Moto GP
Eksklusif dan Langka: Aprilia RSV4 X-GP Hanya 30 Unit, Sudah Ludes Terjual!
Aprilia kembali bikin geger dunia otomotif dengan meluncurkan RSV4 X-GP, sebuah superbike edisi spesial yang diciptakan untuk merayakan satu dekade kiprah RS-GP di ajang MotoGP. Motor ini tak main-main, karena dibuat sangat terbatas, hanya 30 unit di seluruh dunia—dan semuanya sudah ludes hanya dalam 14 hari setelah rilis perdana pada awal September lalu.
Dibanderol seharga €90.000 atau sekitar Rp1,7 miliar, RSV4 X-GP bukan sekadar motor, tapi simbol eksklusivitas dan DNA balap Aprilia. Motor ini membawa aura RS-GP MotoGP ke versi jalan raya, membuatnya jadi incaran para kolektor dan pecinta adrenalin sejati.

CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan bahwa seri ini bukan hanya tentang performa, tapi juga tentang identitas dan kebanggaan.
“X menegaskan posisinya sebagai ikon eksklusif dengan potensi besar. RSV4 X-GP adalah bukti inovasi Aprilia Racing, diciptakan khusus untuk penggemar sejati dunia balap,” ungkap Rivola dengan bangga.
Ditenagai mesin V4 1.099 cc bertenaga 238 hp dan torsi 131 Nm, RSV4 X-GP siap langsung melibas lintasan balap tanpa perlu banyak ubahan. Performa brutal ini menegaskan bahwa motor ini bukan sekadar pajangan mahal, tapi benar-benar “born to race.”
Meski di MotoGP 2025 Aprilia mampu menantang dominasi Ducati, di WorldSBK mereka masih berjuang menemukan kembali kejayaan seperti era emas Max Biaggi (2010 & 2012) dan Sylvain Guintoli (2014). Kehadiran RSV4 X-GP ini seakan menjadi api semangat baru untuk mengembalikan nama besar Aprilia di kancah balap dunia.
Bagi penggemar otomotif, kabar ini tentu menyisakan rasa iri. Bayangkan, superbike beraroma MotoGP dengan produksi terbatas hanya 30 unit, kini sudah menjadi barang kolektor yang tak ternilai. Sebuah motor yang bukan hanya alat transportasi, tapi mahakarya kecepatan dan kebanggaan Italia.
Moto GP
Bukan Kebetulan! Veda Kembali Buktikan Diri di Moto3 2026
Performa membanggakan kembali ditunjukkan talenta muda Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam sesi practice Moto3 Brasil 2026. Rider andalan Honda Team Asia ini sukses mengamankan posisi ketiga sekaligus memastikan diri lolos langsung ke Q2.
Sesi latihan yang berlangsung di Autódromo Internacional Ayrton Senna pada Sabtu dini hari WIB itu berjalan ketat sejak awal. Veda tampil percaya diri, menjaga ritme lap yang konsisten hingga akhirnya menutup sesi dengan catatan waktu 1 menit 30,310 detik.
Posisi teratas ditempati oleh David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP yang mencatat waktu tercepat 1 menit 30,260 detik. Sementara di posisi kedua, Cormac Buchanan membuntuti dengan selisih waktu yang sangat tipis.
Meski bersaing dengan ketatnya dominasi rider Eropa, Veda mampu menunjukkan mentalitas balap yang kuat. Ia terus menekan sejak awal sesi hingga akhir, membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap di grid, melainkan penantang serius di kelas Moto3 musim ini.
Hasil ini semakin menegaskan tren positif Veda di musim 2026. Setelah sebelumnya tampil impresif di Thailand dengan menembus Q2 dan finis lima besar saat race, kini konsistensinya kembali terlihat di Brasil.

Lebih dari sekadar posisi, pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Veda terus berkembang dan semakin matang menghadapi tekanan kompetisi level dunia. Peluang untuk kembali bertarung di barisan depan saat sesi kualifikasi hingga balapan utama pun kini terbuka lebar.
Dengan kepercayaan diri yang terus meningkat, langkah Veda di Moto3 2026 layak untuk terus dinantikan—membawa harapan besar bagi Indonesia di panggung balap dunia.
Moto GP
MotoGP Qatar 2026 Resmi Ditunda ke November, Faktor Situasi Timur Tengah Jadi Pertimbangan
Perubahan besar terjadi dalam kalender MotoGP musim 2026. Seri Qatar Grand Prix 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung pada April kini resmi diundur hingga 8 November 2026, menyusul situasi geopolitik yang tengah berkembang di kawasan Timur Tengah.
Keputusan tersebut diambil setelah melalui koordinasi intens antara Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), promotor MotoGP Dorna Sports, serta otoritas penyelenggara lokal di Qatar. Langkah ini diambil demi memastikan seluruh rangkaian balapan dapat berlangsung dengan standar keamanan dan kenyamanan tertinggi bagi pembalap, tim, hingga para penggemar.

