Motor
QJMotor COV 125 S dan COV 125 X Resmi Hadir, Motor Trail dan Supermoto 125cc Ramah Pemula
Pabrikan asal Tiongkok, QJMotor, resmi memperkenalkan dua motor terbaru di segmen entry-level, yakni QJMotor COV 125 X dan QJMotor COV 125 S. Kedua model ini dirancang khusus untuk pengendara pemula di kelas lisensi A1, dengan fokus pada performa yang mudah dikendalikan namun tetap menawarkan pengalaman berkendara yang menyenangkan.
Menariknya, meski berada di kelas 125cc, QJMotor mengusung konsep yang cukup ambisius dengan menghadirkan fitur dan komponen yang biasanya ditemukan pada motor kelas lebih tinggi. Hal ini membuat COV 125 S dan COV 125 X berpotensi menjadi pilihan menarik bagi rider pemula yang ingin mencoba sensasi berkendara di jalur off-road maupun jalan raya.

Dua Karakter Berbeda: Enduro dan Supermoto

Secara konsep, QJMotor COV 125 X dan QJMotor COV 125 S hadir dengan karakter yang sangat berbeda meski berbagi platform mesin yang sama.
Perbedaan utama:
COV 125 X (Enduro)
- Fokus penggunaan off-road
- Ground clearance tinggi
- Suspensi lebih siap medan berat
- Ban dual-purpose
COV 125 S (Supermoto)
- Fokus penggunaan jalan aspal
- Handling lebih presisi
- Posisi berkendara lebih rendah
- Ban on-road
Perbedaan ini membuat kedua model memiliki segmentasi pengguna yang jelas, baik untuk penggemar trail ringan maupun rider harian di perkotaan.

Mesin 125cc DOHC, Tenaga Maksimal Sesuai Regulasi Pemula
Di sektor dapur pacu, kedua motor ini dibekali mesin:
125cc
4 katup
pendingin cairan
Tenaga maksimum:
11 kW
sekitar 14,7 hp
Output tersebut memang mengikuti regulasi untuk pengendara pemula di banyak negara, namun tetap cukup untuk:
- Mobilitas harian
- Touring jarak dekat
- Latihan off-road ringan
- Penggunaan pemula
Karakter mesin ini dirancang agar responsif namun tetap mudah dikendalikan.
Suspensi USD 43 mm dan Rem ABS Bosch, Fitur Kelas Atas
Salah satu nilai jual utama dari QJMotor COV 125 X dan QJMotor COV 125 S adalah penggunaan komponen yang tergolong premium di kelas 125cc.
Fitur utama:
Suspensi depan:
USD 43 mm
Rem depan:
Cakram 320 mm
Rem belakang:
Cakram 220 mm
Sistem keselamatan:
ABS dual-channel dari Bosch
Kombinasi ini memberikan:
- Pengereman lebih stabil
- Kontrol lebih aman
- Rasa berkendara lebih percaya diri
- Standar keselamatan lebih tinggi
Perbedaan Dimensi dan Roda Jadi Pembeda Utama
Perbedaan paling signifikan antara kedua model ini terlihat pada sektor roda dan ergonomi.
QJMotor COV 125 X
Velg depan:
21 inci
Velg belakang:
18 inci
Ground clearance:
310 mm
Tinggi jok:
920 mm
Karakter:
Lebih cocok untuk jalur tanah dan medan berat
QJMotor COV 125 S
Velg depan dan belakang:
17 inci
Tinggi jok:
860 mm
Karakter:
Lebih stabil dan nyaman di jalan aspal
Fitur Modern: LCD, Full LED, dan Setang Fat Bar
Meski masuk kategori motor pemula, fitur yang ditawarkan cukup lengkap.
Fitur tambahan:
- Panel instrumen LCD
- Lampu full LED
- Setang Fat Bar dari Renthal
- Hand guard terintegrasi
Hal ini membuat motor terlihat lebih modern dan siap digunakan untuk berbagai kebutuhan berkendara.
Harga Kompetitif di Segmen Entry-Level
Untuk pasar global, QJMotor memasarkan kedua model ini dengan harga yang cukup kompetitif.
Perkiraan harga:
COV 125 S
sekitar £2.799
sekitar Rp64 jutaan
COV 125 X
sekitar £2.999
sekitar Rp69 jutaan
Dengan spesifikasi tersebut, kedua motor ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi rider pemula yang menginginkan motor trail atau supermoto dengan fitur modern dan harga terjangkau.
WSBK
Race 2 WorldSBK Belanda 2026: Nicolo Bulega Samai Rekor Toprak Razgatlioglu, Ducati Dominasi Assen
Pembalap Italia Nicolo Bulega kembali mencatatkan sejarah di ajang Superbike World Championship setelah meraih kemenangan pada Race 2 seri Belanda 2026 yang digelar di sirkuit legendaris TT Circuit Assen.
Kemenangan ini terasa spesial karena membuat Bulega sukses menyamai rekor kemenangan beruntun milik Toprak Razgatlioglu, yakni 13 kemenangan berturut-turut di WorldSBK. Catatan impresif tersebut menunjukkan dominasi luar biasa dari rider tim Aruba.it Racing – Ducati sepanjang awal musim 2026.

