Connect with us

Moto GP

MotoGP Australia 2027 Buka Babak Baru: Adelaide Street Circuit Gantikan Phillip Island

Published

on

Dunia balap motor kelas dunia akan memasuki era baru yang penuh kejutan. Mulai musim 2027, MotoGP Australia resmi meninggalkan lintasan ikonik Phillip Island dan berpindah ke sirkuit jalan raya di jantung kota South Australia, Adelaide Street Circuit.

Perpindahan ini bukan sekadar soal lokasi, melainkan perubahan besar dalam karakter balapan. Jika Phillip Island selama puluhan tahun dikenal dengan tikungan cepat, ritme mengalir, dan tantangan angin laut yang brutal, Adelaide justru menawarkan atmosfer balap kota yang padat, teknis, dan penuh tekanan pengereman.

Dari Trek F1 Legendaris ke Standar MotoGP Modern

Layout Adelaide Street Circuit merupakan hasil adaptasi dari sirkuit legendaris Formula 1 era 1985–1995. Namun, lintasan tersebut kini dirancang ulang agar memenuhi standar keselamatan FIM Grade A. Beberapa sektor ekstrem dipangkas, chicane sempit diubah menjadi hairpin yang lebih aman, serta jalur baru dibentuk untuk menjauhkan pembalap dari tembok kota yang berisiko tinggi.

Dengan panjang sekitar 4,195 km dan total 18 tikungan, sirkuit ini menghadirkan kombinasi unik antara ruas lurus panjang dan tikungan 90 derajat yang menuntut presisi tinggi.

Balapan Stop-and-Go, Ujian Nyata Sistem Rem

Berbeda total dengan Phillip Island yang mengandalkan kecepatan tikungan, Adelaide akan menjadi sirkuit “stop-and-go”. Titik pengereman ekstrem di Victoria Park Straight dan Brabham Straight memaksa pembalap menurunkan kecepatan dari lebih 340 km/jam ke sekitar 80 km/jam hanya dalam hitungan detik.

Karakter ini diprediksi akan menguntungkan motor dengan stabilitas pengereman dan akselerasi kuat, seperti Ducati dan KTM, sekaligus membuka peluang overtaking yang jauh lebih agresif.

Kota, Lampu, dan Potensi Night Race

Salah satu daya tarik utama Adelaide adalah aksesibilitas dan atmosfer festival. Berbeda dengan Phillip Island yang kerap terkendala cuaca ekstrem dan lokasi terpencil, balapan di tengah kota membuka peluang besar untuk digelar sebagai night race, menjadikannya seri malam kedua setelah Qatar.

Namun, tantangan teknis juga meningkat. Aspal jalan raya dengan permukaan tidak sepenuhnya rata, ditambah pantulan panas dari bangunan kota, akan memaksa tim bekerja ekstra keras dalam mengatur suspensi dan manajemen suhu motor.

Pernyataan Resmi: Ambisi Besar MotoGP dan Australia

Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, menegaskan bahwa kepindahan ke Adelaide merupakan langkah strategis besar.

Ia menyebut proyek ini sebagai kesempatan langka menghadirkan MotoGP di sirkuit jalan raya dengan standar keselamatan tertinggi, sekaligus membawa penggemar lebih dekat dengan aksi balap kelas dunia.

Dari sisi pemerintah, Perdana Menteri Australia Selatan Peter Malinauskas menilai MotoGP sebagai momentum penting bagi Adelaide untuk tampil di panggung global, tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga penggerak ekonomi dan pariwisata internasional.

Kecepatan Tinggi vs Presisi Rem

Jika Phillip Island adalah tentang keberanian, ritme, dan sudut kemiringan ekstrem, maka Adelaide adalah soal ketepatan, pengereman terlambat, dan akselerasi brutal. Perubahan ini dipastikan akan mengubah gaya balap, strategi ban, hingga dinamika duel antar pembalap.

MotoGP Australia 2027 pun tak lagi sekadar balapan—melainkan transformasi total filosofi lintasan. Selamat tinggal Phillip Island, dan selamat datang era baru MotoGP di jalanan Adelaide.

Moto GP

Rookie Indonesia Menggila! Veda Ega Pratama Langsung Tembus Elite Moto3 di Portimao

Published

on

By

Aura optimisme mengalir kencang dari Autódromo Internacional do Algarve. Nama Veda Ega Pratama mendadak jadi sorotan setelah debut perdananya di tes pramusim Moto3 2026 sukses menggemparkan paddock.

