Connect with us

Motor

“Pecahkan Rekor dengan 09.695 Detik, Mengapa D.O.S Masih Pertahankan Double Muffler?”

Published

on

Pada laga ke-4 Kawahara Djava K2R IDC 2024 (6/10), tim D.O.S asal Kulon Progo, Yogyakarta, sukses menyabet predikat terbaik di kelas Superopen 402m. Prestasi gemilang ini tercipta melalui aksi Kiki Paiko yang mencatatkan waktu spektakuler 09.695 detik, menjadikannya pembalap tercepat pada Seri-4 IDC 2024. Torehan ini membuktikan bahwa ‘MX FFA’ hasil karya Andis Tri Cahyo berada di puncak performa.

Sebelumnya, pada IDW Seri-3 (08/09), D.O.S juga mencatatkan waktu terbaik 09.729 detik di kelas FFA 350 402m, kembali lewat sentuhan dingin Kiki Paiko. Ini menunjukkan konsistensi dan performa mumpuni tim ini. Namun, ada satu pertanyaan menarik: mengapa D.O.S tetap setia menggunakan konfigurasi double muffler, sementara rival-rival seperti Abakura dan MBKW-2 lebih memilih single muffler?

Andis, sang owner sekaligus chief mekanik D.O.S Racing, angkat bicara, “Pembuktian aja kalau double knalpot bisa kenceng,” ungkapnya. Dari sisi teknis, Andis menjelaskan bahwa penggunaan double muffler adalah trik untuk membuat akselerasi motor lebih halus. “Motor FFA identik dengan torsi besar, yang cenderung liar. Dengan dua sistem buang, motor jadi lebih mudah dikendalikan, power tetap mengisi baik di putaran bawah, tengah, hingga atas,” tambahnya.

Menariknya, inovasi double muffler dari D.O.S ini juga mendapat perhatian dari tuner top dragbike Thailand, Mr. Manoch, spesialis Wave Superopen. “Benar, double knalpot Wave Superopen milik Mr. Manoch itu pakai head dari kita. Dulu waktu balapan di NGO Thailand, dia tertarik untuk mencoba, dan sekarang sudah diimplementasikan,” tutup Andis.

Inovasi dan konsistensi D.O.S ini tidak hanya membuktikan kemampuan mereka di lintasan, tapi juga membuka mata dunia dragbike internasional!

Motor Balap

Arai Agaska Targetkan Hasil Lebih Baik di World Sportbike Misano 2026

Published

on

By

Pembalap muda Indonesia, Arai Agaska, kembali bersiap menghadapi tantangan putaran kelima World Sportbike 2026 yang akan digelar di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia, pada 12–14 Juni 2026. Rider binaan Yamaha Racing Indonesia itu datang dengan motivasi tinggi untuk memperbaiki hasil dari seri-seri sebelumnya.

Menariknya, Misano bukanlah trek asing bagi Arai. Ia pernah mencatat hasil impresif di sirkuit tersebut saat tampil di R3 BLU CRU World Cup 2025 dengan finis posisi kedua. Selain itu, beberapa sesi latihan dan training camp di Eropa juga membuatnya semakin familiar dengan karakter teknis sirkuit cepat dan flowing tersebut.

Pengalaman itu menjadi modal penting dalam musim debutnya di World Sportbike bersama tim ProGP NitiRacing. Hingga empat putaran berjalan, Arai terus melakukan evaluasi untuk memahami karakter Yamaha R7 sekaligus meningkatkan konsistensi pace balapnya.

Musim ini, Arai telah mengumpulkan satu poin dari seri Autodrom Most di Republik Ceko. Meski hasilnya masih bertahap, progres performa tetap terlihat positif seiring adaptasi terhadap kompetisi level dunia yang semakin ketat.

Dukungan penuh dari Yamaha Racing Indonesia juga menjadi faktor penting dalam perkembangan Arai. Pihak tim menilai pengalaman musim ini akan menjadi fondasi besar bagi karier jangka panjang sang pembalap di kancah internasional.

Continue Reading

Electric Vehicle

Skutik Maxi TVS 160cc Baru, Mesin Liquid-Cooled Siap Guncang Pasar

Published

on

By

TVS kembali bersiap mengguncang pasar skutik premium dengan proyek terbaru mereka di kelas maxi scooter 160cc. Pabrikan asal India ini dikabarkan tengah mengembangkan platform baru yang benar-benar berbeda dari lini Ntorq yang selama ini menjadi andalan mereka. Langkah ini menjadi strategi besar TVS untuk masuk lebih dalam ke segmen skutik bongsor yang saat ini didominasi oleh pabrikan Jepang.

