Connect with us

Event

MARINI COBA UBAH GAYA BALAPNYA MENIRU BAGNAIA DAN MARTIN

Published

on

Honda masih belum bisa melakukan peningkatan dengan benar di MotoGP 2024. Tak heran jika melihat keempat RC213V menduduki posisi terbawah klasemen sementara, sementara tidak ada jalan keluar yang lebih baik untuk perusahaan asal Jepang tersebut.

Dengan latar belakang yang sulit bagi keempat pembalap tersebut, Luca Marini paling menderita. Setelah lima balapan pada 2024, ia menjadi satu-satunya pembalap penuh waktu yang belum mencetak satu poin pun.

Namun, ia telah menyelesaikan semua balapan panjang, dan dapat membanggakan bahwa ia hanya melewatkan red flag pada sprint di Jerez, di mana ia terjatuh seperti banyak pembalap lainnya pada hari itu.

Di Le Mans, pembalap Italia ini finis 27,8 detik di belakang pemenang sprint Jorge Martin, selisih waktu yang melebar jadi 40 detik pada hari Minggu. Awalnya berada di depan Joan Mir pada Sabtu, ia mendapati dirinya berada di posisi terakhir saat rekan setimnya itu terjatuh, dan terisolasi dari rombongan sejak lap keenam dan seterusnya.

Dalam balapan panjang, ia sempat berada di depan Takaaki Nakagami, Augusto Fernandez, dan Alex Rins. Namun, ketika pembalap Yamaha itu menyalipnya di pertengahan balapan, ia kembali berada di posisi terakhir.

Seperti yang diketahui Marini, start dari belakang grid adalah balapan tersendiri, di dunia yang berbeda dengan mereka yang mendikte kecepatan di depan.

“Defisit yang terakumulasi dalam dua atau tiga lap pertama sudah sangat besar. Di lap kedua, tim lain mencatat waktu sama dengan kami di kualifikasi. Di lap pertama kami sudah kehilangan lima atau enam detik, dan hal yang sama terjadi di lap kedua,” ujarnya di akhir pekan, berbicara secara umum.

Dengan demikian, pembalap Italia itu menyelesaikan GP Prancis dengan menantikan tes privat di Mugello, dengan partisipasi dua pabrik Jepang, “sesegera mungkin”, sambil mengeluh bahwa “masalah yang sama terus berlanjut” baginya dengan Honda.

Masalahnya sebenarnya ada dua: membuat RC213V berbelok dan memiliki stabilitas yang baik saat berakselerasi.

“Saya merasa sangat kuat saat mengerem, tapi di sisi lain saya kesulitan membelokkan motor di tengah tikungan, dan saya juga kehilangan kecepatan saat keluar dari tikungan. Ini bukan hal baru, tapi belum ada sesuatu yang nyata yang menunjukkan bahwa kami bisa keluar dari terowongan,” komentarnya.

Jadi, sementara perbaikan terus dilakukan, pembalap #10 ini menargetkan untuk mengubah gaya berkendaranya, untuk membuatnya sejajar dengan para pembalap terdepan dalam kategori ini.

“Kami harus mencoba untuk tetap tersenyum. Kami tahu kami sedang bekerja, para pembalap Jepang melakukan yang terbaik yang mereka bisa dan peningkatan akan terjadi dalam beberapa balapan berikutnya, jadi dari sana saya berharap kami bisa mengincar posisi yang lebih baik,” tuturnya.

“Saya mencoba untuk memperbaiki gaya berkendara saya, posisi saya, karena hari ini kita bisa melihat bahwa Pecco Bagnaia dan Jorge Martin mampu membuat perbedaan dengan tubuh mereka.

“Mereka adalah satu-satunya yang mendorong dengan cara seperti ini, menempatkan tubuh mereka ‘di bawah’ motor dan membuatnya berbelok. Saya pikir itu adalah kunci untuk beberapa tahun ke depan di MotoGP, semua orang mencoba untuk membuat perubahan itu, dan saya sedang mengusahakannya. Saya memberikan 100 persen di setiap lap.”

