Motor Balap
Alfi Husni Juara UB150 ARRC 2026 di Sepang, Pertahankan Gelar Dua Tahun Beruntun
SEPANG – Alfi Husni kembali mengukuhkan dirinya sebagai penguasa kelas UB150 Asia Road Racing Championship (ARRC). Rider Indonesia tersebut sukses memenangi balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia, sekaligus memastikan gelar juara umum UB150 2026 lebih awal.
Bukan sekadar kemenangan biasa, hasil di Sepang menjadi pencapaian spesial karena Husni berhasil mempertahankan gelar juara UB150 selama dua musim berturut-turut.
Perjuangan menuju podium tertinggi bahkan berlangsung sangat dramatis. Husni harus bertarung hingga lap terakhir dalam rombongan terdepan yang dihuni sejumlah pembalap dengan jarak sangat rapat.
Pertarungan Ketat Sejak Lap Awal

Balapan UB150 berlangsung dengan tensi tinggi sejak lampu start padam. Sebelum race dimulai, Dimas Juli Atmoko dari HJS Youngstar Kawahara RCTH Sixty mengamankan pole position dengan catatan waktu 2 menit 33,596 detik.
Di sampingnya terdapat M. Syirat Sauki dari Yamaha LFN HP969 Indonesia Racing Team.
Sementara itu, Muhammad Adib Arsyad Mohd Hisam, Ahmad Darwisy Ahmad Sahir, dan Adytya Fauzi harus mengawali balapan dari pit lane setelah mendapatkan penalti akibat berkendara terlalu lambat pada sesi latihan kedua.
Begitu balapan dimulai, Husni langsung menunjukkan kecepatannya dengan mengambil posisi terdepan. John Emerson Inguito dan Dimas Juli Atmoko memberikan tekanan sejak lap awal.
Memasuki lap kedua, Shahrol Syazras Shahrol Yuzy berhasil mengambil posisi kedua dan mulai membayangi Husni.
Persaingan semakin panas pada lap ketiga. Husni, Dimas, dan Syazras saling bertukar posisi di barisan depan. Karakter balap UB150 yang sangat rapat kembali terlihat, dengan slipstream dan momentum keluar tikungan menjadi faktor penting dalam perebutan posisi.
Adib Bangkit dari Pit Lane
Drama balapan tidak hanya terjadi di barisan depan. Muhammad Adib Arsyad Mohd Hisam tampil impresif setelah harus memulai dari pit lane.
Adib secara bertahap memperbaiki posisinya dan bahkan mencatatkan lap tercepat 2 menit 40,160 detik pada lap keempat.
Ia kemudian kembali mempertajam catatannya menjadi 2 menit 39,477 detik pada lap kelima, sekaligus membawa dirinya masuk ke dalam persaingan kelompok terdepan bersama Fadli Rigani, John Emerson Inguito, Rendi Odding, Husni, dan Dimas.
Rombongan terdepan pun semakin padat. Tidak ada ruang untuk melakukan kesalahan karena selisih waktu antarpembalap sangat tipis.
Finis Hanya 0,032 Detik!
Memasuki lap terakhir, pertarungan menuju kemenangan belum benar-benar berakhir.
Syazras sempat berada di depan ketika keluar dari tikungan terakhir menuju lintasan lurus utama. Namun, Husni dan Fadli memanfaatkan slipstream untuk mendapatkan tambahan kecepatan di trek lurus.