Dengan performa yang konsisten dan minim kesalahan, Bulega kini semakin kokoh di puncak klasemen sementara WorldSBK 2026 dan mulai disebut sebagai kandidat terkuat peraih gelar juara dunia musim ini.
Balapan Ketat Sejak Start, Bulega Harus Berjuang Rebut Posisi
Meski memulai balapan dari pole position dan langsung meraih holeshot di Tikungan 1, kemenangan Nicolo Bulega tidak diraih dengan mudah. Persaingan sengit langsung terjadi sejak lap awal.
Posisinya sempat direbut oleh:
- Sam Lowes
- Iker Lecuona
Pada lap kedua, Sam Lowes bahkan sempat memimpin jalannya balapan dan mempertahankan posisi terdepan dari tekanan Lecuona. Namun pada awal lap ketiga, Lecuona berhasil mengambil alih posisi pertama.
Tidak butuh waktu lama bagi Bulega untuk merespons. Ia melakukan manuver agresif dengan menyalip Lowes di Tikungan 4, lalu mengambil kembali posisi terdepan dari Lecuona di akhir lap ketiga.
Sejak momen tersebut, ritme balapan berubah drastis.

Dominasi Ducati, Enam Besar Dikuasai Panigale V4 R
Setelah kembali memimpin, Nicolo Bulega mulai memperlebar jarak secara konsisten. Memasuki lap kesembilan, keunggulannya sudah lebih dari satu detik.
Saat bendera finis dikibarkan, ia unggul hingga:
2,7 detik
Podium Race 2 sepenuhnya dikuasai motor Ducati Panigale V4 R, menunjukkan dominasi teknis dan performa pabrikan Italia tersebut di lintasan Assen.
Urutan teratas:
- Nicolo Bulega
- Iker Lecuona
- Sam Lowes
Dominasi Ducati semakin terlihat karena:
6 posisi teratas semuanya menggunakan Ducati
Sementara pembalap non-Ducati terbaik adalah:
- Xavi Vierge — posisi 7 (Yamaha)
- Danilo Petrucci — posisi 9 (BMW)
- Jonathan Rea — posisi 19 (Honda)
Bulega Makin Kokoh di Puncak Klasemen
Kemenangan di Assen membuat Nicolo Bulega memperlebar jarak di klasemen sementara WorldSBK 2026.
Keunggulan poin saat ini:
69 poin
Setelah tiga putaran awal musim, performa konsisten dan kemenangan beruntun membuatnya menjadi:
Favorit kuat juara dunia WorldSBK 2026
Jika tren kemenangan ini berlanjut, bukan tidak mungkin Bulega akan memecahkan rekor baru dalam sejarah WorldSBK.
Motor
Yamaha Cygnus X 2026 Resmi Meluncur, Skutik 125cc Modern Siap Tantang Dominasi Vario 125
Pabrikan Jepang Yamaha Motor Company kembali mengguncang segmen skuter matik 125cc dengan memperkenalkan generasi terbaru Yamaha Cygnus X 2026 dalam ajang Osaka Motorcycle Show 2026 dan Tokyo Motorcycle Show 2026. Kehadiran model terbaru ini menjadi sinyal kuat bahwa Yamaha siap bersaing langsung dengan rival utamanya, Honda Vario 125, yang selama ini mendominasi pasar skutik harian.