Namun, di akhir balapan, adik dari Valentino Rossi ini termenung, membuat pengamatan yang serupa dengan balapan Grand Prix sebelumnya.

“Apa yang saya tidak mengerti adalah bahwa saya memulai hari Jumat dengan ritme dan mempertahankannya hingga hari Minggu, sementara Joan berhasil membuat langkah maju yang sangat besar selama balapan yang panjang,” jelasnya.

“Hari ini (Minggu), ia menjalani balapan yang hebat, dari sudut pandang saya. Sayangnya, ia terjatuh, tetapi sampai saat itu ia menjalani balapan yang sangat bagus. Kami harus memahami itu.”

Joan Mir mampu melakukan evolusi 0,9 detik dari catatan waktu terbaiknya di hari Minggu, meski hanya menyelesaikan setengah dari jarak tersebut. Luca Marini, sementara itu, tidak pernah kurang dari 1,4 detik dari posisi terdepan sepanjang GP: 1,9 detik dari catatan waktu terbaik di sprint dan 1,6 detik di balapan panjang.

Event

Charles Leclerc Menangi F1 GP Inggris 2026, Drama Safety Car Tutup Balapan Silverstone

Published

on

By

Charles Leclerc akhirnya membuka rekening kemenangan musim Formula 1 2026 setelah tampil impresif pada F1 GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (5/7). Pebalap Ferrari tersebut mengamankan podium tertinggi dalam balapan penuh drama yang harus diakhiri di bawah Safety Car, menghilangkan peluang terjadinya duel penentu kemenangan pada lap terakhir.

Sejak lampu start padam, Leclerc langsung melesat dengan start sempurna dan mengambil alih posisi terdepan dari Andrea Kimi Antonelli. Pebalap Ferrari itu mampu menjaga ritme balap sepanjang stint pertama, namun tekanan mulai datang memasuki fase akhir lomba.

Antonelli yang menggunakan ban dengan usia sekitar 10 lap lebih muda memiliki kecepatan lebih baik dan terus memangkas selisih waktu dengan Leclerc. Duel perebutan kemenangan pun tampak akan berlangsung sengit hingga lap terakhir sebelum situasi berubah drastis.

Harapan Antonelli pupus setelah mobil Mercedes yang dikendarainya mengalami kerusakan akibat keluar lintasan di tikungan Copse. Insiden tersebut memaksanya masuk pit sebanyak dua kali sehingga posisinya langsung melorot ke papan tengah.

Masalah belum berhenti sampai di situ. Steward juga menjatuhkan penalti waktu lima detik kepada Antonelli karena beberapa kali melanggar batas lintasan. Ketika balapan akhirnya selesai di bawah Safety Car, penalti tersebut membuatnya terlempar hingga posisi ke-16 sekaligus gagal membawa pulang satu poin pun.

Drama semakin memanas ketika Max Verstappen mengalami insiden di tikungan Stowe pada lap ke-48. Mobil Red Bull yang dikendarainya melebar hingga terjebak di area gravel, memaksa Race Control mengerahkan Safety Car.

Sempat muncul informasi bahwa Safety Car akan masuk sebelum lap terakhir sehingga publik berharap ada sprint satu lap menuju garis finis. Namun beberapa saat kemudian Race Control kembali mengumumkan Safety Car tetap berada di lintasan hingga balapan selesai.

Keputusan tersebut memunculkan kebingungan di paddock maupun tribun Silverstone yang dipenuhi sekitar 175.000 penonton. Mereka harus kehilangan kesempatan menyaksikan pertarungan langsung memperebutkan kemenangan pada lap pamungkas.

Ferrari sebenarnya berpeluang mengunci finis satu-dua. Namun strategi pit stop Lewis Hamilton untuk menggunakan ban lunak saat periode Safety Car justru dimanfaatkan George Russell. Pebalap Mercedes tersebut berhasil mengambil posisi ketiga setelah menyalip Hamilton yang kemudian harus menghadapi investigasi pascabalapan terkait dugaan pelanggaran bendera kuning.

