Connect with us

Uncategorized

Semua Pembalap Yamaha Aditama SCM Raih Kemenangan Ganda di Motoprix Bulungan dan Tasikmalaya 2023

Published

on

https://www.instagram.com/aksa260_gdtracing/

Pada akhir pekan terakhir, tim balap Yamaha Aditama SCM, yang berbasis di Berau, Kaltim, menunjukkan dominasinya dengan mengikuti dua ajang Kejurnas Motoprix secara bersamaan.

Kedua ajang tersebut adalah Motoprix Tasikmalaya (Region B) dan Motoprix Bulungan, Kaltara (Region C). Menariknya, keempat pembalap yang diikutsertakan berhasil meraih gelar juara dan mencatatkan prestasi sebagai double winner.

Chandra Hermawan tampil sebagai double winner di race 1 dan 2 kategori Novice Motoprix Bulungan. Sementara itu, Sabian Fathul Ilmi mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih empat kemenangan, yakni pada kelas Beginner dan Rookie Motoprix Bulungan.

Pada Motoprix Bulungan, Sabian mencoba keberuntungan di kelas Rookie, menunjukkan ketangguhannya di lintasan. Aksa GDT, yang berlaga sendirian di kelas Beginner Motoprix Tasikmalaya, juga berhasil mengamankan dua kemenangan dalam dua race yang diikuti.

https://www.instagram.com/aksa260_gdtracing/
https://www.instagram.com/aksa260_gdtracing/

Saat dilansir oleh tim Ngaspal TV, Juniar Rizal selaku pemilik tim, menyatakan kekagumannya terhadap hasil yang luar biasa ini, “Ini merupakan hasil yang luar biasa. Semua pembalap kita berhasil menyapu bersih seluruh race, baik Chandra dan Sabian di Motoprix Bulungan, maupun Aksa di Tasikmalaya. Sungguh luar biasa.”

Sementara itu, perlu dicatat bahwa Rio Andriyanto, salah satu pembalap tim Yamaha Aditama SCM Berau, tidak berpartisipasi dalam dua ajang Motoprix tersebut. Hal ini dikarenakan pembalap Expert Oneprix, seperti Rio Andriyanto, dilarang ikut serta dalam ajang Motoprix.

Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Yamaha Aditama SCM sebagai kekuatan dominan dalam dunia balap motor di Indonesia, menandai pencapaian gemilang dalam dua kompetisi sekaligus. Sekali lagi kita ucapkan selamat untuk para pemenang!

Motor

Chigee SR-1 Hadir, Radar Blind Spot Universal yang Membawa Teknologi Keselamatan Premium ke Semua Motor

Published

on

By

Teknologi keselamatan aktif kini tidak lagi menjadi hak eksklusif motor adventure premium atau motor touring berharga ratusan juta rupiah. Melalui produk terbarunya, Chigee SR-1, perusahaan teknologi asal China menghadirkan sistem radar blind spot universal yang dapat dipasang pada hampir semua jenis sepeda motor.

Perangkat ini dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra bagi pengendara dengan menghadirkan fitur keselamatan layaknya motor premium. Mulai dari motor sport, naked bike, skutik, motor klasik hingga motor touring kini dapat menikmati teknologi radar modern tanpa harus mengganti kendaraan.

Mengandalkan Radar Gelombang Milimeter 77 GHz

Chigee SR-1 menggunakan sensor radar gelombang milimeter (Millimeter Wave Radar) berfrekuensi 77 GHz, teknologi yang juga digunakan pada berbagai kendaraan premium.

Radar tersebut bekerja dengan memantau area belakang dan samping motor secara real-time untuk mendeteksi keberadaan kendaraan yang berada di titik buta (blind spot).

Menariknya, sistem ini dikembangkan khusus untuk karakteristik sepeda motor, sehingga mampu membaca perubahan posisi kendaraan saat berpindah jalur, menyalip, hingga melakukan lane splitting di tengah kemacetan.

Empat Fitur Keselamatan Aktif dalam Satu Perangkat

Chigee membekali SR-1 dengan empat fitur utama yang bekerja secara bersamaan, yaitu:

  • Blind Spot Detection (BSD) untuk mendeteksi kendaraan di area titik buta.
  • Lane Change Assist (LCA) yang membantu memastikan jalur aman sebelum berpindah lajur.
  • Overtaking Warning sebagai peringatan ketika ada kendaraan yang sedang menyalip.
  • Rear Collision Warning (RCW) untuk memberi peringatan dini jika terdapat potensi tabrakan dari arah belakang.

Seluruh sistem bekerja secara otomatis menggunakan radar dengan sudut pemindaian mencapai 110 derajat dan jangkauan hingga 70 meter.