Hasilnya adalah duel finis yang sangat ketat.
Husni akhirnya berhasil melintasi garis finis pertama dengan waktu 16 menit 12,432 detik.
Ia hanya unggul 0,032 detik dari Fadli Rigani yang finis di posisi kedua. Sementara Syazras mengamankan posisi ketiga dengan selisih hanya 0,053 detik dari Husni.
Selisih sekecil itu menggambarkan betapa ketatnya persaingan UB150 di level Asia.
Sehari Sebelumnya Sempat Mengalami Crash
Kemenangan Husni terasa semakin spesial karena sehari sebelum balapan, ia sempat mengalami kecelakaan yang cukup parah.
Beruntung, hasil pemeriksaan menunjukkan Husni tidak mengalami patah tulang dan mendapatkan izin untuk kembali turun balapan.
Alih-alih menyerah, pembalap Indonesia tersebut justru mampu bangkit dan memberikan respons terbaik di lintasan dengan meraih kemenangan sekaligus mengunci gelar juara umum UB150 2026.
“Syukur Alhamdulillah. Kata-kata tidak dapat menggambarkan betapa bersyukurnya saya hari ini. Pertama dan terutama, terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim saya, setiap anggota yang telah bekerja tanpa lelah dan mencurahkan hati dan jiwa mereka untuk musim ini. Ini juga untuk keluarga saya di Indonesia, yang doanya telah membimbing saya melewati setiap perlombaan,” ujar Husni.
Husni juga mengungkapkan bahwa kecelakaan sehari sebelumnya menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam perjuangannya di Sepang.
Menurutnya, tidak adanya cedera patah tulang membuatnya mendapat kesempatan untuk kembali ke lintasan. Tekad untuk bangkit akhirnya berbuah kemenangan.
“Mempertahankan gelar ini dua tahun berturut-turut sangat berarti bagi kami, dan kemenangan ini milik semua orang yang percaya kepada saya,” lanjut Husni.
Dengan kemenangan tersebut, Alfi Husni resmi mengunci gelar UB150 ARRC 2026 lebih awal. Ia kembali membawa mahkota kelas underbone paling bergengsi di Asia ke tangannya dan menegaskan statusnya sebagai salah satu rider Indonesia yang paling konsisten di persaingan UB150.
Alfi Husni — back-to-back UB150 Champion.
Fokus Keyphrase
Alfi Husni juara UB150 ARRC 2026
SEO Slug
alfi-husni-juara-ub150-arrc-2026-sepang
Meta Description
Alfi Husni juara UB150 ARRC 2026 di Sepang dan mempertahankan gelar dua musim beruntun setelah menang dramatis dengan selisih 0,032 detik.
Opsi Judul
- Alfi Husni Juara UB150 ARRC 2026 di Sepang, Pertahankan Gelar Dua Tahun Beruntun
- KING OF UB150 ASIA! Alfi Husni Kembali Rebut Mahkota ARRC 2026
- Alfi Husni Juara UB150 ARRC 2026, Menang Dramatis Hanya 0,032 Detik!
- Back-to-Back Champion! Alfi Husni Pertahankan Gelar UB150 Asia 2026
- Alfi Husni Tak Terbendung di Sepang, Kunci Gelar UB150 ARRC 2026
- Sempat Crash, Alfi Husni Bangkit dan Juara UB150 ARRC 2026
- Drama Finis 0,032 Detik! Alfi Husni Jadi Raja UB150 Asia 2026
- Alfi Husni Kembali ke Puncak, Mahkota UB150 Asia Tetap Miliknya
- Gelar UB150 ARRC 2026 Dikunci Alfi Husni, Juara Dua Musim Beruntun
- Dari Crash ke Juara! Alfi Husni Kunci Gelar UB150 Asia di Sepang
Moto GP
Yamaha Proyeksikan Aldi Satya Mahendra Naik ke Moto2 pada 2028
Yamaha Racing Indonesia (YRI) terus memperkuat program pembinaan pembalap muda melalui jalur karier yang terstruktur, mulai dari kompetisi nasional hingga kejuaraan dunia. Salah satu target jangka panjang yang disiapkan adalah memproyeksikan Aldi Satya Mahendra untuk berkompetisi di kelas Moto2 pada musim 2028.
Proyeksi tersebut menjadi bagian dari strategi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dalam mengembangkan talenta balap Indonesia agar mampu bersaing di level internasional. Meski demikian, Moto2 2028 masih menjadi target yang diproyeksikan Yamaha, bukan kepastian bahwa Aldi akan tampil di kelas tersebut.

