Connect with us

Electric Vehicle

LiveWire Honcho Hadir, Motor Listrik Ringan Bergaya Americana yang Berbeda dari Harley-Davidson

Published

on

Merek motor listrik milik LiveWire kembali menarik perhatian dengan menghadirkan model terbaru bernama LiveWire Honcho. Motor ini hadir dengan konsep yang cukup berbeda dari model sebelumnya seperti LiveWire One dan LiveWire S2 Del Mar, yang sebelumnya fokus pada performa tinggi dan segmen premium.

Setelah menghadapi tantangan penjualan pada lini motor listrik mahal, LiveWire kini mengubah strategi dengan menghadirkan produk yang lebih sederhana, ringan, dan terjangkau. Honcho dirancang untuk penggunaan harian, gaya hidup outdoor, serta mobilitas praktis di perkotaan maupun area semi-rural.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa LiveWire mulai serius masuk ke segmen motor listrik entry-level yang saat ini berkembang pesat di pasar global.


Desain Americana: Gaya Pit-Bike yang Santai dan Fungsional

Secara visual, LiveWire Honcho tampil sangat berbeda dari citra futuristik khas motor listrik modern. Motor ini justru mengusung gaya Americana, dengan karakter desain yang sederhana, tangguh, dan terinspirasi dari motor pit-bike.

Ciri desain utama:

  • Ban tebal bergaya off-road
  • Posisi berkendara tegak dan santai
  • Dimensi ringkas dan ringan
  • Tampilan kasual untuk gaya hidup outdoor

Konsep desainnya menggambarkan aktivitas khas pedesaan Amerika, seperti berkendara di jalan tanah, camping, memancing, hingga eksplorasi ringan di alam terbuka.

Pendekatan ini membuat motor terasa lebih dekat dengan pengguna muda yang mencari kendaraan praktis dan fun, bukan sekadar teknologi tinggi.


Platform S4: Motor Ringkas dengan Performa Setara 125cc

Menariknya, LiveWire Honcho menggunakan platform S4, yang sebelumnya diperkirakan akan digunakan untuk motor listrik berukuran besar. Namun, platform tersebut justru diadaptasi menjadi motor listrik ringkas dengan performa moderat.

Perkiraan spesifikasi performa:

  • Tenaga sekitar 15 HP (10 kW)
  • Kecepatan maksimum sekitar 85 km/jam
  • Jarak tempuh hingga 160 km
  • Setara motor bensin kelas 125 cc

Karakter performa ini membuat Honcho lebih cocok untuk penggunaan harian, commuting, dan aktivitas santai, dibandingkan untuk kecepatan tinggi.


Baterai Swappable: Solusi Praktis untuk Mobilitas Harian

Salah satu fitur penting dari LiveWire Honcho adalah penggunaan sistem baterai swappable atau dapat dilepas dan ditukar.

Keunggulan sistem ini:

🔋 Pengisian daya lebih fleksibel
⚡ Tidak perlu menunggu lama di charging station
🏙️ Cocok untuk mobilitas perkotaan
🔧 Perawatan lebih praktis

Fitur ini menjadi solusi untuk salah satu kendala utama kendaraan listrik, yaitu keterbatasan infrastruktur pengisian daya.


Target Pasar Baru: Segmen Motor Listrik Entry-Level

Dengan hadirnya LiveWire Honcho, LiveWire kini membidik segmen motor listrik ringan yang sedang tumbuh pesat di berbagai negara.

Segmen ini sebelumnya didominasi oleh merek seperti:

  • Sur-Ron
  • Segway

Namun, LiveWire memiliki keunggulan penting melalui dukungan jaringan dealer dari induk perusahaannya, yaitu Harley-Davidson, yang terkenal luas dalam hal layanan servis dan distribusi.

Jika strategi harga dan positioning tepat, Honcho berpotensi menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal brand LiveWire.