Dengan penjadwalan ulang tersebut, balapan yang digelar di Lusail International Circuit akan berlangsung pada 6–8 November 2026. Penyesuaian kalender ini juga dilakukan setelah berbagai skenario dianalisis untuk menjaga keseimbangan jadwal sepanjang musim kejuaraan dunia.
Perubahan jadwal Qatar turut berdampak pada dua seri terakhir musim ini. Portuguese Grand Prix 2026 di Autódromo Internacional do Algarve, Portimão, kini dijadwalkan berlangsung pada 22 November, sementara seri penutup musim, Valencian Grand Prix 2026, akan digelar pada 29 November 2026.
CEO MotoGP, Carmelo Ezpeleta, menegaskan bahwa keputusan ini diambil melalui pertimbangan matang bersama seluruh pihak terkait di paddock.
Menurutnya, keselamatan seluruh elemen yang terlibat dalam MotoGP—mulai dari pembalap, tim, ofisial hingga penonton—tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan Grand Prix.
Ezpeleta juga mengapresiasi dukungan dari penyelenggara di Portugal dan Valencia yang dinilai sangat kooperatif dalam membantu penyesuaian kalender musim ini agar tetap berjalan lancar.
Di sisi lain, Presiden Qatar Motor and Motorcycle Federation, Abdulrahman bin Abdullatif Al Mannai, menyatakan pihaknya sepenuhnya menghormati keputusan tersebut dan siap menyambut kembali seluruh tim dan penggemar di Lusail pada November mendatang.
Sementara itu, Presiden FIM Jorge Viegas menegaskan bahwa situasi geopolitik yang berkembang saat ini membuat faktor keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan.

Dengan kalender yang telah direvisi, MotoGP berharap seluruh rangkaian balapan musim 2026 tetap dapat berlangsung dengan standar profesional tertinggi serta memberikan pengalaman balap terbaik bagi para penggemar di seluruh dunia.
Moto GP
F-Duct Aprilia Jadi Sorotan di MotoGP Thailand 2026
Inovasi aerodinamika kembali menjadi topik panas di dunia MotoGP. Kali ini perhatian tertuju pada teknologi yang digunakan Aprilia Racing pada motor Aprilia RS‑GP dalam seri MotoGP Thailand 2026.
Sistem yang disebut sebagai F-Duct memicu berbagai spekulasi di paddock setelah performa Aprilia terlihat sangat kompetitif di Sirkuit Buriram. Namun CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan bahwa teknologi tersebut sepenuhnya legal dan tidak melanggar regulasi.

Meski detail fungsi sistem tersebut belum dijelaskan secara terbuka, Rivola memastikan bahwa konsep aerodinamika tersebut telah dirancang sesuai aturan teknis MotoGP. Ia bahkan mengakui tidak akan terkejut jika suatu saat tim lain mencoba mengadopsi konsep serupa.
Perhatian banyak pihak tertuju pada dua ventilasi kecil yang berada di bagian atas sayap depan RS-GP. Saluran udara tersebut terhubung dengan ventilasi keluar di sisi motor, tepat di bawah posisi siku pembalap saat berada dalam posisi balap.
Menariknya, bagian ventilasi tersebut dilengkapi lapisan karet di sekelilingnya. Hal ini memunculkan teori bahwa pembalap bisa menutup aliran udara ketika melaju di lintasan lurus, sehingga menciptakan efek aerodinamika tertentu yang membantu meningkatkan kecepatan.
Dalam regulasi MotoGP, perangkat aerodinamika yang dapat bergerak secara aktif memang dilarang. Namun aturan tersebut lebih merujuk pada komponen yang memiliki mekanisme penyesuaian otomatis atau berubah bentuk akibat beban tertentu.
Karena itu, Rivola menegaskan tidak ada pelanggaran pada konsep yang digunakan Aprilia.
Menurutnya, pengembangan aerodinamika memang menjadi salah satu kunci performa kuat RS-GP sepanjang akhir pekan balapan di Thailand.
Dominasi Aprilia bahkan terlihat jelas ketika para pembalapnya mampu menempati empat dari lima posisi teratas di klasemen balapan. Hanya Pedro Acosta dari Red Bull KTM Factory Racing yang berhasil memecah dominasi tersebut.
Sementara itu, juara dunia bertahan Marc Márquez sebenarnya sempat berada di jalur perebutan podium sebelum mengalami masalah teknis pada pelek roda menjelang akhir lomba.
Rivola menyebut bahwa pengembangan aerodinamika menjadi salah satu fokus utama Aprilia dalam beberapa musim terakhir. Setiap detail kecil pada desain motor terus disempurnakan untuk meningkatkan performa di lintasan.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses pengembangan melalui simulasi CFD dan pengujian wind tunnel kini semakin efektif, sehingga setiap pembaruan aerodinamika yang diperkenalkan dapat langsung bekerja dengan baik di lintasan.
Meski tampil impresif sepanjang akhir pekan di Buriram, Aprilia sebenarnya hampir mencatat hasil yang lebih sempurna. Peluang tersebut sempat terbuka saat Marco Bezzecchi memimpin balapan sprint pada hari Sabtu, sebelum akhirnya terjatuh dan kehilangan kesempatan meraih kemenangan.
Bagi tim lain yang tertarik meniru konsep F-Duct, regulasi MotoGP juga menjadi faktor penting. Dalam satu musim balap, sebagian besar tim hanya diperbolehkan melakukan satu pembaruan paket aerodinamika.
Pengecualian diberikan kepada Monster Energy Yamaha MotoGP, yang memiliki status konsesi sehingga diizinkan melakukan dua pembaruan aerodinamika dalam satu musim.
Dengan inovasi seperti ini, persaingan teknologi di MotoGP semakin menarik. Detail kecil pada desain motor kini bisa menjadi faktor penentu dalam perebutan kemenangan di lintasan.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor7 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor1 year ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