Perjalanan Aldi menjadi salah satu contoh pembinaan berjenjang yang dijalankan Yamaha. Pembalap asal Indonesia itu mencatatkan prestasi bersejarah dengan meraih gelar juara dunia World Supersport 300 (WSSP300) pada musim 2024. Setelah melalui R3 BLU CRU World Cup dan WSSP300, Aldi kini berkompetisi di kelas World Supersport (WSSP).
Menurut Yamaha, perkembangan Aldi tidak hanya terlihat dari hasil balapan, tetapi juga dari aspek fisik dan kemampuan teknis. Peningkatan kondisi fisiknya disebut mencapai 20 persen dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, pemahaman terhadap karakter motor, penentuan set-up, kemampuan beradaptasi, serta pengambilan keputusan saat balapan juga terus mengalami perkembangan.
Manager Motorsport PT YIMM, Wahyu Rusmayadi, menyebut perkembangan tersebut menjadi modal penting bagi Aldi untuk meningkatkan daya saingnya di World Supersport. Yamaha berharap Aldi dapat terus berkembang dan menjadi penantang podium sebelum melangkah ke jenjang berikutnya.
“Pada musim 2028, Aldi Satya Mahendra diproyeksikan akan berkompetisi di kejuaraan Moto2,” ungkap Wahyu Rusmayadi.
Jika rencana tersebut terealisasi, Moto2 akan menjadi babak baru dalam perjalanan karier Aldi di arena balap internasional. Namun, sebelum menuju target itu, konsistensi performa dan pencapaian kompetitif di World Supersport tetap menjadi bagian penting dari proses pengembangannya.
Yamaha Siapkan Pembalap di Berbagai Level Kompetisi

Program pembinaan Yamaha Racing Indonesia tidak hanya berfokus pada Aldi Satya Mahendra. Yamaha juga menempatkan pembalap Indonesia di sejumlah kejuaraan regional dan internasional sebagai bagian dari upaya membangun jalur menuju kompetisi dunia.
Di kelas World Supersport, Yamaha menurunkan Aldi Satya Mahendra, sedangkan Arai Agaska masuk dalam skuad yang dipersiapkan untuk World Sportbike. Sementara itu, di Asia Road Racing Championship (ARRC), Yamaha diperkuat Wahyu Nugroho, M. Faerozi, Candra Hermawan, dan Fadhil Musyavi.
Pada Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship, Sabian Fathul Ilmi menjadi salah satu pembalap yang mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan balapnya di level regional.
Di tingkat nasional, Yamaha Racing Indonesia menaungi 10 tim dengan total 40 pembalap yang berkompetisi di berbagai kelas kejuaraan. Struktur ini menjadi bagian dari upaya Yamaha dalam membuka jalur pembinaan dari kompetisi domestik menuju panggung internasional.
Melalui sistem tersebut, Yamaha berupaya memastikan pembalap memiliki kesempatan berkembang secara bertahap, mulai dari pengalaman kompetisi, penguasaan teknik balap, hingga kesiapan menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi.
Bagi Aldi Satya Mahendra, proyeksi menuju Moto2 2028 menjadi sasaran besar berikutnya setelah keberhasilan meraih gelar juara dunia WSSP300. Perjalanan menuju target itu masih membutuhkan pembuktian di lintasan, dengan World Supersport menjadi salah satu tahap penting dalam prosesnya.
Motor Balap
Diva Ismayana Juara Nasional Motocross 2026, Ducati MX Team Indonesia Cetak Sejarah
Ducati MX Team Indonesia langsung menorehkan prestasi pada musim debutnya di kejuaraan motocross nasional. Pembalap andalannya, Diva Ismayana, berhasil mengamankan gelar Juara Nasional kelas MX1 2026. Sementara itu, rekan setimnya, Hilman Maksum, turut menyelesaikan musim di posisi ketiga klasemen akhir.
Kepastian gelar tersebut diperoleh setelah seri Grand Final yang berlangsung di Sirkuit Panca Arga Akmil, Magelang, Jawa Tengah, pada 10–11 Oktober 2026. Diva menutup persaingan dengan koleksi 396 poin, unggul 46 poin dari rival terdekatnya, Delvintor Alfarizi. Di sisi lain, Hilman mengumpulkan 333 poin untuk mengamankan posisi ketiga klasemen.
Hasil ini menjadi pencapaian penting bagi Ducati MX Team Indonesia. Pada tahun pertamanya berkompetisi secara resmi di motocross nasional, tim tersebut langsung menempatkan dua pembalapnya di tiga besar klasemen akhir, sekaligus membawa pulang gelar juara nasional MX1.
Bangkit dari Cedera, Diva Kembali Kompetitif

