Moto GP
Jadwal MotoGP Thailand 2026: Momen Spesial Debut Veda Ega, Marc Marquez Datang dengan Target Podium
Musim MotoGP Thailand 2026 akan resmi dimulai di Buriram dan langsung menyajikan cerita besar sejak lampu hijau pertama menyala. Seri pembuka ini digelar selama tiga hari, mulai 27 Februari hingga 1 Maret 2026, dengan tensi persaingan tinggi dari kelas Moto3, Moto2, hingga MotoGP.
Sorotan publik Indonesia tertuju pada dua wakil Merah Putih yang siap membawa harapan bangsa. Veda Ega Pratama akan menjalani debut perdananya di ajang Kejuaraan Dunia Moto3, sementara Mario Aji kembali berjuang di kelas Moto2 dengan target peningkatan performa.

Debut Veda Ega menjadi momen emosional tersendiri. Pembalap muda Indonesia itu naik kelas ke Moto3 setelah musim gemilang di Red Bull Rookies Cup, di mana ia sukses mengakhiri kompetisi sebagai runner-up. Buriram pun menjadi saksi langkah awalnya di panggung dunia.
Di kelas utama, sorotan tak lepas dari Marc Marquez. Juara bertahan MotoGP Thailand itu datang dengan kepercayaan diri tinggi, membawa ambisi besar untuk kembali berdiri di podium. Meski telah menginjak usia 33 tahun, Marquez menegaskan bahwa usia bukan penghalang terbesarnya.
Menurutnya, tantangan sesungguhnya justru datang dari cedera yang kerap kambuh dan memerlukan waktu pemulihan lebih panjang. Ia mengakui musim dingin terasa berat, namun tetap optimistis proses pemulihan dan pengembangan performa akan terus berlanjut, terutama dengan jeda waktu setelah seri Thailand.
Balapan di Buriram bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga ketahanan fisik dan mental. Trek ini akan menjadi ujian awal yang krusial bagi para pembalap dalam membuka musim 2026.
Jadwal Lengkap MotoGP Thailand 2026 (WIB)
Jumat, 27 Februari 2026
09.00 – 09.35: FP1 Moto3
09.50 – 10.30: FP1 Moto2
10.45 – 11.30: FP1 MotoGP
13.15 – 13.50: Practice Moto3
14.05 – 14.45: Practice Moto2
15.00 – 16.00: Practice MotoGP
Sabtu, 28 Februari 2026
08.40 – 09.10: FP2 Moto3
09.25 – 09.55: FP2 Moto2
10.10 – 10.40: FP2 MotoGP
10.50 – 11.05: Q1 MotoGP
11.15 – 11.30: Q2 MotoGP
12.45 – 13.00: Q1 Moto3
13.10 – 13.25: Q2 Moto3
13.40 – 13.55: Q1 Moto2
14.05 – 14.20: Q2 Moto2
15.00: Sprint Race MotoGP (13 lap)
Minggu, 1 Maret 2026
10.40 – 10.50: Warm Up MotoGP
11.00 – 11.40: Rider Fan Parade
12.00: Race Moto3 (19 lap)
13.15: Race Moto2 (22 lap)
15.00: Race MotoGP (26 lap)
Moto GP
F-Duct Aprilia Jadi Sorotan di MotoGP Thailand 2026
Inovasi aerodinamika kembali menjadi topik panas di dunia MotoGP. Kali ini perhatian tertuju pada teknologi yang digunakan Aprilia Racing pada motor Aprilia RS‑GP dalam seri MotoGP Thailand 2026.
Sistem yang disebut sebagai F-Duct memicu berbagai spekulasi di paddock setelah performa Aprilia terlihat sangat kompetitif di Sirkuit Buriram. Namun CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan bahwa teknologi tersebut sepenuhnya legal dan tidak melanggar regulasi.

