Connect with us

Motor Balap

Andi Gilang dan JDT Racing Team Siap Bertarung di ARRC 2026 dengan Ducati Panigale V4R Generasi Ke-7

Published

on

Persaingan Asia Road Racing Championship 2026, khususnya kelas ASB1000, dipastikan bakal makin panas. Tim papan atas asal Malaysia, JDT Racing Team, mulai menunjukkan sinyal serius untuk menaikkan level persaingan lewat pengujian motor terbaru mereka: Ducati Panigale V4R generasi ke-7.

Melalui unggahan resmi tim, JDT memperlihatkan aktivitas testing intensif superbike terbaru Ducati tersebut. Yang menarik, dalam sesi pengujian itu juga terlihat pembalap Indonesia Andi Farid Izdihar atau Andi Gilang, ikut terlibat langsung menjajal motor bermesin V4 asal Borgo Panigale tersebut.

Kondisi ini memunculkan spekulasi kuat bahwa JDT Racing Team tengah menyiapkan debut Panigale V4R generasi terbaru untuk putaran berikutnya di Twin Ring Motegi, Jepang.

Jika benar diturunkan, ini bisa menjadi salah satu gebrakan teknis paling menarik di musim ARRC 2026.


Ducati Panigale V4R Gen-7: Transfer Teknologi WorldSBK dan DNA MotoGP

Ducati melakukan banyak revisi besar pada Panigale V4R generasi terbaru. Sebagai basis homologasi World Superbike, motor ini memang dikembangkan dengan pendekatan balap murni.

Ubahan paling mencolok terlihat pada sektor aerodinamika. Ducati kini mengadopsi konsep down-wash duct atau diffuser pada fairing bawah yang berfungsi mengatur aliran udara dari kolong motor untuk menciptakan efek ground effect saat motor dalam posisi rebah.

Teknologi ini punya beberapa fungsi penting:

  • meningkatkan stabilitas motor saat cornering cepat
  • membantu front-end tetap menapak saat akselerasi agresif
  • mengurangi turbulensi udara di area bawah fairing
  • membantu pendinginan mesin lebih efisien saat temperatur tinggi

Tak berhenti di sana, sektor mesin Desmosedici Stradale R juga mendapat refinement. Output tenaga tetap brutal khas Ducati, dengan potensi top speed tembus 330 km/jam pada kondisi optimal.

Ducati juga dikabarkan menyempurnakan geometri sasis agar lebih fleksibel di area tertentu namun tetap rigid secara lateral. Tujuannya jelas: handling lebih presisi, feedback ban lebih baik, dan meminimalkan gejala chatter saat masuk tikungan.


Andi Gilang Hadapi Tantangan Besar di Motegi

Bagi Andi Gilang, kesempatan menjajal Ducati Panigale V4R generasi terbaru jelas menjadi peluang besar sekaligus tantangan baru.

Sirkuit Twin Ring Motegi punya karakter yang sangat berbeda dibanding trek lain di kalender ARRC. Layout-nya dikenal bertipe stop-and-go, dengan kombinasi heavy braking, tikungan 90 derajat, lalu akselerasi keras menuju straight berikutnya.

Karakter seperti ini menuntut:

  • pengereman yang sangat stabil
  • traksi keluar tikungan yang kuat
  • wheelie control yang presisi
  • manajemen torsi yang halus

Secara teori, paket baru Panigale V4R sangat cocok untuk kebutuhan tersebut.

Efek downforce dari winglet dan diffuser baru akan membantu roda depan tetap menempel saat keluar tikungan. Sementara karakter mesin V4 Ducati yang bertenaga besar di putaran menengah–atas bisa menjadi senjata utama saat akselerasi menuju straight Motegi.

Meski demikian, tantangan terbesar justru datang dari proses adaptasi. Menghadirkan motor baru di tengah musim berarti tim harus bekerja ekstra menemukan base setup elektronik terbaik.

Mulai dari:

  • traction control
  • engine brake management
  • mapping throttle response
  • setup suspensi depan-belakang

semuanya harus disesuaikan dengan gaya balap Andi Gilang dan karakter ban spec ARRC.