Perjalanan Diva menuju gelar juara tidak berlangsung mulus. Pembalap bernomor start 26 itu sempat mengalami cedera bahu sebelum putaran awal kejuaraan, sehingga harus menjalani proses pemulihan yang panjang sebelum kembali bersaing di lintasan.
Setelah pulih, Diva membangun performanya secara bertahap untuk menjaga konsistensi sepanjang musim. Tantangan juga datang dari sisi teknis, karena Diva dan Hilman harus menghadapi sejumlah kendala pada motor yang digunakan untuk berkompetisi.
Meski menghadapi berbagai hambatan, keduanya mampu menjaga daya saing hingga seri penutup. Hasil akhir musim pun menunjukkan kontribusi dua pembalap tersebut dalam mengantarkan Ducati MX Team Indonesia meraih hasil signifikan pada debutnya di kejuaraan nasional.
Ducati Desmo450 MX Factory Jadi Andalan Tim
Dalam menghadapi persaingan motocross nasional, Ducati MX Team Indonesia mengandalkan Ducati Desmo450 MX Factory. Motor motocross tersebut menjadi bagian dari langkah Ducati membawa teknologi dan DNA balap dari Borgo Panigale ke lintasan motocross Indonesia.
Keberhasilan Diva meraih gelar MX1, ditambah posisi ketiga yang diraih Hilman, menjadi hasil penting bagi tim dalam membangun fondasi kompetitif untuk musim berikutnya.
Tiga Tahun Menanti Gelar Juara Nasional
Bagi Diva, gelar juara nasional 2026 memiliki makna tersendiri. Pencapaian ini mengakhiri penantian selama tiga tahun sejak terakhir kali ia menjadi juara nasional pada 2023, ketika berkompetisi di kelas MX2.

“Buat saya, gelar ini punya arti yang sangat besar. Perjalanan musim ini benar-benar tidak mudah. Bisa dibilang penantian yang sangat panjang, sekitar tiga tahun. Terakhir juara nasional di tahun 2023 kelas MX2. Ini juga momen spesial buat saya, karena Juara Nasional 2026, di umur 26 tahun, dengan nomor start 26. Saya bersyukur akhirnya bisa meraih gelar ini bersama Ducati MX Team Indonesia,” ujar Diva.
Keberhasilan tersebut menjadi penutup musim yang berkesan bagi Diva sekaligus Ducati MX Team Indonesia. Dengan satu gelar juara nasional dan satu pembalap lain di posisi ketiga, tim memiliki modal penting untuk melanjutkan kiprahnya dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan motocross nasional pada musim mendatang.
Motor Balap
CFMOTO 675SR-R Jadi Motor Resmi WorldWCR Mulai 2027, Usung Mesin 3 Silinder
Kejuaraan balap motor wanita dunia, FIM Women’s Circuit Racing World Championship (WorldWCR), bakal memasuki era baru mulai musim 2027. CFMOTO resmi ditunjuk sebagai pemasok motor tunggal untuk kejuaraan tersebut selama tiga musim, yakni 2027 hingga 2029. Model yang akan digunakan seluruh pebalap adalah CFMOTO 675SR-R, motor sport bermesin tiga silinder berkapasitas 675 cc.
Penunjukan ini menjadi langkah penting bagi WorldWCR dalam mengembangkan persaingan balap motor wanita di level internasional. Kehadiran motor dengan konfigurasi mesin tiga silinder diharapkan menghadirkan karakter performa baru sekaligus meningkatkan tantangan bagi para pebalap di lintasan.
CFMOTO 675SR-R Bawa Mesin 3 Silinder 675 cc