Juara dunia bertahan Lando Norris membawa McLaren finis di posisi keempat, disusul Isack Hadjar yang kembali mempersembahkan hasil solid untuk Red Bull di urutan kelima.

Racing Bulls juga mencatat akhir pekan yang positif melalui Liam Lawson di posisi keenam, sementara rookie Arvid Lindblad tampil mengesankan dengan finis ketujuh pada debut Grand Prix Inggrisnya.

Gabriel Bortoleto membawa Audi finis kedelapan. Sementara dua pebalap Alpine, Franco Colapinto dan Pierre Gasly, melengkapi zona poin di posisi kesembilan dan kesepuluh.

Hasil ini menjadi pukulan bagi Antonelli dalam perebutan gelar dunia musim 2026. Gagal meraih poin membuat keunggulannya di klasemen pembalap kini hanya tersisa 25 poin atas George Russell, sementara Lewis Hamilton terus menempel dengan selisih 32 poin.


Continue Reading

Event

Honda Juara Suzuka 8 Hours 2026, FIREBLADE SP Taklukkan Hujan dan Safety Car

Published

on

By

Honda kembali membuktikan dominasinya di ajang balap ketahanan paling legendaris Jepang. Honda HRC sukses memenangkan Suzuka 8 Hours 2026 setelah menjalani balapan penuh tantangan akibat cuaca hujan, kondisi trek licin, dan beberapa periode Safety Car yang berlangsung cukup lama.

Balapan yang digelar di Suzuka Circuit tersebut dimulai dalam kondisi aspal basah dan langit mendung. Strategi tim menjadi faktor penentu, dan Honda HRC memilih mengandalkan pengalaman dua pembalap utamanya, Takumi Takahashi dan Jonathan Rea. Sementara pembalap debutan asal Thailand, Somkiat Chantra, tidak diturunkan pada kondisi trek basah demi menjaga konsistensi strategi tim.

Start dari pole position menggunakan motor bernomor 30 Honda CBR1000RR-R FIREBLADE SP, Takahashi langsung membawa Honda memimpin jalannya lomba. Pergantian stint antara dirinya dan Rea berlangsung sangat rapi, membuat Honda terus mempertahankan posisi terdepan meski mendapat tekanan dari rival-rival kuat seperti Yamaha yang diperkuat Jack Miller.

Hujan Deras dan Safety Car Jadi Penentu

Memasuki 52 menit terakhir, hujan kembali turun lebih deras saat kondisi lintasan mulai gelap. Situasi semakin dramatis ketika Safety Car masuk pada lap ke-179 dengan sisa waktu sekitar 34 menit.

Keputusan race control tersebut praktis mengunci keunggulan Honda HRC hingga bendera finis dikibarkan di lap ke-188. Takahashi dan Rea berhasil menjaga ritme balap tanpa melakukan kesalahan berarti, sekaligus memastikan kemenangan penting bagi pabrikan sayap mengepak.

Rekor Bersejarah Takumi Takahashi

Kemenangan ini memiliki makna spesial bagi Takumi Takahashi. Pembalap Jepang tersebut kini mengoleksi delapan kemenangan Suzuka 8 Hours, sekaligus mencatat lima kemenangan beruntun di ajang balap ketahanan paling bergengsi di Jepang.

Sementara bagi Jonathan Rea, hasil ini menjadi kemenangan ketiganya di Suzuka 8 Hours. Kombinasi pengalaman Rea dan spesialis Suzuka seperti Takahashi kembali terbukti menjadi paket yang sangat sulit dikalahkan.

Continue Reading

Event

Lewis Hamilton Rebut Pole Sprint F1 GP Inggris 2026, Kalahkan Antonelli di Silverstone

Published

on

By

NGASPALTVLewis Hamilton kembali membuktikan kelasnya di hadapan publik sendiri. Pembalap Scuderia Ferrari sukses merebut pole position Sprint Race Formula 1 GP Inggris 2026 usai tampil dominan dalam sesi Sprint Qualifying di Sirkuit Silverstone.