Electric Vehicle

Okinawa R30, Skuter Listrik Murah Bergaya Simpel yang Siap Jadi Andalan Mobilitas Harian di Perkotaan

Published

on

By

Okinawa Autotech ikut meramaikan pasar kendaraan listrik lewat salah satu skuter andalannya, Okinawa R30. Motor listrik ini hadir membawa konsep simpel, ringan, dan praktis, dengan fokus utama pada kebutuhan mobilitas harian di lingkungan perkotaan.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik berbiaya operasional rendah, Okinawa R30 muncul sebagai pilihan menarik di kelas skuter listrik entry-level. Karakternya dibuat mudah dikendarai, minim perawatan, serta cocok digunakan untuk aktivitas harian seperti berangkat kerja, ke kampus, hingga perjalanan jarak pendek di dalam kota.

Dari sisi desain, Okinawa R30 mengusung tampilan yang sederhana namun tetap modern. Bagian depannya memakai desain lampu utama yang ditempatkan di area apron, dipadukan aksen hitam glossy yang memberi sentuhan lebih stylish. Meski tampil minimalis, skuter listrik ini tetap terlihat modern dan tidak monoton.

Motor ini juga sudah dibekali panel instrumen digital yang menampilkan informasi kendaraan dengan tampilan lebih modern dibanding skuter listrik entry-level pada umumnya. Layout dashboard dibuat simpel namun fungsional sehingga mudah dibaca saat berkendara.

Untuk kenyamanan, Okinawa R30 memiliki tinggi jok sekitar 735 mm, membuatnya cukup ramah digunakan oleh berbagai postur pengendara. Area dek kaki rata juga menjadi nilai plus karena lebih praktis saat membawa tas, barang belanjaan, atau kebutuhan harian lainnya. Menariknya, skuter listrik ini disebut mampu membawa beban hingga 150 kg.

Soal pilihan warna, Okinawa menawarkan lima warna atraktif yaitu Pearl White, Glossy Red, Metallic Orange, Sea Green, dan Sunrise Yellow. Pilihan warna tersebut membuat karakter Okinawa R30 terlihat lebih playful dan cocok digunakan kalangan muda maupun pengguna urban sehari-hari.

Masuk ke sektor performa, Okinawa R30 menggunakan motor BLDC waterproof dengan tenaga sekitar 0,25 kW. Secara angka memang tidak besar, namun sudah cukup untuk kebutuhan berkendara santai di area perkotaan dengan karakter stop and go yang padat.

Untuk harga, Okinawa R30 dijual di India sekitar 61.998 Rupee, atau jika dikonversikan setara di kisaran Rp11 juta hingga Rp12 jutaan. Jika suatu saat masuk pasar Indonesia, harga jualnya diperkirakan bisa berada di rentang Rp15 juta hingga Rp18 jutaan setelah menyesuaikan biaya distribusi dan pajak.

Saat ini Okinawa R30 memang belum resmi dijual di Indonesia. Namun bila masuk ke Tanah Air, skuter listrik ini berpotensi menjadi salah satu opsi menarik di segmen skuter listrik perkotaan, terutama bagi pengguna yang mencari kendaraan praktis, ekonomis, dan bergaya simpel modern.

Continue Reading

Electric Vehicle

Honda Resmi Jual Super-ONE, Mobil Listrik Mungil dengan Tenaga 93 dk Dibanderol Rp 380 Jutaan

Published

on

By

Honda resmi memasarkan mobil listrik mungil terbarunya bernama Honda Super-ONE di pasar Jepang. Hadir di segmen kendaraan listrik kompak, Super-ONE membawa konsep berbeda dari city EV pada umumnya dengan menggabungkan efisiensi, teknologi modern, dan sensasi berkendara yang dibuat lebih fun.

Honda mengembangkan Super-ONE menggunakan basis platform N-Series khas Jepang, namun dengan revisi besar di sektor sasis. Dimensinya dibuat lebih lebar dengan posisi bodi lebih rendah untuk meningkatkan kestabilan saat bermanuver maupun melaju di kecepatan tinggi.

Secara tampilan, Honda Super-ONE tampil agresif layaknya hot hatch modern. Fender berukuran besar, bodi yang lebar, serta desain aerodinamis menjadi identitas utamanya. Karakternya terlihat sporty namun tetap mempertahankan bentuk kompak khas mobil perkotaan.

Untuk performa, Super-ONE dibekali motor listrik bertenaga 63 dk atau setara 47 kW dengan baterai berkapasitas 29,6 kWh. Menariknya, Honda menyediakan lima pilihan mode berkendara yakni Econ, City, Normal, Sport, dan Boost. Saat mode Boost diaktifkan, tenaga mobil meningkat hingga 93 dk atau sekitar 70 kW.