Salah satu perubahan utama pada musim 2027 adalah penggunaan CFMOTO 675SR-R sebagai motor balap standar bagi seluruh peserta. Motor ini mengandalkan mesin tiga silinder berkapasitas 675 cc yang menawarkan karakter tenaga dan respons berbeda dibandingkan motor yang digunakan sebelumnya.
Berdasarkan informasi awal, peningkatan tenaga diperkirakan mencapai sekitar 15 hp. Tambahan performa tersebut berpotensi membuat persaingan di lintasan semakin menarik, terutama ketika para pebalap beradu kecepatan saat keluar tikungan, melakukan manuver menyalip, hingga bertarung dalam posisi wheel-to-wheel.
Meski demikian, performa akhir motor dalam konfigurasi balap akan bergantung pada spesifikasi teknis dan penyesuaian yang diterapkan untuk kebutuhan kompetisi.
Format One-Make Race Tetap Dipertahankan

Meski menggunakan motor baru, WorldWCR tetap mempertahankan format one-make race. Artinya, seluruh peserta akan menggunakan motor dengan spesifikasi dasar yang seragam sesuai regulasi kejuaraan.
Format ini dirancang untuk menjaga persaingan tetap berfokus pada kemampuan pebalap, mulai dari teknik berkendara, konsistensi, strategi balapan, hingga kemampuan beradaptasi dengan karakter motor. Dengan peningkatan performa CFMOTO 675SR-R, para pebalap dituntut untuk semakin mengoptimalkan pengereman, akselerasi, pemilihan racing line, dan pengelolaan ban sepanjang balapan.
Keseragaman motor juga menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga karakter kompetisi WorldWCR, sehingga setiap peserta memiliki basis teknis yang sama untuk bersaing di lintasan.
Michelin Jadi Pemasok Ban Tunggal
Pembaruan WorldWCR pada musim 2027 tidak hanya berfokus pada motor. Kejuaraan ini juga dijadwalkan menggunakan Michelin sebagai pemasok ban tunggal.
Kombinasi CFMOTO 675SR-R bermesin tiga silinder dan ban Michelin akan menghadirkan paket teknis baru yang perlu dipahami oleh setiap pebalap dan tim. Karakter mesin, penyaluran tenaga, tingkat cengkeraman ban, serta pengaturan suspensi dan sasis akan menjadi bagian penting dalam proses adaptasi.
Bagi tim, kemampuan menentukan setelan motor yang sesuai dengan karakter sirkuit dan kondisi lintasan akan tetap menjadi faktor penting. Sementara itu, para pebalap perlu menyesuaikan gaya berkendara untuk memaksimalkan potensi motor sekaligus menjaga konsistensi sepanjang balapan.
Langkah CFMOTO di Panggung Balap Dunia

Penunjukan sebagai pemasok motor tunggal WorldWCR untuk periode 2027–2029 menjadi kesempatan bagi CFMOTO untuk memperkuat kehadirannya di motorsport internasional. Melalui penggunaan 675SR-R, pabrikan asal Tiongkok tersebut akan memiliki peran langsung dalam mendukung salah satu kejuaraan balap motor wanita tingkat dunia.
Bagi WorldWCR, pembaruan motor dan pemasok ban berpotensi menghadirkan tantangan teknis baru sekaligus memberikan pengalaman balap yang berbeda bagi para peserta.
Pertanyaan menariknya, seberapa besar pengaruh mesin tiga silinder 675 cc terhadap persaingan WorldWCR musim 2027? Dengan format balap yang tetap mengutamakan kesetaraan motor, kemampuan adaptasi dan konsistensi pebalap diperkirakan tetap menjadi faktor penentu dalam perebutan posisi terdepan.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