Turun bersama Honda Team Asia, pembalap muda Indonesia ini langsung menunjukkan bahwa status rookie tak membuatnya gentar. Di lintasan yang dikenal ekstrem dengan elevasi naik-turun dan blind corner berbahaya, Veda justru tampil matang, tenang, dan sangat kompetitif.

Pada sesi tes 10 Februari 2026, Veda mencatatkan waktu terbaik 2 menit 02,545 detik, menempatkannya di posisi ke-7 overall—hasil yang luar biasa untuk pembalap yang baru pertama kali menunggangi Honda NSF250RW di Portimao.

Yang membuat pencapaian ini makin spesial, Veda sukses mengungguli sejumlah nama yang lebih berpengalaman. Ia berada jauh di depan rekan setimnya, Zen Mitani, serta melampaui rider Malaysia Hakim Danish. Bahkan jaraknya dengan pembalap tercepat sesi tersebut, Guido Pini dari Leopard Racing, hanya terpaut 1,3 detik—angka yang sangat kompetitif di level Moto3.

Lebih dari sekadar catatan waktu, yang paling mencuri perhatian adalah konsistensi dan efisiensi. Veda hanya membutuhkan 15 lap untuk menemukan limit terbaiknya, sebuah indikasi adaptasi instan dan pemahaman karakter motor yang cepat. Kecepatan rata-ratanya pun sejajar dengan rider papan atas Eropa, membuktikan nyali besar di tikungan-tikungan cepat Portimao.

Meski kondisi cuaca sempat tak bersahabat, pembalap asal Gunungkidul ini tetap tampil stabil tanpa terlihat panik. Tak heran jika media internasional mulai melirik gaya balapnya yang halus namun agresif—ciri khas rider masa depan.

Hasil tes ini menegaskan satu hal: Veda Ega Pratama bukan sekadar pelengkap grid Moto3. Ia telah menempatkan dirinya sebagai salah satu ujung tombak Honda Team Asia di musim debutnya.

Jika tren ini berlanjut dan kondisi lintasan kering mendukung, bukan tidak mungkin Veda akan segera bertarung di barisan depan. Satu langkah kecil di tes pramusim, namun lompatan besar untuk Merah Putih di panggung Moto3 dunia.

🇮🇩🔥 Gas terus, Veda. Indonesia menunggu podium!

Continue Reading

Moto GP

Tes Shakedown MotoGP 2026 Jadi Panggung Awal Revolusi Yamaha V4

Published

on

By

Tes Shakedown MotoGP 2026 menjadi langkah awal yang krusial bagi seluruh pabrikan sebelum memasuki rangkaian uji coba resmi. Sesi ini dimanfaatkan tim untuk melakukan pemanasan teknis: mulai dari menguji komponen baru, memastikan sistem elektronik bekerja optimal, hingga mendeteksi potensi masalah mekanis sejak dini agar tidak mengganggu agenda pengembangan utama.

Shakedown memiliki arti khusus karena menjadi satu-satunya celah pengujian resmi di tengah larangan tes umum sepanjang Januari. Namun, tidak semua pembalap reguler diperbolehkan turun ke lintasan. Sesuai regulasi, hanya pembalap penguji (test rider) dan pembalap rookie yang mendapat kesempatan, demi mempercepat proses adaptasi dan pengembangan motor.

Musim ini, sorotan juga tertuju pada jajaran rookie seperti Diogo Moreira, juara dunia Moto2 2025 yang memperkuat Pro Honda LCR, serta Toprak Razgatlioglu, tiga kali juara WorldSBK yang menjalani debut MotoGP bersama Prima Pramac Yamaha. Keduanya memanfaatkan sesi ini untuk mengenal karakter motor dan atmosfer kelas premier.

Keistimewaan lain datang dari Yamaha, satu-satunya pabrikan yang saat ini memegang konsesi level D. Status tersebut memberi keuntungan strategis berupa izin menurunkan pembalap utama lebih awal, termasuk Fabio Quartararo dan Alex Rins. Keuntungan waktu ini menjadi sangat penting, mengingat Yamaha tengah menjalani perubahan teknis terbesar dalam sejarah modern mereka: transisi dari mesin inline-4 menuju konfigurasi V4.

