Connect with us

Moto GP

Veda Ega Menggila di FP1 Moto3 Thailand! Sempat Posisi 2, Finis Enam Besar

Published

on

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, membuka akhir pekan balap Moto3 Thailand dengan performa menjanjikan. Pada sesi latihan bebas pertama (FP1) yang digelar Jumat (27/2), Veda Ega sukses menembus enam besar, menunjukkan adaptasi cepat dan kepercayaan diri tinggi di lintasan Buriram.

Sesi FP1 sempat berjalan menantang bagi Veda Ega. Saat waktu tersisa 15 menit, ia masih berada di posisi ke-10 dengan selisih 0,791 detik dari Maximo Quiles yang saat itu memimpin catatan waktu. Namun, kerja keras dan keberanian membuka gas di sektor-sektor krusial mengubah segalanya.

Memasuki lima menit terakhir, Veda Ega tampil agresif. Ia melesat ke posisi kedua dan hanya terpaut 0,064 detik dari Alvaro Carpe, memantik optimisme besar di kubu Indonesia. Sayangnya, persaingan ketat di menit-menit akhir membuat posisi terus berubah.

Tekanan meningkat ketika Adrian Fernandez dan David Almansa masuk ke dua besar, dengan Fernandez akhirnya keluar sebagai yang tercepat lewat catatan waktu 1 menit 41,202 detik. Veda Ega sempat turun ke posisi kelima sebelum kembali tergeser ke urutan keenam akibat laju cepat Joel Kelso dan Guido Pini.

Meski harus puas di posisi keenam, hasil FP1 ini menjadi sinyal positif bagi Veda Ega. Selisih waktu yang ketat menunjukkan dirinya mampu bersaing langsung dengan barisan depan, sekaligus membuka peluang besar untuk tampil lebih tajam di sesi berikutnya.

Moto GP

Jadwal MotoGP Thailand 2026: Momen Spesial Debut Veda Ega, Marc Marquez Datang dengan Target Podium

Published

on

By

Musim MotoGP Thailand 2026 akan resmi dimulai di Buriram dan langsung menyajikan cerita besar sejak lampu hijau pertama menyala. Seri pembuka ini digelar selama tiga hari, mulai 27 Februari hingga 1 Maret 2026, dengan tensi persaingan tinggi dari kelas Moto3, Moto2, hingga MotoGP.

Sorotan publik Indonesia tertuju pada dua wakil Merah Putih yang siap membawa harapan bangsa. Veda Ega Pratama akan menjalani debut perdananya di ajang Kejuaraan Dunia Moto3, sementara Mario Aji kembali berjuang di kelas Moto2 dengan target peningkatan performa.

Debut Veda Ega menjadi momen emosional tersendiri. Pembalap muda Indonesia itu naik kelas ke Moto3 setelah musim gemilang di Red Bull Rookies Cup, di mana ia sukses mengakhiri kompetisi sebagai runner-up. Buriram pun menjadi saksi langkah awalnya di panggung dunia.

Di kelas utama, sorotan tak lepas dari Marc Marquez. Juara bertahan MotoGP Thailand itu datang dengan kepercayaan diri tinggi, membawa ambisi besar untuk kembali berdiri di podium. Meski telah menginjak usia 33 tahun, Marquez menegaskan bahwa usia bukan penghalang terbesarnya.

Menurutnya, tantangan sesungguhnya justru datang dari cedera yang kerap kambuh dan memerlukan waktu pemulihan lebih panjang. Ia mengakui musim dingin terasa berat, namun tetap optimistis proses pemulihan dan pengembangan performa akan terus berlanjut, terutama dengan jeda waktu setelah seri Thailand.

Balapan di Buriram bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga ketahanan fisik dan mental. Trek ini akan menjadi ujian awal yang krusial bagi para pembalap dalam membuka musim 2026.


Jadwal Lengkap MotoGP Thailand 2026 (WIB)

Jumat, 27 Februari 2026
09.00 – 09.35: FP1 Moto3
09.50 – 10.30: FP1 Moto2
10.45 – 11.30: FP1 MotoGP
13.15 – 13.50: Practice Moto3
14.05 – 14.45: Practice Moto2
15.00 – 16.00: Practice MotoGP

Sabtu, 28 Februari 2026
08.40 – 09.10: FP2 Moto3
09.25 – 09.55: FP2 Moto2
10.10 – 10.40: FP2 MotoGP
10.50 – 11.05: Q1 MotoGP
11.15 – 11.30: Q2 MotoGP
12.45 – 13.00: Q1 Moto3
13.10 – 13.25: Q2 Moto3
13.40 – 13.55: Q1 Moto2
14.05 – 14.20: Q2 Moto2
15.00: Sprint Race MotoGP (13 lap)

Minggu, 1 Maret 2026
10.40 – 10.50: Warm Up MotoGP
11.00 – 11.40: Rider Fan Parade
12.00: Race Moto3 (19 lap)
13.15: Race Moto2 (22 lap)
15.00: Race MotoGP (26 lap)

Continue Reading

Moto GP

Top Speed Jadi Senjata, Alex Marquez Justru Waspada Hadapi GP Thailand

Published

on

By

Kecepatan tertinggi memang kerap menjadi pembeda di MotoGP. Namun bagi Alex Marquez, top speed tinggi justru menghadirkan kekhawatiran tersendiri jelang seri pembuka musim 2026 di MotoGP Thailand.