Meski detail fungsi sistem tersebut belum dijelaskan secara terbuka, Rivola memastikan bahwa konsep aerodinamika tersebut telah dirancang sesuai aturan teknis MotoGP. Ia bahkan mengakui tidak akan terkejut jika suatu saat tim lain mencoba mengadopsi konsep serupa.
Perhatian banyak pihak tertuju pada dua ventilasi kecil yang berada di bagian atas sayap depan RS-GP. Saluran udara tersebut terhubung dengan ventilasi keluar di sisi motor, tepat di bawah posisi siku pembalap saat berada dalam posisi balap.
Menariknya, bagian ventilasi tersebut dilengkapi lapisan karet di sekelilingnya. Hal ini memunculkan teori bahwa pembalap bisa menutup aliran udara ketika melaju di lintasan lurus, sehingga menciptakan efek aerodinamika tertentu yang membantu meningkatkan kecepatan.
Dalam regulasi MotoGP, perangkat aerodinamika yang dapat bergerak secara aktif memang dilarang. Namun aturan tersebut lebih merujuk pada komponen yang memiliki mekanisme penyesuaian otomatis atau berubah bentuk akibat beban tertentu.
Karena itu, Rivola menegaskan tidak ada pelanggaran pada konsep yang digunakan Aprilia.
Menurutnya, pengembangan aerodinamika memang menjadi salah satu kunci performa kuat RS-GP sepanjang akhir pekan balapan di Thailand.
Dominasi Aprilia bahkan terlihat jelas ketika para pembalapnya mampu menempati empat dari lima posisi teratas di klasemen balapan. Hanya Pedro Acosta dari Red Bull KTM Factory Racing yang berhasil memecah dominasi tersebut.
Sementara itu, juara dunia bertahan Marc Márquez sebenarnya sempat berada di jalur perebutan podium sebelum mengalami masalah teknis pada pelek roda menjelang akhir lomba.
Rivola menyebut bahwa pengembangan aerodinamika menjadi salah satu fokus utama Aprilia dalam beberapa musim terakhir. Setiap detail kecil pada desain motor terus disempurnakan untuk meningkatkan performa di lintasan.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses pengembangan melalui simulasi CFD dan pengujian wind tunnel kini semakin efektif, sehingga setiap pembaruan aerodinamika yang diperkenalkan dapat langsung bekerja dengan baik di lintasan.
Meski tampil impresif sepanjang akhir pekan di Buriram, Aprilia sebenarnya hampir mencatat hasil yang lebih sempurna. Peluang tersebut sempat terbuka saat Marco Bezzecchi memimpin balapan sprint pada hari Sabtu, sebelum akhirnya terjatuh dan kehilangan kesempatan meraih kemenangan.
Bagi tim lain yang tertarik meniru konsep F-Duct, regulasi MotoGP juga menjadi faktor penting. Dalam satu musim balap, sebagian besar tim hanya diperbolehkan melakukan satu pembaruan paket aerodinamika.
Pengecualian diberikan kepada Monster Energy Yamaha MotoGP, yang memiliki status konsesi sehingga diizinkan melakukan dua pembaruan aerodinamika dalam satu musim.
Dengan inovasi seperti ini, persaingan teknologi di MotoGP semakin menarik. Detail kecil pada desain motor kini bisa menjadi faktor penentu dalam perebutan kemenangan di lintasan.
Moto GP
Klasemen MotoGP 2026: Konsistensi Pedro Acosta Menggema, Marc Marquez Tertekan di Awal Musim
Awal musim MotoGP 2026 langsung menghadirkan peta persaingan yang menarik. Berdasarkan laporan Crash.net, performa stabil yang ditunjukkan Pedro Acosta mengantarkannya ke puncak klasemen sementara kejuaraan dunia.
Pembalap Red Bull KTM itu tampil nyaris sempurna di seri pembuka Thailand. Kemenangan di Sprint Race yang disusul finis kedua pada balapan utama menjadi modal kuat Acosta untuk langsung memberi tekanan kepada para rivalnya sejak awal musim.

Sementara itu, Marco Bezzecchi harus membayar mahal insiden terjatuh saat memimpin Sprint Race. Meski sukses menebusnya dengan kemenangan di race utama Buriram, rider Aprilia tersebut tetap kehilangan poin krusial dan kini tertinggal tujuh angka dari Acosta.
Nasib berbeda dialami juara bertahan Marc Marquez. Akhir pekan yang penuh tantangan membuatnya gagal memaksimalkan potensi. Finis kedua di sprint sempat memberi harapan, namun kendala ban di penghujung balapan utama memaksanya puas di posisi keempat. Hasil tersebut membuat Marquez sudah tertinggal 23 poin dari pimpinan klasemen—situasi yang jarang terjadi di awal musim.
Di barisan penantang, Raul Fernandez menunjukkan konsistensi luar biasa bersama Trackhouse Aprilia. Dua kali finis ketiga, baik di sprint maupun balapan utama, mengantarkannya ke posisi tiga besar klasemen sementara.
Dari kubu Ducati, Fabio Di Giannantonio menjadi rider paling kompetitif dengan menempati posisi ketujuh klasemen. Sementara Francesco Bagnaia masih belum menemukan performa terbaiknya dan kini terpaut satu poin dari Marc Marquez.

Dengan jarak poin yang masih relatif rapat dan performa Acosta yang langsung stabil sejak seri pertama, MotoGP 2026 dipastikan akan berjalan panas. Tekanan sudah terasa, dan musim baru ini menjanjikan duel panjang penuh drama di lintasan.
Moto GP
Sejarah Baru di Buriram, Veda Ega Pratama Tembus 5 Besar Moto3 Thailand 2026
Debut manis langsung ditorehkan Veda Ega Pratama di panggung Moto3 dunia. Tampil untuk pertama kalinya di musim Moto3 2026, pembalap muda Indonesia itu sukses mengakhiri balapan Moto3 Thailand dengan finis di posisi kelima—sebuah pencapaian bersejarah bagi Merah Putih.
Start dari grid kelima hasil kualifikasi impresif, Veda langsung menunjukkan mental bertarung sejak lampu start padam. Sepanjang lap awal, ia tampil agresif dan berani menekan grup terdepan, bahkan sempat mencicipi posisi tiga besar di tengah ketatnya persaingan.

Meski sempat melakukan kesalahan kecil di pertengahan lomba yang membuatnya turun satu posisi, Veda tak kehilangan fokus. Dengan ketenangan dan ritme balap yang matang, ia mampu bangkit, menjaga konsistensi, dan mengamankan finis P5 hingga bendera kotak-kotak dikibarkan.
Balapan Moto3 Thailand 2026 sendiri dimenangi oleh David Almansa, diikuti Maximo Quiles dan Valentin Perrone. Namun sorotan utama justru tertuju pada Veda, yang mencatatkan hasil finis terbaik pembalap Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di kelas Moto3.
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa musim 2026 bisa menjadi awal perjalanan besar Veda Ega Pratama di kejuaraan dunia. Buriram bukan sekadar seri pembuka, melainkan panggung pembuktian bahwa talenta Indonesia kini benar-benar siap bersaing di level tertinggi.

-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor7 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor1 year ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
