Moto GP
BOM Paddock MotoGP! Pecco Bagnaia Akui Sudah Teken Kontrak 2027, Aprilia Jadi Tujuan?
Jagat MotoGP kembali memanas, bukan karena catatan waktu di lintasan, melainkan isu besar dari balik garasi. Di tengah hiruk-pikuk tes pramusim 2026 di Sirkuit Buriram, sebuah pernyataan singkat dari sang juara dunia berkali-kali, Francesco Bagnaia, langsung mengguncang paddock.
Tanpa bertele-tele, Pecco mengakui bahwa masa depannya sudah ditentukan. Ia mengonfirmasi telah menandatangani kontrak untuk musim 2027. “Saya sudah membuat keputusan final. Tinggal menunggu waktu untuk diumumkan secara resmi,” ucapnya dengan nada tenang, namun sarat makna. Kalimat sederhana itu cukup untuk memantik spekulasi besar di seluruh dunia balap.

Aroma Kuat Menuju Noale
Meski Pecco belum menyebutkan tim tujuannya secara gamblang, bisik-bisik di Buriram mengarah kuat ke markas Aprilia di Noale. Ada beberapa alasan logis yang membuat skenario ini terasa masuk akal.
Pertama, dinamika internal Ducati Lenovo Team disebut mulai bergeser. Ducati kabarnya ingin menjadikan talenta muda sensasional, Pedro Acosta, sebagai pusat proyek jangka panjang mereka. Situasi ini berpotensi membuat posisi Pecco tak lagi sepenuhnya menjadi prioritas utama.
Kedua, Aprilia dinilai sebagai pabrikan Eropa paling siap menantang dominasi Ducati secara teknis. Paket RS-GP yang semakin matang dianggap mampu memberikan Pecco senjata kompetitif untuk tetap berburu gelar.

Sementara itu, rumor ketertarikan dari Yamaha perlahan meredup. Penurunan performa di awal musim 2026 membuat opsi tersebut tampak terlalu berisiko bagi seorang juara dunia yang berada di puncak kariernya.
Dampak Besar Jelang Era 850cc
Jika benar Pecco akan meninggalkan Ducati pada akhir 2026, maka musim ini berpotensi menjadi tahun perpisahan yang sarat tensi. Konsekuensi teknisnya pun tidak main-main. MotoGP akan memasuki era regulasi mesin 850cc pada 2027, dan pengembangan motor generasi baru biasanya dimulai jauh sebelum musim bergulir.
Dalam skenario hengkang, hampir pasti Ducati akan membatasi keterlibatan Pecco dalam proyek 850cc demi menjaga rahasia teknis. Artinya, Pecco hanya akan mengendarai paket 2026 hingga akhir musim, tanpa akses ke arah pengembangan motor Ducati di masa depan.
Fokus atau Distraksi?
Keputusan yang diambil lebih awal ini memunculkan tanda tanya besar: apakah isu kontrak akan mengganggu fokus Pecco di musim 2026? Dari pantauan awal tes Buriram, ia tetap tampil profesional dan konsisten dalam long run. Namun, dinamika di dalam garasi Ducati diprediksi berubah, dengan perhatian tim mulai condong ke pembalap yang dipastikan bertahan.
Jika kepindahan ini benar terjadi, transfer Pecco akan menjadi salah satu manuver terbesar dalam sejarah MotoGP modern. Seorang ikon Ducati yang memilih tantangan baru di tengah pergantian era regulasi. Kini, semua mata tertuju pada pengumuman resmi. Apakah Noale benar-benar akan menjadi rumah baru Pecco Bagnaia, dan mampukah ia menaklukkan era 850cc bersama Aprilia?
Moto GP
Bukan Skutik Biasa! Daytona Trevis 125 2026 Punya Gaya Eropa dan Konsumsi BBM Irit
Skutik bergaya Eropa kembali mencuri perhatian lewat kehadiran Daytona Trevis 125 model tahun 2026. Motor matic ini hadir sebagai evolusi dari generasi sebelumnya, membawa sentuhan desain yang lebih modern sekaligus memenuhi standar emisi EURO 5+, menegaskan komitmennya terhadap efisiensi dan lingkungan.