Menariknya, Yamaha memutuskan untuk menghidupkan kembali nama legendaris Cygnus X, setelah sebelumnya menggunakan nama Gryphus di pasar Jepang. Nama ini memiliki sejarah panjang sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2003 dan dikenal sebagai skutik yang tangguh, praktis, dan sporty untuk penggunaan perkotaan.
Dengan desain baru, teknologi mesin modern, serta fitur digital yang semakin lengkap, Cygnus X 2026 diposisikan sebagai skutik urban premium yang tidak hanya irit bahan bakar, tetapi juga nyaman dan berteknologi tinggi.
Desain Lebih Tajam dan Aerodinamis, Karakter Makin Sporty
Secara visual, Yamaha Cygnus X 2026 tampil dengan bahasa desain yang jauh lebih agresif dibanding generasi sebelumnya. Siluet bodi tetap kompak untuk mobilitas harian, namun detail panel kini dibuat lebih tegas dan aerodinamis.
Sorotan utama ada pada sistem pencahayaan:
- Lampu LED triple-eye (tiga mata)
- Desain wajah lebih garang
- Identitas visual lebih modern
- Pencahayaan lebih terang dan fokus
Yamaha juga melakukan optimalisasi distribusi bobot serta geometri rangka, yang diklaim mampu meningkatkan stabilitas saat berkendara di kecepatan menengah hingga tinggi.
Hal ini penting untuk pengguna perkotaan yang membutuhkan motor lincah di kemacetan, namun tetap stabil saat jalan kosong.

Mesin 125cc VVA: Performa Responsif dan Tetap Irit
Di sektor dapur pacu, Yamaha Cygnus X 2026 mengandalkan mesin:
125cc
4 katup
pendingin cairan
teknologi VVA (Variable Valve Actuation)
Teknologi VVA memungkinkan mesin menghasilkan:
- Torsi kuat di putaran bawah
- Tenaga stabil di putaran tinggi
- Akselerasi lebih responsif
- Konsumsi BBM tetap efisien
Output tenaga tercatat:
12,2 PS
Angka ini tergolong kompetitif di kelas skutik 125cc, terutama untuk penggunaan harian dan komuter.
Motor ini juga dilengkapi fitur:
Idling Stop System
Fitur tersebut akan:
- Mematikan mesin saat berhenti
- Mengurangi konsumsi BBM
- Mengurangi emisi
- Membuat berkendara lebih hemat
Fitur Modern: TFT Display dan Konektivitas Smartphone
Salah satu peningkatan paling signifikan pada Yamaha Cygnus X 2026 adalah penggunaan panel instrumen digital modern.
Fitur utama:
TFT Full Color
Auto-dimming display
Konektivitas smartphone
Pengguna dapat:
- Melihat navigasi turn-by-turn
- Menerima notifikasi panggilan
- Membaca pesan masuk
- Mengontrol musik
Fitur ini mulai menjadi standar baru di kelas skutik modern, khususnya untuk pengguna muda dan aktif.
Bagasi Besar 28 Liter, Lebih Praktis untuk Harian

Dari sisi utilitas, Yamaha Cygnus X 2026 menawarkan kapasitas bagasi:
28 liter
Sebagai perbandingan:
Bagasi Yamaha NMAX sekitar:
25 liter
Artinya, Cygnus X 2026 memiliki ruang penyimpanan yang lebih luas, cukup untuk:
- 1 helm full-face
- Jas hujan
- Sarung tangan
- Barang harian
Motor ini juga sudah dilengkapi:
Port USB-C
Fitur sederhana, tetapi sangat penting untuk kebutuhan modern seperti mengisi daya smartphone saat perjalanan.
Kesimpulan: Penantang Serius Skutik 125cc
Dengan kombinasi desain baru, mesin efisien, fitur digital modern, dan kapasitas bagasi besar, Yamaha Cygnus X 2026 berpotensi menjadi salah satu pemain kuat di segmen skutik 125cc.
Jika model ini masuk pasar Asia Tenggara, persaingan dengan Honda Vario 125 dipastikan akan semakin menarik.
Motor
Kawasaki Tingkatkan Fungsionalitas Ninja 7 & Z7 Hybrid 2026, Update Software Bikin Mode EV Lebih Berguna
Pabrikan Jepang Kawasaki Heavy Industries resmi merilis pembaruan untuk dua motor hybrid andalannya, yaitu Kawasaki Ninja 7 Hybrid dan Kawasaki Z7 Hybrid model tahun 2026. Alih-alih melakukan perubahan besar pada desain atau mesin, Kawasaki memilih fokus pada peningkatan perangkat lunak (software) di sistem ECU untuk menjawab kritik dan masukan dari pengguna terkait penggunaan di kondisi nyata.