Kalau semuanya klik sejak sesi latihan bebas, bukan tidak mungkin JDT Racing Team bisa langsung tampil kompetitif di Motegi.

Bahkan peluang podium terbuka sangat lebar.

Kini menarik ditunggu… apakah Ducati Panigale V4R generasi ke-7 benar-benar akan resmi debut di ARRC Motegi 2026? Dan mampukah Andi Gilang membawa senjata baru JDT Racing Team langsung bertarung di barisan depan?

Kita nantikan akhir pekan balap di Jepang nanti.

Moto GP

Veda Ega Pratama Percaya Diri Hadapi Moto3 Italia 2026, Siap Lanjutkan Tren Positif di Mugello

Published

on

By

Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama datang ke putaran Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello dengan rasa percaya diri tinggi. Rider Honda Team Asia itu membawa modal penting setelah menunjukkan performa solid pada seri sebelumnya di Catalunya.

Pada balapan di Barcelona, Veda tampil impresif lewat comeback luar biasa dari posisi start ke-20 hingga finis di posisi kedelapan. Penampilan tersebut menjadi salah satu performa terbaiknya musim ini sekaligus mempertegas perkembangan signifikan sang rookie di ajang Moto3 World Championship.

Tak hanya mampu menembus delapan besar, Veda juga sukses naik 12 posisi sepanjang balapan dan sempat bergabung di rombongan depan yang bertarung memperebutkan podium.

Hasil tersebut menjadi sinyal positif bahwa adaptasi Veda bersama Honda Team Asia semakin matang dari seri ke seri.


Momentum Positif Honda Team Asia Jelang Mugello

Honda Team Asia datang ke Italia dengan atmosfer yang cukup positif usai menunjukkan progres kompetitif di Catalunya.

Selain Veda yang tampil impresif, tandemnya Zen Mitani juga terus mengalami peningkatan performa. Pebalap asal Jepang tersebut mulai semakin nyaman dengan karakter motor Moto3 dan perlahan mendekati perebutan zona poin.

Kondisi ini membuat Honda Team Asia optimistis menghadapi akhir pekan di Mugello.

Sirkuit Mugello sendiri dikenal sebagai salah satu trek paling menantang di kalender MotoGP. Layout sepanjang 5,245 km ini punya karakter kombinasi trek lurus panjang, tikungan cepat, elevasi naik turun, serta area pengereman keras yang sangat menuntut konsistensi rider dan setting motor.


Veda: Kepercayaan Diri dengan Motor Terus Meningkat

Jelang balapan akhir pekan ini, Veda mengaku datang dengan perasaan yang sangat positif.

Menurutnya, progres bersama tim terus berkembang dan chemistry dengan motor semakin membaik di setiap seri.

“Saya tiba di Mugello dengan perasaan yang sangat positif setelah balapan terakhir. Selangkah demi selangkah kami terus meningkat setiap akhir pekan, dan di Catalunya kami sekali lagi menunjukkan bahwa bahkan memulai dari belakang pun kami bisa berjuang dan tetap dekat dengan kelompok depan. Kepercayaan diri dengan motor semakin meningkat dan komunikasi dengan tim juga semakin kuat di setiap balapan,” ujar Veda.

Rider bernomor #9 itu juga mengaku Mugello merupakan salah satu trek favoritnya sepanjang kalender balap.

Karakter cepat dan teknikal yang dimiliki Mugello dinilai sangat cocok dengan gaya membalapnya.

“Mugello adalah trek yang sangat saya sukai karena sangat cepat dan teknis sekaligus. Lintasan lurus yang panjang dan tikungan cepat membuatnya sangat istimewa untuk Moto3.”

Veda menegaskan target utamanya akhir pekan ini adalah melanjutkan tren positif yang sudah dibangun sejak Catalunya.

Fokus utamanya adalah langsung tampil kompetitif sejak sesi latihan bebas hari Jumat, menjaga ritme sepanjang akhir pekan, dan berusaha meraih hasil terbaik saat balapan.