Berbeda dengan rumor sebelumnya yang menyebutkan pengembangan Ntorq 150, proyek ini justru merupakan platform baru yang benar-benar fresh. TVS menyiapkan mesin 160cc berpendingin cairan (liquid-cooled), sebuah peningkatan signifikan dibanding mayoritas skutik mereka saat ini yang masih menggunakan pendingin udara. Dengan konfigurasi ini, motor diproyeksikan mampu menghasilkan tenaga di kisaran 14 hingga 15 HP, bahkan berpotensi lebih tinggi untuk menantang kompetitor di kelas 150–160cc.

Dari sisi teknologi, TVS juga tidak main-main. Skutik maxi ini akan mengadopsi fitur konektivitas modern yang sebelumnya digunakan pada skutik listrik premium mereka seperti TVS X. Artinya, motor ini kemungkinan akan dibekali fitur digital, konektivitas smartphone, hingga sistem riding assist yang lebih canggih dibanding generasi sebelumnya.

Secara tampilan, TVS masih merahasiakan desain finalnya. Namun ada beberapa arah yang kemungkinan diambil: apakah akan dibuat sporty seperti Aerox, adventure seperti ADV160, atau maxi klasik seperti NMAX. Yang jelas, penggunaan roda berdiameter 14 inci menjadi indikasi bahwa stabilitas dan kenyamanan akan menjadi fokus utama.

Proyek skutik maxi 160cc ini tidak hanya ditujukan untuk pasar India, tetapi juga disiapkan sebagai produk global. Bahkan rencananya motor ini akan diekspor ke berbagai negara termasuk Eropa. Peluncurannya sendiri diperkirakan baru akan terjadi pada akhir 2027, menjadikannya salah satu proyek paling ambisius TVS dalam beberapa tahun terakhir.

Continue Reading

Motor

Steam Motorcycle: Teknologi Gila yang Tembus 300+ km/jam

Published

on

By

Dunia otomotif kembali diguncang oleh sebuah inovasi ekstrem dari Inggris, di mana sebuah sepeda motor bertenaga mesin uap berhasil mencatatkan rekor kecepatan luar biasa di ajang drag race. Motor ini bukan hasil pabrikan massal, melainkan proyek eksperimental yang dirancang secara mandiri oleh Graham Sykes, seorang insinyur berusia 62 tahun bersama istrinya di workshop pribadi mereka di North Yorkshire.

Berbeda dengan motor konvensional, sistem penggerak motor ini menggunakan prinsip kerja mesin uap bertekanan tinggi yang sangat kompleks. Sebelum berjalan, unit eksternal bernama “Mothership” digunakan untuk memanaskan sekitar 120 liter air deionisasi hingga suhu 260°C dengan tekanan mencapai 40–50 bar. Setelah mencapai kondisi siap, sistem akan melepaskan air melalui nosel berkecepatan supersonik, hingga 1,1 kali kecepatan suara, menciptakan dorongan ekstrem layaknya roket.

Saat tombol di setang ditekan, katup nitrogen membuka dan air super panas langsung berubah menjadi uap dengan ekspansi rasio hingga 1.620:1. Hasilnya adalah semburan energi masif yang menghasilkan gaya dorong hingga 6G, lengkap dengan suara ledakan supersonik yang mirip sonic boom pesawat tempur saat melewati batas kecepatan suara.

Dalam pengujian drag race, motor ini mencatatkan performa luar biasa: jarak seperempat mil ditempuh hanya dalam 5,503 detik dengan kecepatan 310,5 km/jam, menjadikannya salah satu motor tercepat di dunia—hanya kalah dari motor roket Eric Teboul. Sementara untuk jarak 1/8 mil, ia mencatat 3,258 detik dengan kecepatan 337,8 km/jam.

Meski begitu, sang pembuat menegaskan bahwa motor ini tidak akan diproduksi massal. Alasannya sederhana: sistem tenaga yang hanya memiliki mode ON dan OFF tanpa kontrol akselerasi bertahap membuatnya terlalu ekstrem untuk penggunaan normal di jalan raya.

Namun eksperimen ini belum selesai. Graham Sykes menargetkan peningkatan performa lebih jauh, dengan ambisi menembus waktu di bawah 5 detik untuk 1/4 mil dan 2 detik untuk 1/8 mil pada pengujian berikutnya.

Continue Reading

Trending