Langkah ini menunjukkan bahwa Kawasaki tidak hanya menghadirkan teknologi hybrid sebagai inovasi semata, tetapi juga terus menyempurnakan fungsionalitasnya agar lebih relevan untuk kebutuhan harian, khususnya di lingkungan perkotaan yang padat.
Update terbaru ini menjadi bukti bahwa era motor hybrid semakin matang, dengan pendekatan yang lebih praktis dan berorientasi pada pengalaman berkendara.
Limit Kecepatan Mode EV Naik Jadi 60 km/jam
Salah satu perubahan paling signifikan pada model 2026 adalah peningkatan batas kecepatan pada EV Mode.
Pada generasi sebelumnya, motor hanya dapat berjalan dalam mode listrik murni hingga sekitar 25 km/jam, sebelum mesin bensin otomatis aktif. Batas tersebut dinilai terlalu rendah untuk penggunaan harian di kota.
Kini, Kawasaki meningkatkan limit tersebut menjadi:
60 km/jam
Perubahan ini memberikan beberapa keuntungan nyata:
- Lebih efisien untuk perjalanan dalam kota
- Konsumsi bahan bakar lebih hemat
- Emisi lebih rendah
- Pengalaman berkendara lebih halus dan senyap
Dengan peningkatan ini, mode listrik menjadi jauh lebih relevan untuk penggunaan komuter sehari-hari.
Sport Mode Kini Mendukung Transmisi Otomatis
Pembaruan penting lainnya hadir pada sistem transmisi di Sport Mode. Sebelumnya, pengendara harus melakukan perpindahan gigi secara manual menggunakan paddle shift saat menggunakan mode performa maksimal.
Pada model 2026, Kawasaki menambahkan fitur:

Automatic Transmission pada Sport Mode
Artinya:
- Perpindahan gigi dapat dilakukan secara otomatis
- Berkendara lebih nyaman di kemacetan
- Pengendara bisa fokus pada handling
- Opsi manual tetap tersedia
Fitur ini membuat motor hybrid Kawasaki menjadi lebih mudah digunakan oleh berbagai tipe pengendara, mulai dari pemula hingga pengguna berpengalaman.
Spesifikasi Teknis: Tetap Mengusung Konsep Strong Hybrid
Di luar pembaruan software, sektor mekanis kedua motor ini masih mempertahankan konfigurasi yang sama dengan model sebelumnya.
Spesifikasi utama:
Mesin:
451 cc, parallel-twin, liquid-cooled
Motor listrik:
9 kW (sekitar 12 hp)
Output gabungan:
69 hp
60 Nm
Transmisi:
6-speed Automated Manual Transmission (AMT)
Bobot:
225 kg — Z7 Hybrid
227 kg — Ninja 7 Hybrid
Teknologi e-boost menjadi salah satu fitur unggulan yang memungkinkan akselerasi awal terasa lebih responsif, bahkan diklaim setara motor berkapasitas lebih besar di kelas liter bike.
Langkah Strategis Menuju Masa Depan Motor Hybrid
Pembaruan software pada Ninja 7 Hybrid dan Z7 Hybrid menunjukkan bahwa pengembangan motor hybrid tidak berhenti pada teknologi awal saja. Kawasaki terus melakukan penyempurnaan agar teknologi ini benar-benar siap digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Jika tren ini terus berlanjut, motor hybrid berpotensi menjadi jembatan penting antara kendaraan berbahan bakar konvensional dan kendaraan listrik penuh di masa depan.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor8 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