Salah satu fitur paling unik pada Super-ONE adalah hadirnya simulasi transmisi tujuh percepatan lengkap dengan paddle shift di balik setir. Honda juga menambahkan Active Sound Control, sistem suara virtual yang meniru karakter mesin bensin konvensional agar sensasi berkendaranya terasa lebih emosional meski berbasis tenaga listrik.

Masuk ke interior, nuansa sporty tetap terasa lewat penggunaan jok model bucket seat dengan desain khusus. Dashboard sudah dibekali layar infotainment 9 inci dengan sistem Google built-in. Honda juga menyematkan sistem audio premium Bose dengan delapan speaker plus subwoofer 13,1 liter di bagasi.

Dari sisi daya jelajah, Honda Super-ONE diklaim mampu menempuh hingga 274 km dalam sekali pengisian penuh berdasarkan standar WLTP. Untuk pengisian baterai, teknologi fast charging memungkinkan daya dari 10 persen ke 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit.

Mobil ini juga mendukung fitur one-pedal driving pada mode City, di mana pengemudi cukup melepas pedal akselerator untuk memperlambat kendaraan hingga berhenti total tanpa perlu sering menginjak rem.

Untuk pasar Jepang, Honda Super-ONE dibanderol mulai 3.390.200 yen, atau setara sekitar Rp 382 jutaan. Dengan desain kompak, fitur lengkap, serta sensasi berkendara yang dibuat menyerupai mobil bensin, Super-ONE menjadi salah satu mobil listrik mungil paling menarik yang hadir tahun ini.

Continue Reading

Electric Vehicle

BMW Vision K18 Bikin Heboh! Motor Konsep 1800cc dengan 6 Knalpot dan Desain Ekstrem

Published

on

By

BMW Motorrad kembali mencuri perhatian dunia otomotif lewat kemunculan BMW Vision K18, motor konsep futuristik yang disebut-sebut menjadi arah baru penerus lini touring legendaris K1600. Motor ini hadir dengan tampilan ekstrem bergaya bagger modern yang menggabungkan kemewahan khas touring BMW dengan aura performa agresif.

BMW Vision K18 dibangun menggunakan mesin enam silinder segaris berkapasitas 1.800 cc, mempertahankan identitas khas BMW Motorrad yang selama ini dikenal lewat karakter mesin halus, bertenaga, dan penuh torsi. Namun berbeda dari seri K1600 GTL yang identik dengan kenyamanan touring, Vision K18 justru tampil jauh lebih emosional dan dramatis.

Secara desain, BMW menghadirkan siluet memanjang yang terinspirasi dari pesawat supersonik Concorde. Detail unik langsung terlihat lewat penggunaan enam lampu depan LED, enam saluran udara, hingga enam knalpot yang menjadi simbol konfigurasi mesin inline-six milik BMW.

Karakter premium motor konsep ini juga diperkuat dengan penggunaan material eksklusif seperti panel aluminium handmade, forged carbon, dan finishing metalik spesial yang terinspirasi dari knalpot mobil Formula 1. BMW bahkan menyematkan sistem suspensi hidrolik adaptif yang mampu menurunkan tinggi motor secara otomatis untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas.

BMW menyebut Vision K18 bukan sekadar motor konsep pajangan. Pabrikan asal Jerman tersebut mengisyaratkan bahwa desain dan teknologi pada motor ini akan menjadi inspirasi untuk model produksi di masa depan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa BMW tengah menyiapkan generasi baru motor touring enam silinder dengan pendekatan yang lebih modern, sporty, dan futuristik.

CEO BMW Motorrad, Markus Flasch, juga menegaskan bahwa mesin enam silinder tetap menjadi bagian penting identitas BMW Motorrad. Menurutnya, mesin tersebut bukan hanya sekadar sumber tenaga, tetapi juga simbol karakter dan warisan BMW di dunia roda dua premium.

Dengan usia platform K1600 yang sudah lebih dari satu dekade, kehadiran BMW Vision K18 menjadi sinyal kuat bahwa BMW siap memasuki era baru motor touring premium dengan desain lebih agresif, teknologi modern, dan performa yang semakin emosional.

Continue Reading

Trending