“Tujuan akhir pekan ini adalah terus bekerja ke arah yang sama, meningkatkan performa sejak hari Jumat dan mencoba tetap kompetitif sepanjang akhir pekan. Kami sedang membangun momentum yang baik dan saya ingin terus belajar serta berjuang untuk hasil yang kuat.”

Dengan performa yang terus menanjak, rasa percaya diri yang meningkat, serta karakter Mugello yang cukup bersahabat baginya, Veda Ega Pratama berpeluang kembali tampil di barisan depan Moto3 Italia 2026 dan membawa hasil penting bagi Honda Team Asia.

Continue Reading

Moto GP

Veda Ega Pratama Siap Hadapi Mugello, Honda Dikabarkan Bawa Paket Upgrade Baru untuk NSF250RW

Published

on

By

Putaran ketujuh Moto3 World Championship 2026 akhir pekan ini akan berlangsung di Autodromo Internazionale del Mugello, Italia. Sorotan publik Indonesia tentu tertuju pada Veda Ega Pratama yang datang dengan kepercayaan diri tinggi menghadapi salah satu sirkuit paling ikonik di kalender MotoGP tersebut.

Bagi Veda, Mugello bukan sekadar lintasan sepanjang 5,245 kilometer dengan trek lurus panjang dan tikungan cepat. Sirkuit di kawasan Toscana itu juga menyimpan catatan positif dalam perjalanan kariernya. Pembalap muda Indonesia tersebut pernah tampil impresif di Mugello saat berlaga di Red Bull MotoGP Rookies Cup, termasuk mencatat kemenangan yang membuat namanya semakin diperhitungkan di paddock junior Grand Prix.

Modal itu menjadi bekal penting jelang Moto3 Italia 2026. Apalagi performa Veda sepanjang musim ini juga terus menunjukkan tren positif.

Saat ini Veda mengoleksi 58 poin, sejajar dengan Marco Morelli di klasemen sementara. Ia juga masih memimpin perebutan gelar Rookie of The Year dengan keunggulan 16 poin atas Brian Uriarte.


Honda Dikabarkan Siapkan Paket Upgrade Baru NSF250RW

Menariknya, jelang GP Italia muncul kabar bahwa Honda Racing Corporation (HRC) membawa paket pengembangan terbaru untuk motor Honda NSF250RW milik Veda.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari tim, paddock Mugello diramaikan isu soal hadirnya beberapa komponen baru dari Jepang yang dipersiapkan khusus menghadapi karakter sirkuit Mugello yang sangat menuntut kecepatan puncak dan stabilitas motor.

Setidaknya ada tiga area yang disebut menjadi fokus pengembangan:

  • Aerodinamika baru untuk meningkatkan top speed di trek lurus utama Mugello
  • Update sistem exhaust/knalpot untuk mendukung performa akselerasi keluar tikungan
  • Setelan sasis terbaru demi meningkatkan stabilitas saat hard braking dan corner entry di tikungan cepat

Jika benar digunakan, paket ini bisa menjadi keuntungan besar bagi Veda, terutama di sektor-sektor cepat yang selama ini menjadi kunci lap time di Mugello.


Mugello dan Peluang Podium Kedua Veda

Secara karakter, Mugello dikenal sebagai salah satu trek paling teknis di kalender Moto3. Kombinasi trek lurus panjang, late braking keras di San Donato, hingga rangkaian tikungan cepat seperti Arrabbiata 1 dan Arrabbiata 2 membuat motor dan pembalap harus bekerja maksimal.

Gaya balap Veda yang agresif saat pengereman serta kuat dalam perubahan arah cepat dinilai cukup cocok dengan karakter Mugello.

Area yang bisa menjadi kekuatan utamanya antara lain:

  • San Donato (T1): titik pengereman keras setelah trek lurus utama
  • Luco–Poggio Secco: sektor teknikal yang menuntut kelincahan motor
  • Arrabbiata 1 & 2: tikungan cepat yang menuntut keberanian dan corner speed tinggi

Dengan kombinasi pengalaman positif di Mugello, performa kompetitif sepanjang musim, serta potensi hadirnya upgrade baru dari HRC, peluang Veda untuk kembali bertarung di grup depan terbuka cukup lebar.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Mugello bisa menjadi panggung sempurna bagi Veda Ega Pratama untuk memburu podium keduanya musim ini di ajang Moto3 World Championship 2026.