Tetap Akurat di Berbagai Kondisi Cuaca

Keunggulan lain Chigee SR-1 terletak pada kemampuannya bekerja di berbagai kondisi lingkungan.

Radar tetap mampu membaca objek secara akurat saat hujan, berkabut, berdebu, maupun pada malam hari dengan minim pencahayaan.

Teknologi radar juga mampu mengukur jarak dan kecepatan relatif kendaraan lain dengan tingkat presisi tinggi, sehingga peringatan yang diberikan lebih cepat dan akurat dibanding sistem berbasis kamera.

Instalasi Praktis Tanpa Mengubah Sistem Motor

Salah satu daya tarik utama Chigee SR-1 adalah proses pemasangannya yang relatif sederhana.

Modul radar ditempatkan di bagian belakang motor, umumnya di sekitar area pelat nomor, sedangkan indikator peringatan dipasang di dekat spion agar mudah terlihat oleh pengendara.

Menariknya, perangkat ini dapat beroperasi secara mandiri tanpa harus menggunakan layar tambahan. Namun bagi pengguna smart display Chigee, radar dapat diintegrasikan sehingga peringatan visual juga dilengkapi notifikasi suara.

Membawa Teknologi Motor Premium ke Kendaraan Harian

Hadirnya Chigee SR-1 menjadi solusi menarik bagi pemilik motor lawas maupun motor harian yang menginginkan fitur keselamatan modern tanpa harus membeli motor baru.

Dengan teknologi radar 77 GHz, blind spot detection, hingga rear collision warning, perangkat ini berpotensi menjadi salah satu aksesori keselamatan paling inovatif yang hadir di dunia roda dua dalam beberapa tahun terakhir.

Continue Reading

Uncategorized

Terbongkar! Veda Ega Kehabisan Grip Ban di Moto3 Hungaria 2026, Gagal Raih Poin Meski Tampil Kompetitif

Published

on

By

Perjuangan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, pada putaran kedelapan Moto3 2026 di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, ternyata jauh lebih berat dibanding yang terlihat dari hasil akhir balapan. Meski sempat menunjukkan kecepatan yang menjanjikan sepanjang akhir pekan, rider Honda Team Asia itu harus puas finis di posisi ke-16 dan gagal membawa pulang poin.

Balaton Park menjadi tantangan tersendiri bagi Veda karena merupakan sirkuit baru yang pertama kali ia hadapi sepanjang kariernya. Lintasan sepanjang 4,08 kilometer tersebut memiliki karakter teknis dengan 17 tikungan serta kombinasi chicane yang rapat, membuat pembalap dituntut memiliki setelan motor yang sangat presisi dan manajemen ban yang optimal.

Masalah mulai muncul sejak sesi latihan hari Sabtu. Veda mengalami insiden lowside di Tikungan 3 yang membuat motornya mengalami kerusakan cukup serius. Akibat proses perbaikan yang memakan waktu, tim kehilangan kesempatan melakukan simulasi balapan secara penuh. Hilangnya sesi penting tersebut membuat kru Honda Team Asia kekurangan data mengenai ketahanan ban dan pengaturan motor untuk menghadapi balapan utama.

Kondisi semakin sulit ketika suhu lintasan pada hari balapan meningkat jauh lebih panas dibanding sesi sebelumnya. Perubahan temperatur tersebut membuat setelan motor yang sudah disiapkan tidak bekerja secara maksimal, terutama pada sektor pengereman yang menjadi salah satu area krusial di Balaton Park.

Meski demikian, Veda tetap menunjukkan performa impresif saat lampu start padam. Memulai balapan dari posisi kesembilan, pembalap asal Gunungkidul tersebut langsung melesat dan sempat menembus posisi keenam pada lap-lap awal. Kecepatan yang ditunjukkan membuktikan bahwa dirinya memiliki potensi untuk bertarung di grup depan.

Sayangnya, momentum tersebut tidak bertahan lama. Pada lap ketiga, Veda harus menjalani hukuman Long Lap Penalty akibat pelanggaran saat sesi sebelumnya. Hukuman itu membuatnya kehilangan banyak posisi dan terlempar ke urutan ke-17.

Setelah menjalani penalti, Veda berusaha keras mengejar ketertinggalan. Namun perjuangan tersebut membuat ban motornya bekerja jauh lebih keras. Ia terlibat duel berkepanjangan dengan sejumlah pembalap di grup belakang, yang secara perlahan menguras performa ban hingga kehilangan grip pada fase akhir balapan.

Menurut Veda, kombinasi minimnya data simulasi balap, karakter sirkuit yang sulit, suhu lintasan yang tinggi, serta degradasi ban menjadi faktor utama yang menghambat performanya.