Lintasan Chang International Circuit dikenal memiliki trek lurus panjang, terutama di sektor pertama. Di atas kertas, ini adalah arena ideal untuk memanfaatkan keunggulan kecepatan. Namun realitanya tak sesederhana itu. Ketika selisih top speed antarmotor terlalu tipis, menyalip lawan menjadi pekerjaan yang jauh lebih rumit.

Meski Ducati kembali menunjukkan dominasi kecepatan dengan Desmosedici GP26, Alex Marquez melihat situasi dari sudut pandang berbeda. Menurutnya, keunggulan beberapa kilometer per jam saja belum cukup untuk melakukan overtake bersih di Buriram.

“Untuk menyalip dengan aman, Anda butuh kecepatan setidaknya lebih dari dua km/jam dari motor di depan,” ujarnya lugas. Dari pengamatannya selama tes pramusim, Alex mengakui bahwa beberapa Aprilia dan Honda kini memiliki top speed yang nyaris setara dengan Ducati.

Fakta di lintasan mendukung kekhawatiran itu. Aprilia nyaris menyentuh angka 340 km/jam di speed trap, sementara Honda juga mampu menembus 338 km/jam. Artinya, keunggulan top speed bukan lagi milik satu pabrikan saja.

Di sisi lain, tes pramusim kali ini terasa berbeda bagi Alex. Untuk pertama kalinya, ia dipercaya menggunakan motor spesifikasi pabrikan Ducati. Alih-alih merasa terbebani, runner-up musim 2025 itu justru melihatnya sebagai peluang emas.

“Ini bukan soal tanggung jawab, tapi kesempatan,” katanya. Ia menilai program pengujian musim ini jauh lebih terarah dan masuk akal dibanding tahun-tahun sebelumnya, di mana opsi pengembangan nyaris tidak ada.

Alex juga menekankan pentingnya menjaga fokus saat melakukan banyak pengujian. Terlalu banyak eksperimen justru bisa membuat tim kehilangan arah. Namun sejauh ini, ia merasa semua berjalan logis dan menarik.

“Dulu kami hanya berputar-putar dan jujur saja cukup membosankan. Sekarang ada banyak hal untuk dicoba, dan itu membuat tes menjadi jauh lebih hidup,” tutupnya.

GP Thailand pun diprediksi tak hanya soal siapa yang paling kencang di lintasan lurus, tetapi siapa yang paling cerdas memanfaatkan paket motor secara keseluruhan. Dan bagi Alex Marquez, tantangan sesungguhnya baru saja dimulai.

Continue Reading

Moto GP

Akhirnya Klik! Jorge Martin Mulai Percaya Penuh pada Aprilia RS-GP

Published

on

By

Keraguan yang sempat menghantui akhirnya mulai terjawab. Setelah melewatkan tes Sepang dan hanya mengandalkan memori singkat dari uji coba November lalu, Jorge Martin kini mengaku menemukan rasa percaya diri barunya bersama Aprilia RS-GP.

Kesempatan itu datang saat tes pramusim di Buriram, Thailand. Meski catatan waktunya di hari pertama hanya menempatkannya di posisi ke-13, Martin menilai sesi tersebut sebagai langkah awal yang sangat positif—bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi proyek besar Aprilia Racing.

“Sejak awal saya langsung merasa nyaman. Motornya bekerja dengan sangat baik,” ujar Martin. Ia mengakui bahwa sirkuit Buriram sebelumnya bukan trek yang ramah bagi Aprilia, namun secara personal ia selalu mampu tampil kompetitif di lintasan tersebut. Hal itu membuat proses adaptasinya terasa lebih natural.

Pembalap asal Spanyol itu juga menyoroti kerja keras tim selama musim dingin, termasuk pengembangan yang dilakukan sejak tes Malaysia. Menurutnya, perubahan yang diterapkan membuat RS-GP terasa lebih jinak tanpa menghilangkan karakter agresifnya. “Saya tidak perlu memaksakan diri seperti dulu. Semuanya terasa mengalir,” ungkapnya.

Salah satu faktor kunci yang membuat Martin semakin yakin adalah pembaruan pada sisi ergonomi. Perubahan posisi tubuh dan distribusi bobot membuat motor terasa lebih menyatu dengannya. “Mungkin ini pertama kalinya saya benar-benar merasa: ini motor saya,” katanya dengan nada puas.

Menariknya, rasa nyaman itu justru datang saat ia tidak perlu banyak bereksperimen. Martin mengaku bisa berkendara dengan santai, layaknya sedang menyiapkan akhir pekan balapan. Namun ke depan, ia siap masuk lebih dalam ke tahap pengembangan demi membantu tim, termasuk rekan setimnya, menyempurnakan RS-GP.

Keyakinan baru ini menjadi sinyal positif bagi Aprilia jelang musim baru MotoGP. Jika rasa “klik” ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Jorge Martin akan menjadi salah satu ancaman serius dalam perburuan hasil besar musim ini.

Continue Reading

Trending