Continue Reading

Motor

Sambut 100 Tahun Borgo Panigale, Ducati Rilis Collezione 100 dan Livery Spesial Mugello 2026 yang Penuh Sejarah

Published

on

By

Ducati merayakan tonggak sejarah terbesarnya di tahun 2026. Genap 100 tahun sejak berdiri di Borgo Panigale, Italia (1926–2026), pabrikan asal Italia tersebut resmi meluncurkan proyek spesial bertajuk “Collezione 100”, bersamaan dengan hadirnya livery edisi khusus Mugello 2026 untuk motor MotoGP mereka.

Peluncuran spesial ini dilakukan di Mugello Circuit—sirkuit yang punya nilai emosional besar bagi Ducati dan publik Italia. Mugello selama ini dikenal sebagai rumah kemenangan Desmosedici di panggung MotoGP, dan kini menjadi tempat peluncuran salah satu karya paling bersejarah Ducati dalam satu abad terakhir.


Collezione 100: 10 Livery Ikonik, Produksi Sangat Terbatas

Melalui Collezione 100, Ducati menghadirkan sepuluh desain livery berbeda yang masing-masing merepresentasikan perjalanan panjang mereka di dunia otomotif dan balap motor.

Setiap corak dibuat sebagai penghormatan terhadap berbagai era penting Ducati—mulai dari warisan desain klasik, evolusi teknologi Desmo, hingga dominasi mereka di lintasan balap dunia.

Yang membuat koleksi ini semakin spesial, setiap desain hanya diproduksi 100 unit di seluruh dunia dalam format numbered edition. Artinya, setiap unit menjadi koleksi eksklusif yang sangat terbatas dan berpotensi menjadi incaran para kolektor Ducati global.


Ducati Lenovo Tampil Spesial di Mugello dengan Livery Seabad Ducati

Momen peluncuran terasa semakin emosional ketika duo pembalap tim Ducati Lenovo Team, yakni Marc Márquez dan Francesco Bagnaia, memperkenalkan Desmosedici GP26 dengan balutan livery spesial untuk MotoGP Mugello 2026.

Tampilan motor tersebut memadukan dua karakter desain yang berbeda namun harmonis:

🔺 Pola geometris modern dan agresif, khas DNA motor balap Ducati masa kini
🏁 Kolase elemen historis, yang diambil langsung dari sepuluh desain Collezione 100

Hasilnya membuat Desmosedici GP26 tampil seperti “kanvas hidup” yang membawa perjalanan 100 tahun sejarah Ducati ke lintasan MotoGP.

Detail grafisnya memuat berbagai referensi visual dari motor-motor legendaris Ducati masa lalu, termasuk sentuhan yang terinspirasi dari era Ducati 750 Imola Desmo, berpadu dengan bahasa desain modern Desmosedici generasi terbaru.


Selebrasi Sejarah, Dari Pabrikan Radio hingga Penguasa MotoGP

Peluncuran Collezione 100 menjadi simbol bagaimana Ducati terus membawa sejarahnya ke masa depan.

Berawal dari pabrikan kecil pembuat komponen radio di tahun 1926 di Borgo Panigale, Ducati kini menjelma menjadi salah satu nama terbesar di industri roda dua dunia—baik di pasar motor premium maupun di arena MotoGP.

Kehadiran livery spesial Mugello 2026 menegaskan satu hal: Ducati bukan hanya sedang merayakan usia ke-100, tetapi juga merayakan perjalanan panjang penuh inovasi, performa, dan kemenangan.

Perpaduan desain klasik dan bahasa balap modern yang dibawa Marc Márquez dan Pecco Bagnaia di Mugello diprediksi akan menjadi salah satu visual paling ikonik sepanjang musim MotoGP 2026.

Continue Reading

Trending