Juara dunia tujuh kali itu tampil impresif sejak awal sesi dengan menjadi yang tercepat di SQ1, SQ2, hingga SQ3. Pada sesi penentuan, Hamilton mencatatkan putaran terbaik dan mengungguli Andrea Kimi Antonelli (Mercedes) dengan selisih yang sangat tipis, hanya 0,011 detik.

Ferrari Tunjukkan Perkembangan Positif

Pole position ini menjadi sinyal kuat bahwa Ferrari mulai menemukan performa terbaiknya. Hamilton mengaku mobil SF-26 mengalami peningkatan signifikan berkat pengembangan terbaru yang dibawa tim ke Silverstone.

Pembalap berusia 41 tahun itu juga menyebut hasil tersebut sebagai kejutan yang membahagiakan, terlebih diraih di hadapan ribuan pendukungnya.

“Saya mencintai Silverstone dan para penggemar di sini. Mobil terasa luar biasa hari ini berkat kerja keras seluruh tim di pabrik. Kami terus membawa pembaruan setiap akhir pekan dan saya sangat bersyukur bisa meraih pole position,” ujar Hamilton.

Hamilton kini berpeluang menambah catatan sejarah dengan memburu kemenangan Grand Prix Inggris ke-10, yang akan memperpanjang rekornya sebagai pembalap tersukses di Silverstone.

Antonelli Terus Bersinar Bersama Mercedes

Meski gagal merebut pole, Andrea Kimi Antonelli kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu talenta muda terbaik Formula 1.

Pembalap Mercedes tersebut hanya terpaut 0,011 detik dari Hamilton dan akan memulai Sprint Race dari posisi kedua. Performa ini menjadi bukti bahwa Antonelli semakin nyaman bersaing di barisan depan bersama tim Silver Arrows.

Verstappen dan Leclerc Intai dari Baris Kedua

Juara dunia Max Verstappen membawa Red Bull mengamankan posisi ketiga dengan selisih 0,321 detik dari Hamilton.

Sementara itu, rekan setim Hamilton di Ferrari, Charles Leclerc, akan start dari posisi keempat setelah juga menunjukkan performa kompetitif sepanjang Sprint Qualifying.

Lima besar dilengkapi oleh George Russell yang menempatkan Mercedes di posisi kelima.

McLaren Alami Kendala, Norris Tetap Masuk Enam Besar

Hasil cukup positif juga diraih Lando Norris. Meski McLaren sempat mengalami masalah pada saluran pendingin rem yang memaksa tim melakukan perbaikan cepat, Norris tetap mampu menembus SQ3 dan akan memulai Sprint Race dari posisi keenam.

Sementara itu, Isack Hadjar, Liam Lawson, dan rookie Arvid Lindblad membawa Racing Bulls tampil mengejutkan dengan menempatkan dua mobil di dalam 10 besar.

Hasil Sprint Qualifying F1 GP Inggris 2026 (10 Besar)

PosPembalapTim
1Lewis HamiltonFerrari
2Andrea Kimi AntonelliMercedes
3Max VerstappenRed Bull Racing
4Charles LeclercFerrari
5George RussellMercedes
6Lando NorrisMcLaren
7Isack HadjarRacing Bulls
8Liam LawsonRacing Bulls
9Arvid LindbladRacing Bulls
10(Posisi selanjutnya sesuai hasil resmi)

Jadwal Sprint Race

Sprint Race Formula 1 GP Inggris 2026 akan berlangsung sebanyak 17 lap di Sirkuit Silverstone.

Jadwal Sprint Race:

  • Sabtu, pukul 18.00 WIB

Hamilton tentu menjadi sorotan utama setelah tampil dominan sepanjang Sprint Qualifying. Namun dengan selisih waktu yang sangat tipis, duel antara Ferrari, Mercedes, Red Bull, dan McLaren diprediksi berlangsung sengit sejak lampu start padam.

Continue Reading

Trending