Dari tampilan luar, aura elegan langsung terasa. Lampu depan kini mengusung teknologi LED terbaru yang dipadukan Daytime Running Light (DRL) berbentuk lengkung, memberi karakter tegas namun tetap stylish. Seluruh sistem pencahayaan, termasuk sein dan lampu belakang, sudah full LED sehingga tampil lebih modern dan visibilitas semakin optimal, terutama saat berkendara malam hari.
Masuk ke area kokpit, Trevis 125 2026 dibekali panel instrumen LCD digital yang simpel namun informatif. Pengendara dapat dengan mudah memantau kecepatan, putaran mesin, indikator bahan bakar, jarak tempuh, hingga jam. Kehadiran tombol hazard di setang juga menjadi nilai tambah untuk situasi darurat di jalan.
Urusan performa, skutik ini mengandalkan mesin 125 cc 4-katup yang dirancang untuk penggunaan harian. Karakter mesinnya halus, responsif, dan nyaman, dengan tenaga sekitar 10 hp serta torsi 9,6 Nm. Kombinasi tersebut cukup ideal untuk mobilitas perkotaan tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.
Soal efisiensi, Daytona Trevis 125 2026 terbilang ramah di kantong. Konsumsi bahan bakarnya diklaim sekitar 2,8 liter per 100 km, menjadikannya pilihan menarik bagi pengendara yang membutuhkan motor irit untuk aktivitas sehari-hari. Sistem starter elektrik dan kick starter turut disematkan demi kepraktisan.

Aspek keselamatan juga mendapat perhatian serius. Skutik ini dibekali rem cakram di kedua roda yang dipadukan dengan Combined Braking System (CBS), membantu pengereman lebih seimbang. Ukuran roda depan 16 inci dan belakang 14 inci memberikan kestabilan ekstra saat melaju di berbagai kondisi jalan.
Tak hanya soal gaya dan performa, kepraktisan menjadi salah satu daya tarik utama. Dek rata, gantungan barang, bagasi bawah jok yang luas, kompartemen depan, rak bagasi belakang, hingga dua port USB untuk pengisian daya gawai membuat Trevis 125 2026 siap menemani aktivitas harian dengan lebih nyaman.
Untuk pasar Eropa, Daytona Trevis 125 2026 ditawarkan dengan harga sekitar 1.795 Euro atau setara Rp35 jutaan, tersedia dalam pilihan warna hitam doff dan abu-abu yang dipadukan jok merah. Sebuah skutik yang memadukan gaya Eropa, efisiensi, dan fungsionalitas dalam satu paket menarik.
Moto GP
Aprilia Tunjukkan Taring di Tes Resmi Buriram, Ducati Dapat Tekanan Serius
Sesi tes resmi MotoGP di Sirkuit Buriram, Thailand, menghadirkan kejutan besar. Dominasi yang selama ini identik dengan Ducati mulai mendapat ancaman nyata setelah Aprilia tampil luar biasa dan menguasai papan waktu.
Sorotan utama tertuju pada Marco Bezzecchi yang mencatatkan waktu tercepat. Performa impresif itu diperkuat oleh rider muda sensasional Ai Ogura, yang hanya terpaut tipis di belakangnya. Dua motor RS-GP berada di puncak, menegaskan bahwa Aprilia bukan sekadar kuda hitam, melainkan penantang serius musim ini.

Padahal sehari sebelumnya, Ducati masih menunjukkan kekuatan melalui Alex Marquez. Namun, hasil terbaru ini memberi sinyal kuat bahwa peta persaingan mulai bergeser.
Nama besar Marc Marquez, yang kini menjadi tumpuan Ducati bersama Francesco Bagnaia, belum sepenuhnya bersinar. Marc harus menghadapi sesi sulit setelah terjatuh beberapa kali, dan finis di posisi ketiga. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sang juara dunia masih berjuang menemukan rasa terbaiknya usai cedera musim lalu.
Di kubu pabrikan lain, KTM menunjukkan progres lewat Pedro Acosta sebagai rider tercepat mereka, sementara Honda mulai menampakkan perbaikan meski belum menembus barisan depan. Yamaha justru terlihat masih berkutat dengan adaptasi mesin baru, terlihat dari ekspresi frustrasi beberapa ridernya yang kesulitan menggali potensi maksimal motor.