“Saya kesulitan saat pengereman. Setelah Long Lap Penalty saya tertinggal ke belakang dan harus bertarung lagi. Sayangnya grip ban habis sehingga sangat sulit untuk mempertahankan kecepatan,” ungkap Veda usai balapan.

Drama balapan semakin lengkap ketika race harus dihentikan lebih awal akibat insiden besar yang memicu red flag pada lap terakhir. Sesuai regulasi Moto3, hasil balapan diambil berdasarkan lap sebelumnya dan Veda resmi diklasifikasikan finis di posisi ke-16.

Akibat gagal meraih poin di Hungaria, posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2026 turun dari peringkat ketiga menjadi posisi keenam dengan koleksi 71 poin. Bahkan, puncak klasemen Rookie of The Year yang sebelumnya dikuasainya kini berpindah ke tangan Brian Uriarte yang unggul tipis satu poin.

Meski hasil akhirnya belum sesuai harapan, kecepatan yang ditunjukkan Veda sepanjang akhir pekan menjadi sinyal positif. Jika mampu menemukan setelan yang lebih kompetitif serta menghindari kesalahan yang berujung penalti, peluang pembalap Indonesia tersebut untuk kembali bersaing di barisan depan masih sangat terbuka pada seri berikutnya.

Continue Reading

Uncategorized

Andrea Iannone Jajal Harley-Davidson Jelang Debut Baggers Cup Mugello 2026

Published

on

By

Nama Andrea Iannone kembali menjadi sorotan jelang akhir pekan balap di Mugello. Mantan rider MotoGP dan pembalap WorldSBK tersebut dipastikan akan kembali merasakan atmosfer paddock Mugello, namun kali ini dengan tunggangan yang benar-benar berbeda dari biasanya.

Bukan Desmosedici, bukan pula superbike WorldSBK—melainkan sebuah Harley-Davidson Road Glide bertenaga besar yang akan digunakan Iannone untuk menjalani debutnya di ajang Baggers Cup 2026.

Kehadiran Iannone di Mugello tentu menarik perhatian publik Italia. Setelah lama dikenal sebagai pembalap dengan gaya agresif di MotoGP, kini rider berusia 36 tahun itu mencoba tantangan baru di salah satu kategori balap paling unik dan berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.


Harley-Davidson Road Glide Spek Balap Siap Tempur di Mugello

Motor yang akan digunakan Iannone bukan Road Glide standar jalan raya.

Harley-Davidson telah menyiapkan versi balap yang sudah mengalami banyak ubahan teknis dan sebelumnya telah diuji dalam sesi private test di Sirkuit Misano.

Secara spesifikasi, motor ini tergolong brutal.

Dengan bobot sekitar 280 kilogram, Harley-Davidson Road Glide versi balap tersebut dibekali mesin V-Twin berkapasitas 2.152 cc yang sanggup menghasilkan tenaga lebih dari 200 hp.

Yang lebih mengejutkan, motor bagger dengan fairing besar dan side bag khas touring itu diklaim mampu menembus top speed hingga 310 km/jam dalam kondisi ideal.

Kombinasi tenaga besar, torsi melimpah, dan karakter handling unik jelas akan menjadi tantangan tersendiri bagi Iannone di Mugello yang terkenal cepat dan teknikal.


Iannone Tak Sekadar Tampil, Ingin Langsung Kompetitif

Iannone sendiri menegaskan dirinya datang ke Mugello bukan sekadar meramaikan grid.

Pembalap asal Italia itu ingin langsung memahami karakter motor secepat mungkin dan berusaha tampil kompetitif di depan publik sendiri.

“Mugello adalah tempat yang sempurna untuk memulai, di depan para penggemar Italia, di trek yang sangat saya kenal.”

“Saya tidak datang ke sini hanya untuk berpartisipasi. Saya ingin memahami motor dengan cepat dan langsung kompetitif. Mari kita lihat apa yang bisa kita lakukan,” ujar Iannone.

Iannone akan bergabung bersama Niti Racing sebagai pembalap ketiga tim.

Ia akan satu paddock bersama Oscar Gutierrez dan pembalap Indonesia Dimas Ekky Pratama, yang juga menjadi bagian dari line-up tim musim ini.

Baggers Cup sendiri sebelumnya telah menggelar putaran pembuka di Austin. Pada race pertama, kemenangan diraih Archie McDonald dari Joe Rascal Racing. Sementara race kedua berhasil dimenangkan Oscar Gutierrez bersama Niti Racing.

Kini semua mata tertuju ke Mugello.

Akankah Andrea Iannone mampu cepat beradaptasi dengan Harley-Davidson Road Glide dan langsung bertarung di barisan depan pada debutnya? Menarik untuk ditunggu.

Continue Reading

Trending