Mesin V4 Yamaha pun langsung menjadi pusat perhatian paddock. Ini bukan sekadar pengembangan biasa, melainkan simbol tekad Yamaha untuk mengejar ketertinggalan performa dari Ducati dan Aprilia, terutama dalam hal tenaga dan akselerasi.

Sinyal positif mulai terlihat sejak hari-hari awal. Di tangan Jack Miller, proyek V4 Yamaha menunjukkan potensi menjanjikan. Meski harus menghadapi kondisi cuaca yang lebih panas dan lembap, performa motor tampak melonjak signifikan dibandingkan musim sebelumnya.

Pada hari kedua Tes Shakedown, Miller mencatat waktu tercepat 1 menit 57,908 detik, unggul tipis 0,025 detik dari pesaing terdekat. Catatan ini hampir satu detik lebih cepat dibandingkan waktu terbaik Yamaha pada tes tahun 2025—sebuah indikasi kuat bahwa arah pengembangan mereka berada di jalur yang tepat.

Fabio Quartararo juga membuka musim 2026 dengan optimisme, menempatkan dua motornya di posisi lima besar. Sementara itu, Toprak Razgatlioglu terus menunjukkan progres adaptasi yang impresif terhadap mesin V4 dan ban Michelin, memangkas waktu hingga 0,8 detik dari hari pertama dan menembus posisi sepuluh besar.

Tes Shakedown ini bukan sekadar catatan waktu, melainkan pembuktian awal bahwa Yamaha benar-benar serius menulis ulang kisah kebangkitan mereka di era baru MotoGP.

Continue Reading

Moto GP

Valentino Rossi Cicipi Mandalika, Gas Pol Yamaha R1 GYTR Pro Bernomor Ikonik 46

Published

on

By

Nama besar Valentino Rossi kembali menggema di Sirkuit Internasional Mandalika. Kamis (29/1), legenda hidup MotoGP itu akhirnya merasakan langsung karakter lintasan kebanggaan Indonesia dengan menunggangi Yamaha YZF-R1 GYTR Pro, motor balap spesial yang sarat identitas dan sejarah.

Rossi turun ke aspal Mandalika menggunakan R1 GYTR Pro VR46 Tribute, sebuah mesin berbasis Yamaha R1 produksi massal yang telah dipersenjatai paket Genuine Yamaha Technology Racing (GYTR). Sentuhan balap penuh membuat motor ini tampil jauh lebih agresif, mulai dari fairing berbahan karbon, kopling basah multi-disk, hingga transmisi 6-percepatan khas motor performa tinggi.

Momen ini terasa istimewa karena menjadi pengalaman pertama Rossi menjajal Mandalika, meski ia telah lama pensiun dari persaingan MotoGP. Menariknya, adaptasi The Doctor berlangsung cepat. Dalam sesi tersebut, Rossi mampu mencatatkan waktu 1 menit 36,276 detik, torehan yang menunjukkan bahwa naluri balapnya masih tajam.

Sebelum benar-benar turun dengan motor, Rossi sempat tertahan akibat hujan deras yang mengguyur sirkuit. Ia pun memanfaatkan waktu dengan menjajal aspal Mandalika menggunakan safety car Honda Civic Type R, sebelum akhirnya kondisi lintasan memungkinkan untuk sesi motor.

Yamaha R1 yang digunakannya tetap mengusung nomor keramat 46, simbol yang melekat kuat sepanjang perjalanan karier Rossi. Motor ini kerap digunakan dalam sesi latihan privat bersama VR46 Riders Academy, program pembinaan pembalap muda yang dipimpin langsung olehnya.

Kehadiran Rossi di Mandalika tak hanya soal nostalgia, tetapi juga bagian dari agenda latihan intensif bersama tim VR46 dan para murid akademinya selama beberapa hari. Program ini menjadi sarana transfer pengalaman, sekaligus penguatan mental dan teknik bagi generasi penerus.

Penampilan Rossi dengan wearpack Yamaha turut menyita perhatian publik, mengingat tim VR46 di MotoGP saat ini berafiliasi secara teknis dengan Ducati. Namun di Mandalika, warna biru Yamaha kembali menyatu dengan sosok yang pernah menjadi ikon terbesarnya.

Agenda Rossi dan tim VR46 di Mandalika dijadwalkan berlangsung hingga akhir Januari 2026, sebelum melanjutkan rangkaian aktivitas internasional, termasuk menghadapi tes pramusim MotoGP di Sepang, Malaysia.

Continue Reading

Trending