar bukan soal podium, melainkan tentang daya tahan, adaptasi, dan keberanian menghadapi batas diri. Jika mampu menyentuh garis finis, namanya bukan hanya tercatat dalam sejarah pribadi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan Indonesia di panggung reli dunia.

Continue Reading

Event

Reli Dakar 2026 Resmi Dimulai, 115 Pebalap Motor Siap Menaklukkan Gurun Arab Saudi

Published

on

By

Debu gurun kembali beterbangan. Reli Dakar 2026 resmi bergulir hari ini, Jumat (3/1/2026), menandai dimulainya edisi ke-47 dari ajang reli paling ekstrem di dunia. Balapan legendaris ini akan berlangsung hingga 17 Januari 2026, menghadirkan pertarungan ketahanan manusia dan mesin di medan paling brutal di planet ini.

Sebanyak 317 kendaraan ambil bagian, melibatkan total 564 pereli yang terdiri dari pengendara, pengemudi, dan navigator dari 49 negara. Dari jumlah tersebut, 115 peserta turun di kategori sepeda motor—kelas yang dikenal paling menguji fisik, mental, dan strategi.

Tahun ini menjadi musim ketujuh berturut-turut Arab Saudi dipercaya sebagai tuan rumah Reli Dakar. Kota pesisir Yanbu di tepi Laut Merah dipilih sebagai lokasi Prologue sekaligus garis finis. Prologue hari ini akan menentukan posisi start para peserta untuk Etape 1 yang dimulai esok hari.

Secara keseluruhan, reli akan menempuh jarak sekitar 8.000 kilometer, dengan hampir 4.500 kilometer di antaranya berupa special stage yang menentukan klasemen. Meski edisi 2026 tak lagi melewati kawasan ekstrem Empty Quarter dan tanpa format etape 48 jam seperti tahun sebelumnya, tingkat kesulitan tetap tinggi dengan total jarak spesial mendekati rekor terpanjang sepanjang penyelenggaraan di Arab Saudi.

Rute Dakar 2026 akan membawa para pereli melintasi Yanbu, Al Ula, Ha’il, Riyadh, Wadi Ad Dawasir, Bisha, hingga Al Henakiyah. Kota Riyadh dijadwalkan menjadi Rest Day pada 10 Januari 2026, memberi jeda singkat sebelum kembali menghadapi kerasnya gurun.

Sorotan khusus datang dari Indonesia. Setelah penantian panjang selama 14 tahun, Merah Putih akhirnya kembali berkibar di Reli Dakar. Julian Johan atau yang akrab disapa Jeje menjadi pereli Indonesia ketiga yang tampil di ajang ini, menyusul jejak Tinton Soeprapto dan Kasih Anggoro.

Jeje turun di kategori Dakar Classic dengan mengandalkan Toyota Land Cruiser 100 legendaris yang telah dimodifikasi. Targetnya jelas dan sarat makna: menjadi orang Indonesia pertama yang mampu menyentuh garis finis Reli Dakar, sekaligus menorehkan sejarah baru di panggung motorsport dunia

Continue Reading

Event

Lando Norris Resmi Jadi Raja Baru F1 2025! Drama Poin Tipis Akhirnya Tentukan Juara Dunia

Published

on

By

Lando Norris akhirnya menuliskan namanya dalam sejarah Formula 1 sebagai juara dunia baru musim 2025, menutup perjalanan panjang yang penuh kerja keras, tekanan, dan pembuktian. Pembalap McLaren berusia 26 tahun itu mengunci gelar setelah finish di posisi ketiga pada seri penutup di Yas Marina, Abu Dhabi—hasil yang cukup untuk menyingkirkan rival terberatnya, Max Verstappen, hanya dengan selisih dua poin.

Momen ini menjadi puncak emosi luar biasa, bukan hanya bagi Norris, tetapi juga bagi McLaren dan para penggemarnya di seluruh dunia. Setelah bertahun-tahun menunggu, tawa khas Norris yang selama ini jadi ciri dirinya akhirnya berubah menjadi ekspresi lega dan bangga. Ia telah sampai di puncak, setelah debut penuh di F1 sejak 2019.

Simbol Kebangkitan McLaren & Dominasi Inggris di F1

Dengan gelar ini, Norris menambah daftar panjang pembalap Inggris yang pernah menjadi juara dunia. Ia kini berdiri sejajar dengan legenda-legenda besar seperti Lewis Hamilton, Jackie Stewart, Jim Clark, Graham Hill, hingga Nigel Mansell.

Tak hanya itu, Norris juga menjadi pembalap kedelapan yang berhasil menjadi juara dunia menggunakan sasis McLaren, melanjutkan warisan para ikon seperti Ayrton Senna, Alain Prost, Mika Hakkinen, hingga Hamilton.

Musim Paling Ketat dalam Satu Dekade

Musim 2025 disebut sebagai salah satu musim paling menegangkan dalam era modern F1. Pertarungan Norris vs Verstappen berlangsung hingga lap terakhir musim ini. Verstappen tampil garang sepanjang tahun, tetapi Norris menunjukkan konsistensi dan ketenangan yang akhirnya membawanya ke puncak klasemen.

Dengan total 423 poin, Norris menutup musim penuh drama — sebuah penantian panjang yang akhirnya terbayar lunas.

Continue Reading

Trending