Tes Buriram ini menjadi alarm dini jelang musim berjalan. Aprilia datang dengan kepercayaan diri tinggi, Ducati tak lagi sendirian di puncak, dan pabrikan lain perlahan mendekat. Jika tren ini berlanjut, MotoGP musim depan berpotensi menjadi salah satu yang paling panas dan tak terduga dalam beberapa tahun terakhir.
Moto GP
MotoGP Australia 2027 Buka Babak Baru: Adelaide Street Circuit Gantikan Phillip Island
Dunia balap motor kelas dunia akan memasuki era baru yang penuh kejutan. Mulai musim 2027, MotoGP Australia resmi meninggalkan lintasan ikonik Phillip Island dan berpindah ke sirkuit jalan raya di jantung kota South Australia, Adelaide Street Circuit.
Perpindahan ini bukan sekadar soal lokasi, melainkan perubahan besar dalam karakter balapan. Jika Phillip Island selama puluhan tahun dikenal dengan tikungan cepat, ritme mengalir, dan tantangan angin laut yang brutal, Adelaide justru menawarkan atmosfer balap kota yang padat, teknis, dan penuh tekanan pengereman.

Dari Trek F1 Legendaris ke Standar MotoGP Modern
Layout Adelaide Street Circuit merupakan hasil adaptasi dari sirkuit legendaris Formula 1 era 1985–1995. Namun, lintasan tersebut kini dirancang ulang agar memenuhi standar keselamatan FIM Grade A. Beberapa sektor ekstrem dipangkas, chicane sempit diubah menjadi hairpin yang lebih aman, serta jalur baru dibentuk untuk menjauhkan pembalap dari tembok kota yang berisiko tinggi.
Dengan panjang sekitar 4,195 km dan total 18 tikungan, sirkuit ini menghadirkan kombinasi unik antara ruas lurus panjang dan tikungan 90 derajat yang menuntut presisi tinggi.
Balapan Stop-and-Go, Ujian Nyata Sistem Rem
Berbeda total dengan Phillip Island yang mengandalkan kecepatan tikungan, Adelaide akan menjadi sirkuit “stop-and-go”. Titik pengereman ekstrem di Victoria Park Straight dan Brabham Straight memaksa pembalap menurunkan kecepatan dari lebih 340 km/jam ke sekitar 80 km/jam hanya dalam hitungan detik.
Karakter ini diprediksi akan menguntungkan motor dengan stabilitas pengereman dan akselerasi kuat, seperti Ducati dan KTM, sekaligus membuka peluang overtaking yang jauh lebih agresif.
Kota, Lampu, dan Potensi Night Race
Salah satu daya tarik utama Adelaide adalah aksesibilitas dan atmosfer festival. Berbeda dengan Phillip Island yang kerap terkendala cuaca ekstrem dan lokasi terpencil, balapan di tengah kota membuka peluang besar untuk digelar sebagai night race, menjadikannya seri malam kedua setelah Qatar.

Namun, tantangan teknis juga meningkat. Aspal jalan raya dengan permukaan tidak sepenuhnya rata, ditambah pantulan panas dari bangunan kota, akan memaksa tim bekerja ekstra keras dalam mengatur suspensi dan manajemen suhu motor.
Pernyataan Resmi: Ambisi Besar MotoGP dan Australia
Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, menegaskan bahwa kepindahan ke Adelaide merupakan langkah strategis besar.
Ia menyebut proyek ini sebagai kesempatan langka menghadirkan MotoGP di sirkuit jalan raya dengan standar keselamatan tertinggi, sekaligus membawa penggemar lebih dekat dengan aksi balap kelas dunia.
Dari sisi pemerintah, Perdana Menteri Australia Selatan Peter Malinauskas menilai MotoGP sebagai momentum penting bagi Adelaide untuk tampil di panggung global, tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga penggerak ekonomi dan pariwisata internasional.
Kecepatan Tinggi vs Presisi Rem
Jika Phillip Island adalah tentang keberanian, ritme, dan sudut kemiringan ekstrem, maka Adelaide adalah soal ketepatan, pengereman terlambat, dan akselerasi brutal. Perubahan ini dipastikan akan mengubah gaya balap, strategi ban, hingga dinamika duel antar pembalap.
MotoGP Australia 2027 pun tak lagi sekadar balapan—melainkan transformasi total filosofi lintasan. Selamat tinggal Phillip Island, dan selamat datang era baru MotoGP di jalanan Adelaide.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor7 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor1 year ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
